
🍑🍑🍑
Della mulai merapikan mejanya, hari ini adalah hari terakhir della bekerja, tangan nya terus menyusun barang-barang,della melihat kotak berukuran sedang di tepi Komputernya.
"Apa ni" pikir della,melihat nama Penerima
"Punya gue" ucap della membaca siapa pengirim, della kaget ternyata itu paket dari om kevin,papanya riri.
Della membuka kotak itu, terdapat sebuah ponsel dan kartu ucapan di dalam, della mulai membaca kartu itu.
Ternyata itu hadiah yang di berikan kepada della atas ucapan selamat telah di Terima Bekerja.
Della senang dan juga sedih, dia baru saja mendapatkan kado tapi dirinya sudah tidak bekerja lagi.
Della mencoba menyalakan ponsel itu, setelah ponsel menyala della mengetik nomor riri, ternyata nomor riri, tante Shila dan om kevin sudah ada di kontak nya.
"Gue harus bilang makasih sama om kevin" ucap della pelan.
Della kembali merapikan mejanya, kotak besar berisi barang-barang Miliknya di letak di sudut meja, della berencana akan makan siang bersama dengan rekan-rekan nya baru dia beranjak pergi dari perusahaan itu.
Pintu ruangan brian terbuka,della buru-buru berdiri, membungkuk memberi salah kepada brian.
Brian hanya diam saja, menatap della pun tidak, brian berlalu begitu saja.
Delle melirik brian sekilas ,kembali fokus menatap lantai takut brian akan marah lagi.
Tok..tok..."della makan yuk"ucap rizal mengetuk meja della
Della melirik jam tangannya, bener sudah Waktunya makan siang,. "Baik pak" ucap della.
Mereka turun menemui anggun, chika dan rere, saat mereka turun della melihat brian sedang menelfon seseorang di ujung lobby,della Menghentikan langka nya takut brian akan marah.
"Kenapa del.?" tanya rizal
"Gapapa pak,mari pak" ucap della mempersilakan rizal jalan duluan.
"Della" panggil rere, membuat brian menatap della dengan tajam.
"Iya mbak" ucap della ragu-ragu
"Mau makan siang kan, bareng yuk" ucap rere , di ikuti chika dan anggun
"Boleh mbak sama pak rizal juga ya" ucap della pelan.
"Boleh dong,masa iya ga boleh" ucap chika tersenyum.
Mereka berlima berjalan tanpa melihat keberadaan brian di ujung lobby, della berjalan dengan perlahan mengikuti langka mereka berempat.
Brian terus menatap della dengan tajam,.."Gue mau info kapan jadwal penerbangan dia ke bandung, gue butuh segera" ucap brian memutuskan panggilan sepihak.
"Sekarang lo boleh ketawa-tawa sepuas nya tapi tunggu aja pembalasan gue" ucap brian.
****
"Mbak, boleh ga kalau hari ini kita makan mie ayam" ucap della ragu
"Boleh aja sih, lo pada mau ga.?" tanya anggun pada chika dan rere
"Gue ma hayuk mbak" ucap chika di angguki oleh rere
"Saya juga tidak masalah" ucap rizal
"Oke, kalau gitu kita makan mie ayam" ucap rere mulai melangkah.
Tidak butuh waktu lama untuk sampai di warung mie ayam milik mang udin.
"Eh si eneng kemana aja, ga perna kelihatan" ucap mang udin
__ADS_1
Della tersenyum,.."saya kemaren lagi ga enak badan pak" ucap della
"Berhubung eneng baru sembuh,mang udin kasih yang spesial deh mie ayam nya" ucap mang udin
"Kita ga dapat yang spesial juga mang.?" tanya rere
"Ini khusus untuk neng cantik" ucap mang udin
"Jadi menurut mang udin kita ga cantik" ucap chika dengan sinis
"Cantik-cantik neng" ucap mang udin takut chika akan mengamuk
"Bapak mau makan apa.?" tanya della
"Saya mau makan mie ayam yang spesial seperti punya kamu" ucap rizal.
Chika dan rere saling pandang, mendengar perkataan rizal barusan,.."kayak nya pak rizal emang beneran suka deh sama della" ucap rere pelan.
Chika mengangguk kepalanya.
"mbak anggun mau makan apa.?" tanya della
"Bakso deh del, lagi pengen bakso gue" ucap anggun
"Gue mau mie ayam bakso" ucap rere
"Rakus bener lo, ntar kagak habis lagi" ucap anggun
"Iya ni banyak banget makan nya,gue mau bakso juga deh del" ucap chika
"Suka-suka gue dong, gue lapar tau" ucap rere.
