Kencan Buta Berujung Cinta

Kencan Buta Berujung Cinta
cantik


__ADS_3

🍑🍑🍑


Riri tak bisa tidur akibat mimpi buruk yang di alaminya, riri menatap kasur della masih rapi menandakan sang empunya belum juga pulang.


Riri berniat meminta bantuan kepada papa kevin untuk mencari keberadaan della tapi urung ketika riri mengingat bos della yang galak,.."gue harus temuin tuh cowok gila,bisa aja kan dia tau keberadaan della" batin riri bersiap-siap menuju kantor tempat della berkerja.


Sekitar dua puluh menit riri sudah siap,riri setengah berlari menuju garasi,mobil brio merah itu melaju dengan pelan melintasi jalanan yang padat.


Riri keluar dari mobil menatap kantor yang menjulang tinggi itu,perlahan kakinya memasuki kantor itu.


"Permisi mbak apa saya bisa ketemu dengan pemilik perusahaan ini?" tanya riri menghampiri resepsionis itu.


"Apa sudah buat janji mbak? Tanya resepsionis itu.


"Belum mbak, saya teman masa kuliah nya dulu" ucap riri berbohong.


"Maaf mbak tapi kalau mau ketemu pak brian harus buat janji terlebih dahulu" ucap resepsionis itu sopan.


"Oh jadi nama tuh cowok gila brian"batin riri,.."Tapi pak brian yang nyuruh saya kesini mbak" ucap riri meyakinkan resepsionis itu.


"Baik mbak,kalau begitu silakan duduk dulu mbak" resepsionis itu menelfon seseorang.


"Maaf mbak tapi pak brian tidak masuk kantor hari ini" ucap resepsionis itu kepada riri.


"Apa.!!! Riri kaget mendengar ucapan resepsionis itu, usaha riri sia-sia datang ke kantor.


Riri tak kehabisan ide,.."apa saya boleh minta alamat rumah nya mbak" tanya riri lagi.


Resepsionis itu berpikir sejenak,seakan tau riri langsung menambah ucapanya,.." saya baru balik dari jakarta mbak jadi hari ini baru mau ketemu pak brian, saya tidak tau alamat lengkap beliau" ucap riri berbohong lagi.


"Baik kalau begitu mbak," resepsionis ini memberi alamat apartemen brian kepada riri.


"Yes" riri berteriak senang di dalam hati,.."makasih ya mbak" ucap riri keluar dari kantor itu.


"Awas aja kalau lo sampai ngapa-ngapain della, gue mampusin lo" ucap riri memasuki mobil brio merah itu.Menuju apartemen brian.


****

__ADS_1


Pagi itu rizal tidak pulang ke apartemen miliknya, dia menginap di apartemen milik brian.kedua nya seakan menjadi orang asing.


Tidak ada lagi pembicaraan di antara mereka semenjak kejadian della hilang,kini keduanya sedang duduk di meja makan.sudah sekitar lima belas menit mereka hanya diam menatap sarapan pagi.


Brian bahkan hanya mengaduk-aduk makanan sedangkan rizal tidak menyentuh makanan itu sama sekali, selera makan mereka hilang begitu saja.


Rizal berdiri memasuki kamar tamu yang di tempati nya semenjak tadi pagi, rizal Menganti pakaian nya,mulai mencari jaket. Hari ini rizal akan mencari della lagi sekitaran tempat brian meninggalkan della kemarin.


Beberapa saat kemudian rizal keluar dengan pakaian santai,brian menatap rizal mulai berjalan kearah pintu.


Suara bariton brian menghentikan langka rizal,..."Gue ikut zal" brian berdiri hendak berjalan kekamar.


Rizal lebih dulu menjawab,..'lo ga perlu ikut, ini kan yang lo mau.!! Gue bisa cari della sendiri." ucap rizal membanting pintu keluar.


Brian mengusap wajah dengan kasar,.."Gue ga mau lo benci sama gue zal, gue juga bakal nyari della" brian melangkah Menganti pakaian,memakai jaket dan meraih kunci mobil menyusul rizal.


