
Riri terbangun dari tidurnya, ternyata semalam dia tertidur akibat terlalu banyak menangis.
Riri menatap langit kamar dengan nuansa biru itu,.."ini bukan kamar gue" ucap riri
Riri duduk dan mendapati reyhan yang tertidur di samping nya.
Riri menutup mulutnya dengan kedua tangan.
Seakan mimpi bisa melihat wajah tenang reyhan yang tertidur.
Telunjuk riri menekan pelan pipi reyhan, terus begitu sampai beberapa kali.
Saat riri akan menyentuh lagi tiba-tiba tangan nya di tahan reyhan, ternyata reyhan sudah terbangun dari tadi.
'Belum puas hm!" ucap reyhan tersenyum menatap riri
Riri malu sendiri kedapatan menyentuh pipi reyhan tanpa izin.
"Maaf" ucap riri pelan.
Reyhan berdiri dan mengacak rambut riri pelan.
"Gue ke bawa dulu, lo nyusul ya biar sekalian sarapan" ucap reyhan menutup pintu kamar.
Pipi riri sudah semerah tomat sekarang.
Reyhan turun kebawa mendapati riyan yang sudah membuat sarapan untuk mereka.
"Wah enak nih" ucap reyhan menarik kursi
"Riri mana.?" tanya riyan
"Di atas bentar lagi juga turun" ucap reyhan meminum susu hangat.
"Gue nyuruh lo manggil riri kenapa lama banget keluar nya" ucap riyan menyipitkan mata nya.
Reyhan tersenyum mengingat riri yang menyentuh pipinya tadi.
Ternyata reyhan tidak tidur di kamar bersama riri, dia tidur bersama riyan
Dan tadi dia hendak memanggil riri tetapi urung kala melihat wajah riri yang tenang.
Reyhan jadi tidak tega membangunkan riri
"Ga beres nih anak! Gue kaduin sama bunda ya lo" ucap riyan
"Apaan sih lo, gue ga ngapa-ngapain" ucap reyhan .
"Awas aja lo sampai aneh-aneh! Gue bilangin bunda lo" ancam riyan
__ADS_1
"Gue tau kali batasan yan" ucap reyhan
"Ha tuh kan!!" ucap riyan
"Sumpah, gue ga ngapa-ngapain" ucap reyhan mengangkat tangan nya.
Riyan menatap reyhan sinis, seakan tidak percaya dengan sahabat nya itu.
Della terbangun dari tidurnya, dia menatap sekeliling begitu berbeda dari kamarnya, della berpikir dia ada di dalam mimpi.
Della menyibak selimutnya dan mendapati dia mengenakan gaun pengantin.
Della tersadar sekarang dia bukan la sedang bermimpi.
Della berjalan pelan menuju kamar mandi.
Dia ingin mandi, badan nya sangat lengket sedari semalam della sudah sangat ingin mandi tapi tidak tau harus bagaimana.
Setelah dua puluh menit di dalam kamar mandi della keluar mengunakan handuk, dia teringat saat pulang semalam dia bahkan belum mengambil baju nya dari kost.
Della berjalan ke arah lemari, dan membuka nya di dalam hanya ada koas dan celana levis panjang, della memperhatikan celana itu.
"Ini mah celana cowok"... Della mencari lagi tetapi tidak menemukan celana lain.
"Gue pakai ini aja deh" ucap della meraih baju kaos berwana putih.
Della memakai baju kaos putih dan kembali menatap diri nya di cermin, baju itu terlihat besar di tubuh della bahkan panjang baju itu menutupi setengah paha della.
Della membuka pintu kamar pelan dan melirik kamar brian tidak ada tanda-tanda brian akan keluar.
Della merasa lapar dan berniat untuk melihat isi kulkas brian.
Della berjalan pelan ke arah dapur dan membuka kulkas pelan.
Dia dalam hanya ada telur dan susu ukuran seliter.
Della terpikir untuk memasak nasi goreng.
Della mulai memasak nasi goreng, tangan kecil nya dengan lihai mengaduk nasi goreng itu.
Setelah beberapa menit nasi goreng della sudah jadi,.
"Hm harum" ucap della berjalan pelan ke arah meja yang ada di dapur.
Della meletakan piring berisi nasi goreng , dan beralih mengambil air putih.
Tangan della tidak sampai membuka lemari atas untuk mengambil gelas.
Dia terus berusaha meraih gelas itu.
__ADS_1
"Dikit lagi" ucap della meraih gelas.
Brian keluar dengan pakaian santai nya, dan mendapati della tengah jinjit untuk mengambil gelas.
Brian tersedak ludahnya menatap della, della mengenakan baju kaos kebesaran memperlihatkan kaki putih mulus ,leher yang jenjang dengan rambut yang di ikat acak-acakan membuat della begitu cantik.
Brian segera mengubah raut wajahnya datar.
"Ngapain lo" ucap brian
Della terdiam tak berniat berbalik menatap brian.
Brian semakin mendekat ,della mala memejamkan mata nya tidak ingin melihat brian.
"Aku mau ngambil gelas" ucap della pelan.
Brian merasa panas saat berada di dekat della ,apa lagi melihat leher jenjang della dari belakang.
"Maka nya jangan cebol" ucap brian mengambil gelas dan meletakan di atas wastafel.
Brian berlalu pergi meninggalkan della.
Della terus mematung menunggu brian benar-benar sudah pergi dari dapur.
Della memutar tubuhnya dan benar saja brian sudah pergi.
Della menghembuskan napasnya.
Riri turun dan ikut sarapan bersama dengan reyhan dan riyan.
"Oiya ri, mobil lo di depan tuh tadi baru di antar" ucap reyhan
"Seriusan! Makasih banget, gue bakalan ganti uang nya nanti" ucap riri tersenyum
"Kagak usah, gue ikhlas kok" ucap reyhan
"Makasih banget ya" ucap riri lagi
"Lo mau langsung balik .?" tanya riyan
Riri terdiam, dia berpikir apa lebih baik dia pulang ke rumah atau kembali ke kost saja.
"Kayak nya gue bakalan balik nanti" ucap riri
Riyan mengangguk,.."kalau lo perlu apa-apa jangan ragu buat cari kita" ucap riyan
Riri tertegun mendengar ucapan riyan, riri pikir riyan benci kepada nya.
Ternyata riyan juga baik sama seperti reyha .
__ADS_1
"Iya gue bakalan datang ke sini" ucap riri tersenyum
Reyhan menatap riyan dengan tersenyum, ternyata riyan sudah jauh berbeda dari sebelum nya.