
Pagi ini hujan begitu deras,riri berniat akan ke jakarta untuk menemui hana.
Riri berencana menginap di sana selama Beberapa hari untuk melepaskan rasa rindu yang sudah lama tertahan di hati.
Dia sangat ingin pergi bersama dengan della agar bisa berkunjung ke salah satu makam yang sudah lama tidak mereka kunjungi.
Mobil merah itu melaju pelan membelah jalanan yang sedikit licin akibat hujan deras yang turun seakan mewakili perasaan riri hari ini.
Perlahan mata brian terbuka,dia merasakan sesuatu di kening nya dan mendapati handuk kecil.
Brian duduk, dia kaget melihat della yang tertidur di samping nya dengan posisi duduk di bangku,tangan sebagai bantal.
Brian menatap handuk dan della bergantian,pandangan nya teralih ke meja di sana ada wadah kecil berisi air.
"Gue demam!! Terus nih cewek ngerawat gue" batin brian menatap della.
Tangan brian merapikan rambut della yang menutupi sebagian wajah nya,della begitu cantik walau pun sedang tertidur seperti ini.
Tangan brian mengelus lembut rambut della dan beralih menyentuh wajah della,brian tersenyum seakan hanyut dalam wajah cantik della.
Della merasakan sesuatu di pipinya,dia merasa terusik.
Brian menarik tangan nya, wajah nya kembali datar seperti biasa.
Mata della perlahan terbuka,della teringat akan brian yang sakit dia buru-buru menegakkan tubuh nya dan mendapati brian yang tengah menatap dia dengan tajam.
Della menelan ludah nya, dia pasrah sekarang kalau brian akan memarahi nya.
Della menunduk dan memainkan jarinya,menunggu semprotan dari brian.
Setelah beberapa menit brian tidak berucap apa-apa, della heran sendiri apa hari ini brian tidak akan marah terhadap nya.
Della menatap brian sebentar dan kembali menunduk.
"Lo ngapain masih di sini.?" tanya brian dengan raut wajah datar.
"Hm"..della ragu untuk bersuara,
"Keluar!!" ucap brian
Della buru-buru mencapai pintu tetapi kembali berhenti ketika brian mema
"Lo mau ninggalin makanan basi di kamar gue! Lo mau bunuh gue!!" ucap brian melirik makanan di meja
"Maaf pak" ucap della merapikan nampak dan wadah berisi air beserta handuk kecil.
Della berjalan keluar kamar dengan tergesa-gesa ,saat pintu itu tertutup brian memegangi dada nya seperti ada yang mengusiknya di dalam sana.
__ADS_1
Reyhan terus mengetuk pintu kamar riyan tetapi riyan sama sekali tidak membukanya.
"Yan" panggil reyhan masih dengan mengetuk pintu kamar riyan.
"Gue tau lo udah bangun, buka pintu nya yan" sambung reyhan lagi
Tetapi respon riyan tetap sama, tidak bersuara sama sekali.
Reyhan juga merasa sangat terpukul oleh ungkapan kebohongan yang selama ini di sembunyikan dari riyan.
Reyhan juga tidak menyangka bahwa sherly akan menutupi ini semua selama bertahun-tahun dari riyan.
Reyhan menghela napas nya,.."lo mau makan apa.? Biar gue masakin" ucap reyhan lagi.tetapi riyan hanya diam.
Di dalam kamar, riyan berdiri di tepi pagar balkon terus menatap ke bawa, pandangan nya begitu terlihat kosong.
Dia tidak pernah berpikir orang yang sangat dia sayangi dan hormati bisa menyembunyikan hal besar dari dirinya selama bertahun-tahun.
Riyan menutup matanya membiarkan angin pagi menerpa wajahnya.
Della yang hendak membereskan meja yang ada di balkon tidak sengaja menatap kearah riyan.
"Pagi kak riyan" ucap della tersenyum.
