
Kevin meninggalkan kantor milik elang lebih dulu saat pembicaraan itu selesai.
Brian juga ikut berpamitan kepada elang,untuk kembali ke kantor.
Brian memajukan mobilnya menjauh dari kantor papanya, ponsel brian berbunyi ada pesan masuk,brian melirik layar ponsel dan kembali fokus ke jalan.
Senyum itu tercetak jelas di wajah brian.
Mobil jazz itu berhenti saat sudah sampai di cafe yang riri tunjukan.
Memang benar adanya ,saat mereka sampai della langsung berlari kearah mereka berdua.
"Loh pak rizal,kok bisa di sini" ucap della menatap mereka berdua bergantian.
"Tadi saya ke kost kamu dan tidak sengaja bertemu dengan dia" ucap rizal
"Oh, masuk dulu pak, yuk ri" ucap della
Mereka bertiga berjalan memasuki cafe, pandangan riyan langsung terarah ke rizal, ada rasa tidak suka saat melihat rizal.
"Duduk dulu pak" ucap della
"Gue ga di tawarin duduk ni!" ucap riri menggoda della
"Duduk tuan putri" ucap della menarik kursi untuk riri
Riri tertawa melihat della dengan muka masam nya, begitu juga dengan rizal, dia terus tersenyum semenjak melihat della tadi.
"Ngapain tuh cowok kesini" ucap riyan menatap meja rizal dan riri sinis
"Dia kan tunangan della, kalau lo lupa" ucap reyhan.
Riyan hanya diam saja tidak berminat menjawab.
"Bapak mau minum apa.?" tanya della
"Apa aja, lagian saya kesini mau berbicara dengan kamu" ucap rizal
Della menatap riri, riri hanya mengangkat bahu tidak mengerti.
"Tapi saya lagi kerja pak" ucap della lagi
"Justru itu, itu yang mau saya bicarakan dengan kamu" ucap rizal dengan wajah serius.
Della hendak bersuara tetapi suara bariton milik riyan membuat della urung berbicara.
"Della" panggil riyan menghampiri meja rizal dan riri
Riri terdiam menatap kagum dengan makhluk ciptaan tuhan yang satu ini,.."ganteng banget anjr*t" batin riri terus menatap riyan
"Iya kak" ucap della
"Lo bantuin gue di belakang" ucap riyan menatap rizal sinis
"Baik kak" ucap della hendak pergi
"Saya belum selesai bicara della" ucap rizal
Rizal menatap riyan balik, dari awal rizal tau kalau riyan tidak menyukai nya.
Langkah della terhenti, riyan menatap della.
"Kenapa lo berhenti,lo ga dengar omongan gue" ucap riyan lagi
Della terkejut mendengar suara berat riyan,buru-buru della berlari ke belakang.
"Dan lo, jangan ganggu karyawan gue!" tunjuk riyan pada rizal.
Riyan hendak menyusul della tetapi ucapan rizal menghentikan langkah riyan.
"Lo lupa gue siapa della!" ucap rizal tidak mau kalah.
__ADS_1
"Gue ga lupa!! Lo cuma tunangan della bukan suami della, dan asal lo tau apa pun bisa terjadi di dunia ini,ngerti lo!!!" ucap riyan berlalu pergi
Rizal mengeraskan rahangnya,tangan nya juga sudah terkepal kuat
Tidak di kantor, tidak di sini semua nya membuat rizal menahan amarahnya.
Riri terkejut mendengar ucapan lelaki tampan tadi, riri menatap rizal horor.
"Apa!! Nih cowok tunangan della, kok gue ga tau" batin riri.
Reyhan terus memperhatikan rizal dan riri,.."bakalan rumit nih" pikir reyhan
Reyhan menghampiri meja rizal dan riri.
"Selamat siang mbak, selamat siang kak" ucap reyhan ikut duduk di kursi
"Selamat siang mas" ucap riri bingung
"Siang juga han" sambung rizal
"Mas kenal sama mas ini" tunjuk riri pada reyhan
"Kenal, waktu itu dia yang udah nolong della" ucap rizal
"Apa!! Kok mas bisa tau?" tanya riri menatap rizal.
"Saya yang jemput della dari rumah reyhan" ucap rizal lagi
"Ya ampun dunia sempit banget, kenapa bisa kebetulan gini sih" batin riri, menatap reyhan dan rizal bergantian
"Kakak ada perlu apa ke sini.?" tanya reyhan
"Gue mau ngomong sesuatu sama della tapi kayak nya bos dia ga ngizinin" ucap rizal menatap riyan di ujung sana dengan della.
