
🍑🍑🍑
Reyhan menghampiri riyan yang tengah duduk di depan cafe.
"Yan" panggil reyhan
"Hm" ucap riyan
"Gue ada Berita bagus buat lo" ucap reyhan ikut duduk
"Apaan" ucap riyan menatap jalanan
"Gue udah dapat nomor della" ucap reyhan
"Seriusan lo" ucap riyan
"Gue serius, lo mau ga.?" tanya reyhan
"Kalau lo maksa" jawab riyan
Riyan mengeluarkan benda pipih itu dari saku celananya dan memberikan kepada reyhan
"Bilang aja lo mau, sok banget sih lo" ucap reyhan
Reyhan mulai mengetik nomor della di ponsel riyan, sebuah ide muncul di benak reyhan ,tangan nya dengan sengaja menelfon nomor della.
Sambungan terhubung.
"Eh, ini della nelfon lo" ucap reyhan
Reyhan berlari kedalam cafe meninggalkan riyan yang kebingungan.
"Halo" ucap wanita di seberang sana
Mau tidak mau riyan harus menjawab, karna ulah reyhan
"Halo della" ucap riyan
"Siapa ya.?" tanya della dengan suara khas bangun tidur
"Ini gue riyan" ucap riyan tersenyum
"Halo kak riyan, ada apa telfon della pagi-pagi" ucap della
Della belum sepenuhnya sadar, nyawa nya belum terkumpul semua.
"Ini udah siang della, bukan pagi lagi" ucap riyan
"Belum tau kak matahari aja belum keluar" ucap della lagi
"Lo keluar dulu deh, liat langit" ucap riyan
Della yang belum sadar mengikuti ucapan riyan, dia berjalan kearah jendela dan dengan polos nya della membuka gorden jendela.
Sinar matahari itu menyadarkan della dari tidur nya.
"Gimana masih mau bilang ini pagi" ucap riyan
Della bingung sendiri mendengar suara bariton dari ponselnya, della terdiam mencoba mencerna apa yang terjadi barusan
"Halo del" sapa riyan.Ketika ponsel itu hening beberapa menit.
"Halo" jawab della
Riyan tertawa seperti nya della baru saja sadar dari tidurnya.
"Ini gue riyan, lo jangan bingung gitu dong" ucap riyan
__ADS_1
Della terkejut, ternyata suara bariton itu milik Riyan.
"Iya kak, maaf ya" ucap della malu
"Gapapa kok, oiya lo ga kerja.?" tanya riyan
"Della udah resign kak" ucap della
Della berjalan kearah kasur nya dan kembali merebahkan tubuhnya.
"Kok bisa.?" tanya riyan lagi
"Della ngerasa ga pantas aja kak" ucap della
"Terus lo udah dapat kerja baru.?" tanya riyan
"Belum kak" ucap della pelan
"Kalau gitu lo mau ga kerja di cafe gue, ya kalau lo mau sih" tawar riyan
"Mau kak " ucap della tanpa pikir panjang.
Riyan terus tersenyum,.."kalau gitu gue serlok ya" ucap riyan
"Oke kak, kalau gitu della siap-siap dulu ya"ucap della
"Oke,gue tutup ya" ucap riyan menutup panggilan.
Riyan terus tersenyum menatap layar ponselnya, tangan nya mulai mengetik nama della dengan *small angel*
Semua itu tidak luput dari perhatian reyhan.
"Gue bakalan selalu dukung lo" batin reyhan.
****
Rizal keluar dari ruangan nya hendak meminta della membuat kopi seperti biasanya, tapi langkah nya terhenti ketika melihat sosok gadis yang berbeda mengisi meja della.
Rizal melihat meja della dan beralih menatap gadis itu,rizal tersenyum.
"Kamu siapa.?" tanya rizal
"Oh maaf pak atas ketidak sopanan saya, saya adalah sekretaris baru pak brian, nama saya sella pak" ucap gadis itu
"Sekretaris.?" tanya rizal memastikan kalau dia tidak salah dengar.
"Iya pak, saya baru bekerja hari ini" ucap sella.
