
🍑🍑🍑
Sepanjang jalan menuju kantor, riri terus saja tersenyum bahagia.
"Lo kenapa sih, horor tau ga liat senyum lo" ucap della
"Gue lagi bahagia tau" ucap riri lagi
"Lo bahagia, gue menderita" sindir della
"Lo kok gitu sih del, gue tuh bahagia karna lo mau bantuin gue" ucap riri dengan senyum lebar.
"Iya kan sama aja dong, gue yang menderita" ucap della lagi.
"Jadi lo ga ikhlas nolongin gue.?" tanya riri dengan wajah cemberutnya.
"Ga usah mulai deh ri" ucap della kalau sudah begini della pasti luluh.
"Iya-iya, tapi makasih banget lo udah mau bantuin gue ,gue serius ini" ucap riri menepikan mobilnya saat sudah sampai.
"Iya sama-sama, puas lo" ucap della.
"Gue cabut ya zeyeng" ucap riri melajukan mobilnya.
"Hati-hati lo " ucap della melambaikan tangan nya
Della menghela napasnya,.."semoga hari ini lebih baik dari hari sebelumnya ya allah" ucap della pelan.
Della mulai memasuki kantor menuju lift, saat pintu lift akan tertutup tiba-tiba sebuah tangan kekar menahan pintu lift itu.
Della terkejut, ternyata itu brian.
Brian menatap della dengan dingin, dan memasuki lift, della mundur ada perasaan tidak tenang saat melihat brian.
"Kenapa bisa ketemu sih" batin della memegang erat tali tas nya.
Tiba-tiba pintu lift berhenti di lantai tiga, banyak karyawan lain yang masuk,sehingga berdesakan.della semakin terhimpit di belakang.
Brian mundur tepat di depan della, tangan kekar itu menyentuh pinggiran dinding lift tepat di sebelah pinggang della karna ada karyawan laki-laki yang terus mundur hampir menyentuh della.
Della tertegun melihat tangan kekar itu,.."ini maksud nya apa coba" batin della.
Pintu lift terbuka, karyawan lain sudah turun tapi brian belum juga melepaskan tangan nya dari pinggiran lift,della bingung.
Baru saja della akan bersuara tiba-tiba brian langsung pergi begitu saja, della semakin bingung di buatnya.
"Apaan sih, gue kan takut nih jantung gue hampir pindah tau ke ginjal" batin della.
Della berjalan menghampiri mejanya, pandangan della tertuju pada hiasan bunga mawar yang sempat di beri oleh brian kemarin.
__ADS_1
"Bunga gue kemana,di buang atau gimana" ucap della pelan terus mencari bunga itu.
"Kamu cari apa.?" tanya rizal yang baru saja datang.
"Selamat pagi pak" ucap della membungkuk
"Pagi della " ucap rizal tersenyum
Della memperhatikan wajah lebam rizal,.."bapak kenapa.?" tanya della melirik sudut bibir rizal yang luka.
"Saya habis jatuh semalam" ucap rizal berbohong
Della mengerutkan kening nya tak percaya akan omongan rizal,.." kalau gitu apa bapak butuh sesuatu.?" tanya della lagi
"Boleh tolong buatkan saya kopi" ucap rizal
"Boleh pak, sebentar ya pak" ucap della berlalu menuju pantry.
Rizal tersenyum melihat della kini sudah jauh lebih membaik dari sebelumnya.
*****
Saat della membuat kopi dan teh madu untuk rizal dan brian, chika datang dengan barbar nya.
"Della" pekik chika
Della terkejut mendengar teriakan chika sehingga tangan della terkana air panas,.."aw, panas" ucap della.
"Gue gapapa mbak" ucap della menahan sakit.
"Gapapa gimana!! Ini tangan lo kena air panas" ucap chika
"Gue beneran gapapa mbak, ga panas kok air nya" ucap della bohong.
"Gue ga buta ya della, itu air pasti panas" ucap chika lagi.
"Hehehe, panas dikit kok mbak lagian gue ada salep di laci" ucap della lagi.
"Bener lo gapapa.?" tanya chika
"Iya beneran mbak" ucap della
"Della duduk sini dulu" ucap chika menuntun della untuk duduk.
"Lo kemana semalam.?" tanya chika
Della terdiam berpikir mencari alasan apa yang tepat,.."gue ga enak badan mbak" ucap della berbohong lagi
"Oh lo ga enak badan,oiya gue ada gosip" ucap chika lagi
__ADS_1
"Gosip apa sih mbak" ucap della
"Kemaren waktu lo ga masuk, ada cewek cantik nyariin pak brian tau" ucap chika
"Cewek cantik.!! Siapa mbak.?" tanya della
"Denger-denger sih pacarnya pak brian" ucap chika
"Tapi kata mbak rere, pak brian belum bisa move on mbak" ucap della lagi
"Iya siapa tau udah bisa move on kan" ucap chika
"Iya juga sih mbak, terus gosipnya apa mbak.? tanya della
"Kan gue udah kasih tau lo barusan" ucap chika kesal.
"Oh itu mbak gosipnya kirain ada yang lain" della tertawa.
"Oiya ada lagi, lo mau dengar ga.?" tanya chika
"Ga mau sih mbak tapi kalau mbak maksa,gue bakalan dengerin" ucap della
"Ya udah gue maksa kalau gitu, jadi kan semalam itu pak brian sama pak rizal ga masuk kantor" ucap chika
"Ga masuk kantor!, maksud nya mbak.?" tanya della
"Masa iya lo ga paham sih del, cetek bener otak lo" ucap chika
"Ya emang gue ga ngerti mbak" ucap della kesal
"Semalam tuh pak rizal datang ke kantor cuma ngambil mobil doang udah gitu cuma pakai baju santai lagi" ucap chika
"Terus mbak otak gue ga konek ni" ucap della berpikir keras dengan omongan chika
"Semalam kan tuh ada cewek yang nyari pak brian ke kantor tapi pak brian nya ga ada, selepas tuh cewek pergi pak rizal datang, bisa jadi kan pak rizal itu datang ke kantor buat jemput tuh cewek biar bisa ketemu sama pak brian" ucap chika panjang lebar.
"Oh gitu mbak" ucap della mulai mengerti.
"Kok lo cuma oh doang del" ucap chika sewot.
"Lah terus gue harus gimana mbak.?" tanya della dengan polosnya
"Kagak tau deh gue del, capek gue ngomong sama lo" ucap chika berdiri dan pergi meninggal della.
"Lah gue salah!, lagian semalam pak rizal jemput gue juga" batin della
Della membawa nampan berisi teh dan kopi,della menghela napas pelan ketika sampai di depan pintu ruangan brian.
"Gue pasti bisa" ucap della pelan.
__ADS_1
*****