Kencan Buta Berujung Cinta

Kencan Buta Berujung Cinta
mencari jawaban


__ADS_3

Rizal terus menatap langit-langit kamar nya.Rizal kembali ke jakarta untuk menenangkan diri,dia ingin menyerah sekarang untuk mendapatkan della.Dia mencoba untuk menghapus della dari hatinya dan mencari sesuatu yang mengusik hatinya.


Pintu kamar nya di ketuk,terdengar suara Gadis dari luar.Rizal melangkah untuk membuka pintu dan saat pintu terbuka menampilkan Gadis cantik dengan rambut yang di kuncir kuda.


"Kakak di panggil papa" ucap gadis itu


"Bentar lagi kakak ke bawah ya, kamu duluan aja" ucap rizal tersenyum.


"Oke kak" ucap gadis cantik itu dia adalah adik tiri rizal Yang bernama Vera safitri


Mama rizal meninggal saat melahirkan rizal dulu dan papanya kembali menikah tetapi tuhan kembali merenggut nyawa mama sambungnya itu.Rizal turun ke bawah menghadap papanya, dapat rizal lihat papanya duduk di sofa tengah sibuk dengan laptop di tangan nya.


"Ada apa pa.?" tanya rizal dan duduk di hadapan papanya


"Kamu kerja di tempat papa mau.?" tawar lelaki paruh baya yang tidak lain papa rizal ,Agung giovano.


"Rizal mau cari sendiri pa" tolak Rizal


"Kenapa ga di tempat papa aja.?" tanya agung


"Rizal mau mandiri pa" ucap rizal lagi


"Dulu juga waktu kamu ke bandung bilang nya gitu, mau mandiri! Tapi sekarang kamu mala berhenti kerja" ucap agung meletakan laptop nya.


"Rizal bosan pa sama kerjaan nya, mau kerja di bidang lain" ucap rizal berbohong


"Kamu mau kerja di bidang apa,biar papa bantu cari" ucap agung


"Rizal cari sendiri aja pa, lagian siapa sih yang ga mau nerima rizal kerja" ucap rizal menaik turunkan alisnya.


"Sombong kamu, nanti ga dapat kerja awas aja kamu ngadu ke papa" ucap agung tersenyum


Rizal tertawa mendengar perkataan papanya.


Vera datang dengan nampan berisi dua jelas kopi, menghampiri mereka berdua.


"Lagi ngomong apa sih,seru banget kayak nya." ucap vera meletakan kopi hitam dan ikut duduk di samping rizal.


"Kepo" ucap rizal


"Ih kakak kok gitu, lagi ngomongin apa sih pa?" tanya vera melihat agung


"Kerjaan sayang" ucap agung


"Kerjaan! Kakak mau kerja di tempat papa.?" tanya vera berbalik menatap rizal.


"Ga, kakak mau cari kerja sendiri aja" ucap rizal mengelus rambut darla.


"Kerja di tempat papa enak tau kak" ucap vera


"Tapi kakak mau cari sendiri, kakak mau mandiri darla" ucap rizal tersenyum.


"Tapi kan cari kerja susah kak" ucap vera lagi


"Ga susah kalau ada niat" ucap rizal.

__ADS_1


Rizal terus menatap vera, dia jadi teringat akan della, usia vera pasti sama dengan della.


"gue kangen banget sama lo della" batin rizal.


Wanita itu terus berlari kearah ruangan sherly,saat dia sampai di sana tidak mendapati sherly di ruangan nyan.


"Aduh mbak sherly kemana lagi" ucap wanita itu berlari keluar mencari sherly sebelum kedua lelaki tadi bertemu dengan sherly duluan.


Riyan terus melangkah tampa memperdulikan Reyhan yang terus memanggilnya.Reyhan menarik tangan riyan tetapi segera di tepis riyan, tatapan riyan sangat tidak bersahabat kali ini.


"Gue minta maaf soal omongan gue tadi, tapi bukan berarti gue ga mau bantuin lo" ucap reyhan


"Gue ga butuh bantuan lo!! Mending lo cabut sekarang" ucap riyan dengan wajah datar.