Rizal mengepalkan tangan nya,apa maksud brian dengan sekretaris baru.pikir rizal.
Tanpa mengatakan apa pun rizal memasuki ruangan brian dengan brutal, brian tidak terkejut sama sekali, dia sudah menduga cepat atau lambat rizal akan tau.
"Maaf pak tapi bapak tidak boleh masuk ruangan pak brian sembarangan" ucap sella menghalangi rizal melangkah menuju meja brian
"Biarkan!! Kamu keluar" ucap brian
Sella melirik rizal.."baik pak" ucap sella berlalu keluar.
Rizal membuka jas nya dan melonggarkan dasi nya.
"Maksud lo apa ha!! Ucap rizal
Brian menaikan sebelah alisnya,.."harus nya gue yang tanya,maksud lo apa kayak gini!" ucap brian santai
"Lo pecat della!!!" ucap rizal
"Kalau iya kenapa.!!" ucap brian
__ADS_1
"Gila ya lo!! Lo bahkan belum minta maaf sama della" ucap rizal menatap brian tajam
"Gue bos nya, suka-suka gue dong lagian kenapa gue harus minta maaf sama tuh cewek" ucap brian cuek
"Lo ga merasa bersalah sama della!!" ucap rizal
"Emang gue buat salah apa.?" ucap brian lagi
Rizal mengepalkan tangan nya, berbicara dengan brian bukan la solusi yang baik.
Rizal hendak pergi, tapi suara brian menghentikan langkah nya.
"Gue ga akan perna berhenti buat dia menderita zal, dan lo harus tau itu" ucap brian.
"Dan gue ga akan perna biarin lo buat nyakitin della lagi mulai dari detik ini dan lo harus tau itu" ucap rizal Penuh penekanan di setiap katanya dan meninggalkan brian
"ARGH..... Gue benci lo della" ucap brian membanting semua barang-barang yang ada di meja.
Rizal berjalan menuju kost della, dia akan mencoba berbicara dengan della perihal mengapa della di pecat.
Rizal melaju dengan cepat, emosi nya kini sudah memuncak bahkan hampir meledak.
*******
Cindy berjalan kearah ruangan sherly, dia sudah mendapatkan info yang sherly minta.
"Mbak" panggil cindy membuka pintu itu pelan.
"Masuk" ucap sherly
"Mbak ,ini data yang mbak minta kemarin" ucap cindy memberikan map putih kepada sherly
"Wah makasih loh cindy" ucap sherly mulai membaca data-data tentang della.
"Sama-sama mbak" ucap cindy
Sherly terus membaca data della itu.
"Mbak yakin ini della yang sama.?" tanya cindy
"Mbak yakin, dari info yang kamu bagi sama mbak hari ini semakin memperkuat bukti kalau della ini della yang sama" ucap sherly.
"Tapi mbak bukan nya della ada duan ya mbak.?" tanya cindy lagi
"Iya kamu benar, karna itu mbak mau cari tau kembaran della" ucap sherly
"Apa kita perlu ke panti mbak.?" tanya cindy
Sherly tampak berpikir sejenak,.."itu ide bagus tapi mbak mau coba cari tau della yang dulu mbak rawat benar della yang barusan mbak tolong" ucap sherly
"Aku ikut mbak aja, tapi kalau mbak mau ke panti bilang sama aku ya mbak" ucap cindy
'Iya, mbak bakalan ajak kamu" ucap sherly
"Mbak, aku mau nanya" ucap cindy
"Mau nanya apa.?" tanya sherly
"Mbak nyari della apa ada sangkut paut nya sama riyan.?" tanya cindy hati-hati
"Kamu benar, mbak nyari della karna riyan" ucap sherly menutup map putih.
"Mbak belum cerita sama riyan.?" tanya cindy
"Mbak belum bisa cerita sama riyan, mbak belum siap kalau riyan benci sama mbak" ucap sherly lirih
"Riyan pasti ngerti mbak" ucap cindy mengelus bahu sherly.
__ADS_1
"Mbak harap juga gitu cindy" ucap sherly lirih.
*****