Kencan Buta Berujung Cinta

Kencan Buta Berujung Cinta
mimpi buruk


__ADS_3

🍑🍑🍑


Riri terus memperhatikan pintu kamar,sedari tadi dia sudah menunggu della tapi tak kunjung tiba.


Riri melihat jam dinding di kamar, sudah menunjukan pukul delapan malam tapi della belum juga pulang,.."kemana sih ni anak! Kok lama banget pulangnya,apa jangan-jangan lembur? Tapi kan tadi gue udah ngirim paket harusnya dari tadi tuh anak udah nelfon gue" riri membatin.


Riri meraih ponselnya dan menelfon nomor baru della di ponsel yang tadi siang di beli,nomor itu tidak aktif,.."kok ga aktif, ga mungkin kan tuh paket belum di terima sama della.! Kok perasaan gue jadi ga enak gini ya,gue susul deh".


Riri meraih kunci mobil dan hoodie segera meluncur menuju kantor della, riri melaju dengan kecepatan sedang.


*****


Brian dan rizal terdiam di dalam mobil,tidak ada suara yang keluar semenjak mereka mulai masuk kedalam mobil.


Rizal menghembuskan napas pelan beralih menatap brian,.."Gue tau lo benci sama della tapi gue ga pernah berpikir kalau lo bakalan kayak gini.!" rizal memejamkan mata.


Brian menatap rizal dan beralih menatap tas della,.."Gue ga ada maksud buat della kayak gini zal, gue kira dia bakalan nelfon lo.! Gue juga ga tau kalau ponsel dia rusak" brian membuang muka ke arah jalanan.


"Kalau gue tau kejadiannya kayak gini, gue ga bakal ninggalin della di jalan" lirih brian.


Hujan perlahan turun membasahi bumi,seakan mewakili perasaan brian dan rizal saat ini, hujan semakin deras bahkan di sertai dengan kilat dan petir.


Rizal melanjutkan perjalan mereka mencoba mencari della ke rumah sakit lainnya, sepanjang jalan helaan napas itu terus keluar dari mulut brian dan rizal.


rizal menatap jalanan dengan tatapan kosong, sudah berapa kali mereka hampir mengalami kecelakaan akibat rizal yang tidak fokus menyetir,pikiran rizal terus mengarah ke della.


Sudah ada Beberapa rumah sakit yang mereka datangi tapi tak kunjung menemukan della, bahkan hari sudah menunjukan pukul tiga pagi.


Brian yang paham mencoba untuk mengambil alih kemudi dari rizal,.."biar gue aja yang nyetir" ucap brian tanpa melihat rizal.


Rizal tidak menjawab, rizal menepikan mobil,..."kita balik dulu, ntar kita sambung buat cari lagi" ucap rizal bertukar posisi memberi brian alih kemudi.


Brian mengangguk setuju, mereka perlu mandi dan mendinginkan kepala agar bisa fokus mencari della, brian mulai melaju dengan kecepatan sedang.


****

__ADS_1


Mobil brio merah itu sudah sampai di kantor della,riri mencoba sekali lagi untuk menelfon nomor della tapi tetap tidak aktif.


Riri melihat sekeliling,kantor itu tanpa sepi,tiba-tiba Security datang menghampiri riri.


"Selamat malam mbak,ada yang bisa di bantu" tanya security bernametag ujang.


"Saya lagi nungguin teman saya pak," ucap riri melirik nametag itu.


"Tapi mbak hari ini tidak ada yang lembur di kantor" ucap pak ujung.


Riri bingung kalau di kantor della tidak lembur lalu kemana dia pergi,.."masa iya pak, tapi temen saya belum pulang" tanya riri tidak percaya.


"Benar mbak, hari ini tidak ada karyawan yang lembur,saya berani sumpah" ucap pak ujung menyakinkan riri.


Riri terdiam,tidak mungkin security ini berbohong terhadap dirinya,.."kalau gitu makasih ya pak." riri melangkah menuju mobil.