Della tersenyum melihat mereka bertiga,.."minumnya kayak biasa kan mbak.?" tanya della lagi
"Es teh aja deh del semua nya" ucap rere
"Siap neng" ucap mang udin
Tidak menunggu lama pesanan mereka sudah jadi,mereka mulai makan.
"Del, lo kemana semalam, kok ga masuk.?" tanya anggun melirik della
"Gue ga enak badan mbak" ucap della tersenyum
"Pasti berat banget ya jadi sekretaris pak brian" ucap chika
Rere langsung menyenggol lengan chika, takut rizal marah.
"Maksud gue, kan jadi sekretaris capek, kerjaan nya banyak" ucap chika melirik rizal sebentar dan beralih ke della.
"Kerja nya ga banyak kok mbak, gue aja yang emang kurang sehat belakangan ini" ucap della lagi.
"Kalau lo butuh apa-apa ngomong sama gue ya del, gue bakalan bantu lo" ucap anggun
"Iya tuh kita juga bakalan bantu lo,iya ga chik" ucap rere
"Bener tuh dengan senang hati" ucap chika lagi
Della tersenyum melihat mereka bertiga.." makasih ya mbak" ucap della
Rizal terus memperhatikan della, ada sedikit rasa khawatir di benak nya.
*****
Reyhan turun lebih dulu dari mobil untuk membantu riyan.
"Gue bisa rey" ucap riyan menolak bantuan reyhan
__ADS_1
"Iya deh, gue ga akan bantu" ucap reyhan mulai membuka pintu cafe.
"Kita mau buka langsung hari ini.?"tanya riyan
"Kagak lah ,besok aja pasti lo capek" ucap reyhan manarik kursi untuk riyan
"Gue gapapa" ucap riyan
"Gapapa pala lo, liat tuh kaki sama tangan lo" ucap reyhan menunjuk luka riyan
"Udah ga Sakit lagi" ucap riyan
"Kagak mau, pokoknya besok baru buka" ucap reyhan
"Serah lo deh" ucap riyan membuka jaketnya.
"Oiya yan, gue ada berita bagus buat lo" ucap reyhan
"Apaan.?" tanya riyan
"Lo ingat ga waktu itu della ada pinjam hp gue" ucap reyhan mengeluarkan ponselnya.
"Iya ingat, emang kenapa.?" tanya riyan
"Waktu itu della nelfon teman kost nya, dan lo tau teman kost della itu cewek yang waktu itu gue tolongin" ucap reyhan
"Kapan lo nolongin cewek.?" tanya riyan bingung
Reyhan mulai menceritakan kejadian kemarin waktu dia menolong riri.
"Oh pantes aja lo senyum-senyum waktu itu" ucap riyan
"Hehehe, tuh cewek cantik tau sama kayak della" ucap reyhan tak berbohong.
Riri dan della memang memiliki paras wajah yang cantik.
"Terus apa hubungan coba,tuh cewek sama della.?" tanya riyan
"Lo begok atau gimana sih, ya buat minta nomor della la" ucap reyhan
"Buat bunda.?" tanya riyan lagi
"Ya iya lah ,kan ga mungkin buat lo" ucap reyhan lagi.
"Gue juga ga minta tuh" ucap riyan cuek
"Yakin lo.!! Padahal gue ada niatan buat ngasih nomor della tau buat lo" ucap reyhan menahan senyum
"Kalau lo maksa ya apa boleh buat" ucap riyan
"Kampret emang ni anak, sok-sokan nolak lagi lo padahal mau" ucap reyhan
"Gue kan ga minta, lo aja yang maksa atau lo emang ga niat mau ngasih tau gue kan" ucap riyan lagi
"Hem ini ni, awas aja lo ya, gue ga akan bagi tau nomor della sama lo" ucap reyhan lagi
"Gue tinggal minta sama bunda" ucap riyan santai
"Ha kan.!!! Lo juga pengen dapat nomor della" ucap reyhan geram.
"Berisik lo!! Ucap riyan berjalan ke arah lantai dua untuk beristirahat.
Cafe milik reyhan memiliki kamar di lantai dua, untuk mereka beristirahat,kadang mereka juga tidur di cafe.
"Gue belum selesai ngomong kampret" ucap reyhan berteriak.
******
__ADS_1