Reyhan mengikuti arah pandang rizal,.."oh, maaf ya kak ntar gue coba ngomong deh sama riyan" ucap reyhan
"Mbak mau minum apa.?" tanya reyhan
Reyhan tertawa melihat riri,.."oke deh, lo mau minum apa" tanya reyhan lagi
"Nah kan gini lebih enak,gue mah apa aja" ucap riri ,reyhan mengangguk.
"Kakak mau minum apa.?" tanya reyhan
"Samain aja sama riri" ucap rizal tidak mau berbicara terlalu formal lagi.
"Oke di tunggu ya" ucap reyhan berjalan kebelakang.
Rizal dan riri hanya diam saja semenjak kepergian reyhan tadi.
Drrt... Ponsel della terus berbunyi ini sudah ketiga kali nya ponsel itu berbunyi.
"Angkat dulu del" ucap riyan
"Bentar ya kak" ucap della pelan
Della melihat nomor baru tertera di layar ponsel,.."nomor siapa ya" pikir della ,menggeser layar ponsel nya.
"Halo" sapa dela
"Datang ke apartemen saya sekarang kalau kamu tidak mau melihat kehancuran keluarga sahabat kamu RIRI!!" ucap penelfon.
Della bingung apa maksud dari omongan pria yang menelfon nya ini.
"Kamu siapa ya.?" tanya della
"Kamu lupa dengan saya!! Apa kamu tidak ingat dengan lelaki yang kamu tampar semalam!!" ucap pria itu lagi
Della terkejut, hampir saja ponselnya terjatuh.
della menatap layar ponselnya dengan horor, dan kembali menempelkan benda pipih itu.
__ADS_1
"Pak brian" ucap della pelan
"Kamu benar, datang sekarang kalau tidak kamu akan melihat kehancuran keluarga sahabat kamu!!" brian memutuskan panggilan begitu saja
"Halo..halo,.pak" ucap della
Della melihat layar ponsel,tenyata panggilan sudah terputus.
Della mengacak-acak rambutnya, bisa gila dia lama-lama jika terus berurusan dengan brian.
tanpa pikir panjang della langsung meraih tas dan jaket nya.
"Kak, maaf banget tapi aku harus pergi" ucap della langsung berlari meninggalkan cafe
Riyan dan reyhan menatap della dengan bingung.
Riyan hendak mengejar della tetapi di tahan oleh reyhan.
"Biar aja, mungkin emang lagi ada keperluan mendadak" ucap reyhan
Riyan diam terus menatap della yang mulai menjauh.
****
Brian tersenyum senang, karena sejauh ini semua rencana nya berjalan dengan lancar.
"Lets play the game" ucap brian tertawa
Della berlari menuju kamar brian,saat sampai della mencoba mengatur napasnya.
"Aduh gue capek banget" ucap della memegang dada nya.
Tok..tok.. Della mengetuk pintu itu terus.
Brian sengaja tidak membuka pintu, dia ingin della terus berdiri di depan.
"Aduh perut gue kenapa sakit banget, jangan sekarang dong please" batin della.
Della mengetuk pintu itu dengan pelan,tenaga nya seakan habis, tangan nya terus menahan sebelah perutnya yang sakit.
"Pak, ini saya della" ucap della pelan, dengan tangan yang terus mengantuk pintu.
Brian merasa aneh, kenapa ketukan della pada pintu semakin pelan.
"Segitu doang!! Lemah banget tuh cewek" pikir brian.
Della bersandar di pintu brian dengan memegang sebelah perut nya yang sakit.
"Kok perut gue belakangan ini sering sakit sih, tolong jangan sekarang ya allah" ucap della pelan
Brian menajamkan pendengaran pada pintu, dia tidak lagi mendengar ketukan bahkan suara della lagi.
"Tuh cewek udah pergi" batin brian.
Brian yang penasaran membuka pintu dengan pelan, della terjatuh ke lantai.
Brian kaget mendapati della yang jatuh di depan pintunya.
"Della" panggil brian
Tetapi della tidak bersuara bahkan bergerak pun tidak,brian jadi panik sendiri, dia kira della hanya pura-pura pingsan.
"Hoby banget lo pingsan di depan apartemen gue" ucap brian mengendong della masuk.
Brian merebahkan della di kasur dengan pelan,tangan brian terulur menyentuh kening della.
Brian bingung della tidak demam.
"Nih anak kenapa lagi, awas aja kalau lo bangun nanti" ucap brian meninggalkan della di sofa.
*****
__ADS_1