"Yan, gue ga mau lo kayak gini" ucap reyhan frustasi Melihat riyan


"Kayak apa!!! Emang gue gimana.? Apa gue salah nyari dia!!" tanya riyan


Reyhan menghela napas nya,.."gue ga mau lo kayak dulu lagi yan, gue ga bisa liat lo menderita lagi" ucap reyhan


Rahang riyan mengeras,tangan nya terkepal kuat bahkan urat-urat tangan riyan terlihat jelas,..."asal lo tau,gue ga butuh rasa kasihan dari lo!! Ucap riyan dengan tajam.


"Gue dah anggap lo kayak adek gue sendiri yan" ucap reyhan lagi


"Gue ga pernah minta lo buat anggap gue sebagai adek lo, dan asal lo tau gue ga akan pernah berhenti buat nyari dia bahkan sekali pun omongan lo benar, gue bakalan tetap nemuin dia" ucap riyan cepat


Reyhan terkejut mendengar Ucapan riyan barusan, baru kali ini reyhan melihat riyan semarah ini.Reyhan memilih untuk diam tidak ingin membuat kejadian ini semakin keruh.


Sherly berjalan hendak keruangan nya tetapi urung ketika dia mendengar suara yang begitu di kenali nya.Di mengikuti asal suara itu dan betapa terkejutnya sherly mendapati kedua lelaki yang sangat di sayangi nya itu tengah beradu argumen.


Riyan memutar tubuhnya mendapati bunda nya susah berdiri di hadapannya.sherly menatap riyan dan reyhan bergantian


"Kalian kenapa ke sini.?" tanya sherly


"Reyhan kangen bunda" ucap reyhan


Sherly menatap riyan,.."abang juga lagi kangen bunda" ucap riyan


Sherly tersenyum dan memeluk riyan dan menarik lengan reyhan untuk bergabung bersamanya dan riyan.


"Bunda udah dong kita udah kayak teletubbis ini" ucap reyhan


Sherly melepas pelukan nya dan menatap mereka berdua bergantian,.."kalian ada perlu apa ke sini.?" tanya sherly lagi.


reyhan bingung kenapa sherly bertanya lagi pada mereka., ..."Rey sama riyan kangen sama bunda, maka nya kita ke sini" ucap reyhan tersenyum.


"Bohong bunda, kita ke sini mau nyari data tentang cewek yang waktu itu di rawat dekat samping kamar Riyan!" ucap riyan santai


Reyhan menatap riyan horor, kenapa riyan mala memberi tau sherly akan tujuan mereka ke sini.


Sherly terkejut, kenapa putra nya ini masih ingat dengan gadis itu.,..."Tapi bang, itu udah lama! rumah sakit pasti udah ga punya lagi data-data nya" ucap sherly


"Tapi bunda pasti tau kan cewek itu kemana.?" tanya riyan,Reyhan semakin di buat syok oleh riyan, kenapa riyan terus bertanya blak-blak begini,pikir reyhan.


"Bunda ga tau abang" ucap sherly berbohong

__ADS_1


"Bunda pasti tau, kan waktu itu bunda yang nangani dia" ucap riyan lagi


Sherly tampak berpikir bagaimana cara agar riyan tidak mencari keberadaan gadis itu.


"Bunda beneran ga tau abang" ucap sherly lagi


Reyhan menatap sherly dengan tatapan yang sulit di artikan,.."seperti nya bunda nyembunyiin sesuatu" batin reyhan


"Bunda! Abang yakin waktu itu dia masih di sini kan? Bunda pasti bohong waktu itu" ucap riyan lagi


"Bunda beneran ga tau abang,bunda emang nanganin dia waktu itu tapi setelah itu bunda ga tau lagi" ucap sherly menatap riyan


"Bunda" panggil reyhan


Pandangan sherly beralih menatap reyhan,.."kenapa bunda harus bohong.?" tanya reyhan


Sherly semakin kaget, apa reyhan sudah tau! Sherly semakin gelagapan menghadapi mereka berdua.Bibir nya seakan tidak bisa berkata untuk berucap kebohongan lagi.


"Reyhan tau kalau bunda bohong, bunda kenapa harus kayak gini sama kita,kita anak bunda kan.?" ucap reyhan lagi.