Rizal mulai menaiki taksi menuju kantor untuk mengambil mobil jazz miliknya,brian mulai melajukan mobil keluar parkiran menuju tempat dia meninggalkan della.


Mobil Fortuner hitam itu keluar sedangkan mobil brio merah itu baru saja akan memasuki parkiran apartemen milik brian.


Riri keluar dan berjalan memasuki lift menuju apartemen milik brian,pintu lift terbuka, riri berjalan pelan melirik pintu itu,.."benar,ini ni kamarnya" ucap riri pelan.


Sudah sepuluh menit riri berdiri terus mengetuk pintu itu tapi tak kunjung di buka,.."kayak nya ga ada orang deh, ya ampun sia-sia usaha gue kesini" batin riri.


Riri meninggalkan apartemen brian,dengan langkah lesu,.."gue harus cari kemana lagi" pikir riri.


****


Reyhan membantu riyan untuk turun kebawah, karna kamar riyan berada di lantai dua.


Di meja makan sudah ada, sherly dan daffa, sherly menyiapkan sarapan buat mereka, daffa melihat reyhan dan riyan turun.


Daffa berdiri menghampiri mereka berdua dan ikut membantu putra nya itu untuk berjalan,.."kamu kok turun bang,kan bunda bisa antar makanan ke kamar." ucap sherly memperhatikan riyan.


"Riyan batu banget ni bunda, tadi reyhan juga udah bilang tunggu di kamar aja" ucap reyhan menarik kursi untuk riyan.


Riyan duduk,.."abang mau sarapan sama-sama bunda" ucap riyan.

__ADS_1


Daffa kembali duduk begitu juga dengan reyhan,.."bunda masak apa ni.? Tanya reyhan melihat ada banyak makanan di meja.


"Kamu mau apa rey biar bunda ambilin" tanya sherly sambil mengoles roti dengan selai coklat.


"Reyhan mau makan nasi goreng sosis itu bun" tunjuk reyhan


"Kamu ya selalu aja makan nasi goreng sosis, ga bosan bosan" balas sherly mengambil nasi untuk reyhan.


"Selagi bunda yang masak reyhan ga akan perna bosan bunda" ucap reyhan mulai makan.


Riyan melihat sekeliling mencari seseorang,sherly yang paham langsung berucap,..."nyariin siapa sih abang sampai segitunya" goda sherly


Riyan menatap sherly,.."mbak nya mana bunda.?" tanya riyan


"Cie..cie.. Yang nyariin, kangen ya lo!" balas reyhan menggoda riyan.


"Berisik banget sih lo" riyan berdecak kesal.


"Ada di kamar,bentar ya bunda panggilan dulu" sherly berjalan kearah kamar della.


Baru setengah jalan, pintu sudah terbuka menampilkan della dengan dress selutut bermotif bunga, pas di tubuh della.perlahan della mendekat kearah sherly dengan sedikit tertatih-tatih akibat luka di kaki.


Riyan menatap della tanpa berkedip,.."cantik" ucapnya pelan, sangat pelan tapi masih bisa di dengar oleh reyhan.


Reyhan menyenggol lengan riyan,.."udah kali yan liat nya, mau jatuh tuh mata lo" ucap reyhan menahan senyum.


"Apaan sih lo ganggu aja" ucap riyan memukul bahu reyhan pelan.


Sherly membantu della untuk berjalan menuju meja makan,reyhan berdiri dan menarik kursi untuk della.


Riyan menatap Reyhan dengan mata memicing, reyhan yang sadar langsung mengedipkan matanya sebelah kearah riyan.


"Setan lo" ucap riyan keceplosan.


Sherly menegur riyan,.."abang ngomong nya kok kayak gitu" sherly menatap riyan heran.sedangkan reyhan tersenyum penuh kemenangan.


"Maaf bunda" ucap riyan pelan menatap tajam reyhan.

__ADS_1


Reyhan yang di tatap mala tersenyum mengejek,..."anak Dajjal emang" batin riyan.


****


__ADS_2