
Riyan dan reyhan menunggu dokter itu keluar, mereka sudah membawa della Ke rumah sakit.
Riyan tampak cemas dia Bahkan tidak bisa duduk dari tadi,.."tenang yan" ucap reyhan
"Gimana gue bisa tenang! Lo lihat sendiri kan tadi della gimana" ucap riyan
"Iya gue tau, pasti Della baik-baik aja,percaya sama gue" ucap reyhan
Riyan hanya diam saja, dokter laki-laki itu keluar dan menatap riyan dan reyhan bergantian.
"Gimana keadaanya dok.?" tanya riyan mendekati dokter itu.
"Apa ada keluarga pasien.?" tanya dokter bername tag hendra itu.
"Saya calon suami nya dok" ucap riyan cepat
"Saya kakak nya nya dok" ucap reyhan ikut berbohong.
Dokter hendra mengangguk paham,.."begini pak, seperti yang kita tau pasien sudah pernah melakukan transplantasi jantung, tetapi tubuh pasien mengalami penurunan kekebalan tubuh. Cidera yang di alami pasien di bagian kepala tidak apa-apa." ucap dokter hendra.
"Apa dok!!" ucap riyan
"Begini pak, pembuluh arteri menebal dan mengeras juga merupakan satu risiko setelah melakukan transplantasi jantung. Ini membuat sirkulasi darah di jantung tidak lancar dan bisa memicu seseorang terkena serangan jantung, gagal jantung, atau gangguan ritme jantung, bahkan bisa mengalami Kanker limfoma non-hodgkin" ucap dokter hendra.
"Kanker!!" ucap reyhan manatap dokter hendra dan beralih Menatap riyan.
"Setelah hasil tes nya keluar saya akan memberikan info lebih lanjut lagi pak, kalau begitu saya permisi!" ucap dokter hendra berlalu.
Mereka berdua masuk ke dalam kamar inap della, tatapan riyan begitu khawatir melihat perban di kepala della, dia seakan Dejavu melihat pemandangan ini.
reyhan menyentuh bahu riyan,.."kita sama-sama berdoa buat della, supaya della cepat sadar" ucap reyhan. Riyan Mengangguk.
Sepanjang perjalan pulang ke panti tidak ada yang berbicara,rizal hanya fokus menatap jalanan yang ramai akan kendaraan.
Rizal tertampar kenyataan hari ini,dia harus menjauhkan della dari brian.bagaimana pun caranya.
Itu lah isi benak rizal saat ini.
Setelah cukup lama di jalan akhirnya mereka tiba di panti, bunda hana tidak mengatakan sepata kata kepada rizal.
Rizal menatap riri yang hanya diam saja,.."Gue perlu ngomong sama lo" ucap rizal pelan.
Riri mengangguk paham.
__ADS_1
Mereka berdua berjalan ke arah taman dan duduk di bangku yang sama saat rizal menghampiri riri tadi.
"Lo ga harus nyalahin darlla atau della kak" ucap riri duluan.
"Maksud lo.?" tanya rizal
"Gue penyebab kecelakaan itu, dan yang patut lo salahi itu gue bukan mereka berdua" ucap riri menatap jalan.
"Kenapa bisa jadi lo.?" tanya rizal
Riri menghela napas nya dan mulai bercerita.
Flashback..
Sore itu ada dua gadis cantik tengah bermain di taman, mereka menaikan bola dengan riang, dan di awasi oleh tiga wanita paruh baya yang sedang duduk di bangku sambil memperhatikan mereka berdua bermain.
Kedua gadis itu tertawa bersama,perlahan mereka Mulai pindah tempat untuk bermain.
Wanita dengan hijab putih memperhatikan salah satu anak nya yang tengah sibuk bermain pasir di sebelah nya.
"Jangan jauh-jauh main nya sayang" ucap wanita dengan wajah cantik dengan rambut panjang itu, dia adalah adinda shila
Kedua gadis itu mengangguk tanda mengerti,.."kamu lagi buat apa sayang.?" tanya wanita berkulit putih dan memiliki wajah tidak kalah cantik dengan shila, dia adalah Dewi kusuma.
Gadis yang tengah bermain pasir itu menjawab,.."aku lagi buat istana pasir tante" ucap gadis itu tersenyum.