"Kemana sih itu anak,gue mau cari kemana coba" riri mulai melaju pelan mencoba melihat della di jalanan.


Hujan tak kunjung reda, riri mulai kesulitan mengemudi dengan cuaca hujan yang lebat,bahkan kilat dan petir ikut serta mengambil peran.


Tok..tok.. Della" panggil riri,riri membuka pintu kamar pelan, melihat sekeliling tak mendapati della di dalam ,bahkan riri sudah melihat kamar mandi, della juga tak ada.


"Ya allah,lo kemana dell" riri mulai merebahkan tubuhnya di kasur sambil memeluk guling.Perlahan mata riri tertutup, riri mencapai alam bawah sadarnya.


***


"Ini gue dimana, tempatnya kayak ga asing gini" riri terus melangkah sampai di sebuah taman,di sana riri dapat melihat mama Shila,bunda hana dan seorang wanita paru baya.


"Mama,bunda hana, itu siapa ya yang di sebelah mama" riri tak dapat melihat dengan jelas wajah wanita yang duduk di samping mamanya itu.


"Jangan main jauh-jauh ya sayang" Shila sedikit berteriak ke arah dua gadis kecil yang tengah sibuk bermain bola itu.


Riri melihat kedua gadis kecil itu,.."bukannya itu gue sama della, ini di mana sih" riri ingin melangkah lagi mendekat tapi kakinya tidak bisa bergerak.


"Mama ini riri, sebelah sini ma" panggil riri melambaikan tangan ke arah Shila, seakan tuli Shila tak merespon panggilan riri.

__ADS_1


Riri beralih melihat kedua gadis itu,.."ini gue di mana sih" riri melambaikan tangan kearah dua gadis itu, tetapi respon dari mereka sama seperti Shila.


"Kita main ke sana yuk" tunjuk gadis dengan pita berwana merah itu kearah tepi taman.


"Ayuk" jawab gadis dengan pita berwarna biru menghiasi rambut panjangnya.


Mereka mulai bermain bola,.."kamu jaga di sana ya ,aku sebelah sini" ucap gadis pita merah.


Gadis dengan pita biru itu berjalan berlawan arah, mereka mulai bermain bola bersama.tertawa bersama.


Wanita paru baya itu berdiri berjalan kearah dua gadis itu,..."kamu tangkap ya aku tendang nih" ucap gadis dengan pita merah itu mulai menendang bola berwana ping.


Bola melayang jauh ke jalan, gadis dengan pita biru itu berlari mengejar bola,tepat saat gadis itu mendapatkan bola berwarna ping itu.


Mobil berwarna putih itu melaju kearah gadis pita biru dengan kecepatan penuh,wanita paru baya itu berlari kearah gadis yang terdiam melihat mobil putih itu datang.


"Della" panggil wanita paruh baya itu memeluk gadis dengan pita biru.


"Tidak" ucap riri menutup mata dan telinganya.


"BRAK!!!!!... Mobil putih itu terguling jauh, gadis dengan pita biru itu terhempas ke seberang jalan, wanita paruh baya itu Tergeletak di sampingnya dengan wajah penuh darah.


Samar-samar gadis itu mendengar suara Shila dan bunda hana, berteriak memanggil namanya.


Denyut jantung gadis itu perlahan melemah, tangan wanita paruh baya itu terulur menyentuh tangannya,.."gapapa sayang,kamu kuat" ucap wanita itu sebelum gadis itu hilang kesadaran.


"Ga..ga..ga..,ga mungkin" ucap riri melihat apa yang baru saja di saksikan oleh nya.


****


"AAARRHHH TIDAK!!!!" riri terbangun dari mimpinya keringat kini membanjiri tubuh riri.


Riri menangis tersendu-sendu,.."kok gue mimpi ini lagi, gue kira gue udah sembuh" ucap riri semakin erat memeluk tubuhnya.


"Della, lo di mana?" riri semakin terisak.

__ADS_1


****


__ADS_2