
Brian tersenyum smirk,beraninya Wanita itu menyuruh della untuk bercerai dengan dirinya,sedangkan dia belum puas membuat della menderita.
"Gue ga akan pernah lepasin della,sebelum gue puas buat dia menderita, bahkan kalau pun dia harus mati di tangan gue" batin brian.
Brian berjalan ke arah dapur, dia pikir della sudah kembali,ternyata dugaan brian salah, della sama sekali belum kembali.
Reyhan berjalan dengan lemah menuju kamar inap della, dia terus terbayang akan omongan dokter hendra,reyhan mencoba bersikap biasa saat dia akan memasuki kamar della.reyhan menatap riyan yang duduk di samping della dengan menggenggam erat tangan della.
"Yan" panggil reyhan masih berdiri di depan pintu.
Riyan menoleh,..."kenapa.?" tanya riyan menatap reyhan.
"Gimana kalau lo kasih tau suami della,kalau della sakit" ucap reyhan.
Entah kenapa hati riyan sedikit tidak terima kalau suami della akan datang ke sini, jika dia memberi tahu keadaan della.
"Tapi gue ga kenal sama suami nya" ucap riyan.
Reyhan terpikir riri lagi,.."gue akan coba hubungi riri" ucap reyhan.
"Rey!" panggil riyan, saat reyhan akan keluar.
"Apa menurut lo gue salah,kalau misal nya bawa della kabur dari suaminya.?" tanya riyan dengan ragu.Riyan menunduk menatap tangan della yang berada di genggaman nya,dia tidak ingin della semakin Tersiksa, riyan selalu saja teringat akan cerita riri yang mengatakan bahwa, suami della kejam.
Reyhan tidak bisa Menjawab pertanyaan yang di lontarkan riyan, dia bingung harus berkata apa, reyhan tau kalau Sekarang riyan sangat menyukai della, terlihat jelas di Wajah riyan,.."gue ga bisa jawab" ucap reyhan, dan berlalu keluar kamar della.
"Gue sayang sama lo del, gue ga mau lo kenapa-napa,kalau suatu saat nanti lo udah ga sanggup lagi sama suami lo, tolong datang ke gue del, gue bakalan jagain lo" batin riyan. Riyan terus menatap wajah della yang semakin pucat.
Reyhan kembali menelfon nomor riri, kali ini riri mengangkat telefon dari reyhan.
"Halo" sapa riri
"Halo,lo di mana.?" tanya reyhan
__ADS_1
"Kenapa.?" tanya riri
"Della sakit,gue mau lo ke sini" ucap reyhan
"Apa!,terus ini dimana sekarang.?" tanya riri
"Gue di rumah sakit,sama riyan juga, gue bakalan kirim alamatnya sama lo" ucap reyhan
"Oke,gue akan ke sana, tapi gue Minta tolong jagain sampai gue datang, gue lagi di jakarta sekarang" ucap riri
"Oke, gue bakalan tunggu lo" ucap reyhan
"Gue ga akan lama,gue minta tolong banget sama lo" ucap riri memutuskan sambungan nya.
Rizal menatap wajah riri terlihat sangat khawatir,.."kenapa.?" tanya rizal.
"Della sakit kak." ucap riri
"Sakit apa.?" tanya rizal tidak kalah khawatirnya.
"Brian.?" tanya rizal heran.riri mengeleng lemah.
"Kita harus ke sana." ucap rizal hendak pergi.
Riri menahan lengan rizal,.."kak, gue ga bisa ninggalin bunda dalam keadaan kayak gini, gue titip della sama lo ya,gue mohon tolong bantu della" ucap riri kembali menangis.
Rizal menyentuh tangan riri,.."gue janji sama lo, gue bakalan bawa della pergi jauh dari semua orang yang bakalan nyakitin dia,termaksud brian" ucap rizal.
riri mengangguk,.."gue udah kirim alamat rumah sakit nya kak"
Rizal berlari kearah mobil nya dan melaju dengan kecepatan penuh, dia ingin buru-buru tiba di bandung.pikiran rizal kini entah kemana,dia terus teringat brian yang selalu saja menyiksa della,.."gue ga akan biarin lo nyakitin della lagi,bahkan kalau pun gue mati" batin rizal.
Brian terus mondar mandir seperti setrikaan, dia menatap pintu menunggu della membuka nya, brian akan memarahi della kali ini bahkan dia sudah menyiapkan hukuman berat untuk della,tetapi harapan brian pupus ketika sudah hampir 3 jam bria menunggu della pulang, tetapi wanita itu belum pulang juga.Brian terpikir akan rizal, dia mengira della bertemu dengan rizal,tangan brian terkepal Sangat kuat hingga urat-urat tangan nya terlihat,brian meraih kunci mobilnya, dia akan menemui rizal dan akan memberi della pelajaran nantinya.
__ADS_1
Reyhan mendekati riyan yang tertidur di Sebelah della dengan tangan yang masih menggenggam erat tangan della,. "Gue harus bilang gimana sama lo,soal sakit della yan, gue bingung" batin reyhan.
Rizal berlari mencari ruangan della,saat rizal sampai,dia mendapati reyhan yang terduduk di bangku,menatap kearah pintu kamar della.
"Reyhan" panggil rizal mendekat dan ikut duduk.
Reyhan bingung kenapa rizal yang datang bukanya riri,.."kok lo bisa di sini kak.?" tanya reyhan.
"Gue dapat kabar dari riri,kata nya della sakit terus gue langsung ke sini." ucap rizal.
"Terus riri mana kak.?"tanya reyhan
"Nanti dia nyusul bareng sama bunda della" ucap rizal.
Reyhan mengangguk mengerti,. "Gimana keadaan della.?" tanya rizal.
Reyhan menatap rizal,.."kak,gue mau tanya satu hal sama lo.!" ucap reyhan
"Apa,gue bakalan jawab kalau gue tau" ucap rizal.
"Apa lo tau kalau della pernah ngelakuin transplantasi jantung.?" tanya reyhan.
Rizal terkejut,.."gue ga tau."ucap rizal.
Reyhan menghela napas nya,.."della sakit Kanker limfoma non-hodgkin kak,kemungkinan della akan sembuh 30-40 persen" ucap reyhan.
Rizal seakan di hantam bertubi-tubi oleh kenyataan hari ini,.."kenapa harus lo del" batin rizal.
"Gue belum kasih tau riyan, gue ga sanggup kak,gue juga ga ngerti harus bersikap gimana nanti nya" ucap reyhan lagi.
"Pasti ada cara lain agar della bisa sembuh kan rey.?" tanya rizal.
"Bisa kak,dengan melakukan terapi dan rutin minum obat, dokter juga bilang kalau untuk saat ini della harus di rawat inap dulu" ucap reyhan.
__ADS_1
Rizal menyandarkan tubuhnya di dinding rumah sakit, dia begitu lelah hari ini.bagaimana tidak belum selesai satu masalah, sudah timbul lagi kenyataan yang harus menyayat hati nya.