Shila memperhatikan putrinya yang Tengah bermain Dengan bahagia,..."aku senang tau ga han kesini" ucap Shila.
"Aku juga senang kalian mau mampir kesini" ucap bunda hana.
"Kamu gimana kusuma! Jadi mau adopsi mereka berdua.?" tanya Shila menatap kusuma.
"Jadi shila, aku beneran suka sama mereka berdua" ucap kusuma menatap gadis yang sibuk bermain pasir.
"Kalau gitu coba kamu ngomong sama kakak nya itu, pendekatan!" ucap Shila menunjuk gadis yang tengah bermain dengan putri nya Riri chayani.
"Aku coba ya" ucap kusuma menatap Shila dan hana.
Mereka berdua mengangguk setuju.
Kusuma melangkah pelan menghampiri kedua Gadis itu, tetapi bola yang di tendang gadis dengan pita merah itu melambung kerah jalan, dia adalah Riri chayani putri semata wayang Shila.
Gadis dengan pita biru itu mengejar bola sampai ketengah jalan, tetapi saat gadis dengan pita biru itu mendapatkan bola,mobil berwarna putih melaju dengan kecepatan penuh mengarah ke gadis itu.
__ADS_1
Kusuma langsung berlari meraih gadis itu dan memeluknya, mereka berdua terhantam dengan mobil.
Sehingga membuat gadis dengan pita biru itu terhempas ke seberang jalan dengan kusuma yang tergeletak di samping nya dengan penuh darah.
Sedangkan mobil putih itu kehilangan keseimbangan mengakibatkan mobil itu terguling cukup jauh.
Samar-samar gadis itu mendengar suara Shila dan bunda hana, berteriak memanggil namanya.
"Darlla!!" terik hana
"Kusuma!!" teriak shila
Mereka berdua sama-sama berteriak dan berlari mengejar darlla dan kusuma yang terhantam ke ujung jalan.gadis dengan pinta biru itu adalah darlla aprilia,kakak dari della aprilia,gadis yang bermain istana pasir.
Denyut jantung gadis itu perlahan melemah, tangan wanita paruh baya itu terulur menyentuh tangannya,.."gapapa sayang,kamu kuat" ucap kusuma sebelum gadis itu hilang kesadaran.
Della memegangi dada nya yang begitu sakit, melihat kejadian yang menimpa kakak nya, sakit di dada nya begitu hebat membuat della jatuh pingsan.
"Della!!" teriak salah satu pengasuh yang datang akibat Suara tabrakan tadi.
Shila dan hana menoleh ke arah della, di sana della sudah tidak sadarkan diri, Shila dan hana menangis histeris.
Sedangkan riri seperti kehilangan raga nya, dia sama sekali tidak bergerak terus menatap lurus ke depan melihat tubuh darlla dan kusuma yang berlumuran darah.
Mereka buru-buru membawa kusuma, della dan darlla kerumah sakit.
Shila dan hana seperti orang kesetanan, hana bahkan menangis dan berteriak histeris mendapati kedua gadis yang sudah di anggap nya sebagai anak, harus terbaring lemah melawan masa kritis nya.
Sedangkan riri hanya diam, semenjak kejadian tadi dia seakan kehilangan semua nya, seperti raga tidak lagi ada di tubuhnya.
Flashback off..
Rizal terus menatap mata riri mencoba mencari Kebohongan di sana ,tetapi rizal tidak mendapatkan nya,.
Riri berkata jujur kepadanya,wajah riri kembali basah akibat air mata itu.
"Waktu itu harus nya gue ga ngajak darlla main, kalau pun hari itu bakalan datang,yang pantas mati itu gue, cuma Gue kak!!! Bukan darlla" ucap riri memukul kepala nya.
Rizal meraih kedua tangan riri, rizal tau rasa nya di tinggal orang yang begitu Sangat berarti di hidup sangat lah sakit.
"Jangan siksa diri lo kayak gini, ini semua udah jadi masa lalu dan lo harus keluar dari masa lalu itu" ucap rizal.
Riri terus menangis menatap jalanan itu, dia kembali terbayang akan wajah darlla yang penuh dengan darah begitu juga dengan kusuma.
__ADS_1
"Tapi gue ga bisa kak!! Gue yang pantas mati hari itu!!" ucap riri dengan kuat.
"Lo bisa, gue yakin!!" ucap rizal lagi.