"Bunda, riyan mohon! bunda kasih tau dia di mana, riyan cuma pengen ketemu sama dia bunda" sambung riyan lagi.


Sherly menghela napas nya pelan,..dia memastikan hatinya untuk bercerita tentang gadis yang mendonorkan ginjal nya untuk


putra ya ini. Mereka bertiga sedang berada di ruangan sherly, mereka berdua menatap sherly.


Menunggu bunda nya itu untuk Menceritakan semuanya kepada mereka.


"Dulu waktu abang di rawat, bunda bohong soal sakit abang, bunda bilang abang sakit radang usus, sebenarnya abang mengalami gagal ginjal" ucap sherly


Bagai tertimpa besi, dada reyhan begitu sakit mendengar ucapan bunda sherly begitu juga dengan riyan.


"Saat itu abang harus segera mendapatkan pendonor, karena ginjal abang sudah tidak bisa berfungsi dengan baik.bunda bingung harus bagaimana saat itu,tepat saat itu juga dua gadis dan satu wanita seusia bunda datang ke rumah sakit, dengan keadaan mereka kritis." ucap sherly mulai menangis.


Reyhan dan riyan menatap sherly dengan dahi mengerut,.."dua gadis dan satu wanita seumuran bunda!!" ucap reyhan, ingin memastikan dia tidak salah dengar dengan ucapan bunda sherly.


Sherly mengangguk,.."waktu itu bunda sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menolong wanita itu, tetapi tuhan berkehendak lain,wanita itu meninggal karena banyak kehilangan darah,sedangkan satu gadis kritis dan satu lagi mengalami koma" ucap sherly


"Hari itu bunda bertemu dengan ibu dari gadis itu, dia menangis histeris menatap kedua putrinya yang terbaring tidak sadarkan diri, bunda teringat abang.bunda juga seperti itu saat melihat abang terbaring lemah" sambung sherly.


Sherly menjeda ucapan nya, dia belum menyiapkan hati untuk mengutarakan seluruhnya kepada riyan dan reyhan,.."terus bunda" ucap reyhan.


"Setelah beberapa hari abang sadar dan salah satu gadis itu juga sudah melewati masa komanya, tetapi tidak dengan saudara kembar nya, bunda kembali memeriksa kondisi gadis itu.semakin hari kondisinya semakin parah, kemungkinan dia untuk hidup tidak lama lagi." timpal sherly


"Beberapa hari berlalu, keadaan salah satu Putrinya menurun drastis, sedangkan satu putrinya lagi harus melakukan transplantasi jantung, karena putri nya mengalami sakit jantung". Kini air mata itu justru jatuh membasahi pipi sherly.


"Selama bunda merawat mereka bunda baru tersadar kalau mereka berdua kembar, bunda mencoba melakukan semua yang bunda bisa tetapi tuhan berkata lain,kondisi kakak gadis itu perlahan semakin turun,bunda utarakan semua nya kepada ibu mereka, saat itu bunda tidak tau harus bagaimana karena bunda juga seorang ibu.bunda mencoba memberi solusi agar putri bungsu nya bisa selamat dengan cara transplantasi jantung." sherly semakin menangis.


"Karena tidak ada pilihan lain, ibu mereka mengangguk setuju, satu jam saat ingin melakukan operasi ternyata kakak dari gadis itu terbangun,dan menyebut kata (della) bunda terkejut dan langsung memanggil ibu mereka, di sana bunda mendengar kakak gadis itu meminta agar jantung nya di berikan kepada adik nya, agar dia selalu merasa dekat,bahkan dia meminta agar organ tubuhnya di donor kan kepada orang lain,agar mereka bisa tetap hidup, karena itu sampai sekarang abang masih sehat" ucap sherly semakin terisak.


"Della" batin riyan.


Riyan seakan tidak terima dengan cerita yang baru saja sherly ceritakan, dia tidak percaya kalau gadis yang selama ini dia cari, sudah menghadap tuha.riyan berlari keluar ruangan sherly, dia tidak mau Mendengar omong kosong ini lagi.


Sedangkan sherly semakin menangis sejadinya, dia begitu merasa sakit saat melihat darlla mengatakan ingin Mendonorkan organ tubuh nya agar mereka tetap hidup.

__ADS_1


__ADS_2