Riyan membuka mata nya dan menatap della, entah kenapa della begitu sangat cantik hari ini dengan kaos besar dan rambut yang di ikat sembarang.
"Kakak kenapa pagi-pagi udah keluar aja,ga dingin.?" tanya della sambil merapikan meja dan bangku
"Ga dingin kok! Lo rajin banget ya, tiap hari gue liat lo ga ada capek-capek nya" ucap riyan
"Ya gimana kak, di bilang capek ya pasti capek! Tapi ini udah tugas aku kan" ucap della.
"Gue iri sama suami lo" ucap riyan tersenyum getir
"Maksud kakak.?" tanya della tidak mengerti akan ucapan riyan
"Gue iri sama suami lo, kenapa harus dia yang ketemu sama lo duluan, kenapa bukan gue" ucap riyan masih dengan senyum getir nya
Della terdiam akan ucapan riyan,apa maksud riyan mengatakan ini kepada della, kenapa riyan harus iri kepada brian, pikir della.
"Della" panggil riyan
Panggilan riyan membuyarkan lamunan della,.."iya kak" ucap della cepat.
Riyan tertawa,."udah! Ga usah di pikirin,gue tadi cuma asal ngomong aja" ucap riyan agar della tidak canggung dengan nya.
"Oiya, gimana sama tawaran gue kemarin.?" sambung Riyan
__ADS_1
"Kayak nya aku ga bisa deh kak" ucap della pelan
"Ga boleh ya sama suami lo?" tanya Riyan
Della mengangguk.
Riyan tersenyum,.."gapapa,berarti suami lo ga pengen liat istrinya capek" ucap riyan
Della terdiam,.."lo salah kak, gue malah ngerasa lebih capek lagi kalau di sini" batin della.
"Kalau gitu aku masuk ya kak, mau masak dulu" ucap della
"Oke" jawab Riyan menatap della kembali masuk.
Riyan menghembuskan napas nya,.."kalau gue bisa minta sama tuhan, gue mau balik ke masa lalu" batin Riyan.
Mobil merah itu tiba di gerbang yang bertuliskan *panti asuhan mentari*.
Riri keluar dan menatap sekeliling panti, tidak ada yang berubah sama sekali dengan tempat ini,masih sama sepeti dulu.
Kaki riri melangkah ke arah taman bermain yang ada di tepi jalan.
Kaki nya menghampiri bangku yang sedikit dekat dengan jalan, pandangan nya terarah ke jalanan.
Bayangan itu kembali terlihat jelas di benak nya,mobil yang melaju cepat, seorang anak perempuan yang berlari mengejar bola ,Bahkan wanita yang tertabrak.
Riri memukul dada nya begitu sakit, napas nya terasa sesak,..." kalau bukan karena gue, lo pasti masih tetap di sini bareng gue sama della,maafin gue" ucap riri menangis.
Bunda hana keluar hendak menghampiri riri tetapi dia hanya mendapati mobil riri saja, hana berjalan mencari riri.
"Riri" panggil hana
Hana berjalan ke arah taman dari kejauhan dia dapat melihat riri yang tengah menangis sambil memukul dada nya, hana sedikit berlari menghampiri riri.
"Riri! Udah nak" ucap hana mengelus punggung riri
"Bunda, aku minta maaf" ucap riri masih menangis
"Kamu ga salah sayang, kamu ga salah" ucap hana memeluk riri
"Kalau bukan karena aku, dia pasti masih di sini bunda" ucap riri semakin terisak
"Ini semua udah takdir tuhan sayang, kamu tidak boleh menyalahkan diri kamu" ucap hana terus mengelus punggung riri
"Argh!! Aku ga bisa maafin diri aku sendiri bunda" ucap riri lagi
Hana ikut menangis mengingat kejadian yang menimpa kedua gadis muda yang sudah di rawatnya sejak dulu,.."dia udah tenang sayang jangan di ingat lagi, bunda mohon" batin hana
__ADS_1