
Reyhan berjalan masuk kedalam ruangan della,dia mendekat ingin melihat della.
"Gimana keadaan lo, ngerasa pusing ga.?" tanya reyhan melihat wajah pucat della.
"Aku gapapa kak, kalau pusing dikit." ucap della lemah.
Reyhan mengangguk,.."kalau gitu lo istirahat, biar cepat sembuh terus kalau lo udah sembuh baru kita balik,oke!" ucap reyhan tersenyum.
Della ikut tersenyum,.."iya kak" ucap della,della mulai memejamkan mata nya, dia memang masih merasa sakit di bagian Kepalanya.
Rizal menatap reyhan,.."gue perlu ngomong sama lo" ucap rizal berjalan keluar, di ikuti reyhan.
"Ada apa kak.?" tanya reyhan menutup pintu kamar della.
"Gue mau lo tutup mulut soal penyakit della." ucap rizal.
"Tapi kak, keluarga della harus tau" ucap reyhan.
"Kondisi bunda della lagi ga baik, gue ga mau tentang ini buat beliau semakin terpuruk" ucap rizal.
"Terus mau sampai kapan kita sembunyiin ini dari mereka kak.? Kita ga tau peluang della gimana.!" ucap reyhan.
"Gue paham, tapi ini bukan waktu yang tepat,gue ga mau bunda della semakin terpuruk,lo tau cuma dia yang della punya rey.!" ucap rizal.
"Justru itu kak, gimana pun mereka harus tau tentang della" ucap reyhan tidak setuju akan ucapan rizal.
"Tentang apa.?" tanya riri menatap mereka berdua bergantian,dengan hana di sebelah riri.
"Riri" ucap rizal kaget, begitu juga dengan reyhan.
"Gue tanya tentang apa!!" ucap riri kuat.
"Riri tenangin diri lo dulu, kita bisa bicara baik-baik" ucap reyhan mencoba menenangkan riri.
__ADS_1
"Gue dengar semua ucapan lo barusan!! Sekarang gue tanya, tentang apa??" ucap riri mulai menangis.
"Gue akan cerita tapi lo harus tenang dulu" ucap reyhan,dia membawa riri kedalam dekapan nya.
Hana langsung berlari memasuki kamar della,dia dapat melihat wajah pucat della dengan perban di kepalanya.
"Ya allah, kamu kenapa nak,della buka mata nya nak, bunda di sini.bunda ada buat kamu di sini" batin hana mengelus lengan della.
Della yang baru saja tertidur kembali membuka mata nya,dia kaget melihat hana berada di samping nya,.."bunda" ucap della pelan.
"Iya nak, bunda di sini.mana yang sakit nak.?" tanya hana menatap wajah della dengan berlinang air mata.
"Bunda kenapa nangis" ucap della, tangan nya terulur menyentuh wajah hana.
"Bunda gapapa sayang, bunda baik-baik aja" ucap hana mengelus tangan della.
"Bunda, della minta maaf ya kalau selama ini della selalu buat bunda susah." ucap della menatap wajah hana.
"Bunda, della capek, pengen istirahat" ucap della lemah.
"Iya sayang, kamu istirahat ya.jangan sakit-sakit ya anak bunda,bunda ga suka liat kamu sakit" ucap hana, hana menarik selimut della hingga dada.dan mulai mengelus rambut della dengan lembut.
"Ya allah, dulu aku pernah engkau beri cobaan seperti ini, dan aku tetap meminta hal yang sama, tolong berikan rasa sakit yang ada di tubuh della untukku, aku tidak sanggup jika suatu saat nanti engkau kembali menjemput anak ku.tolong limpahkan rasa sakit itu padaku ya allah" batin hana mulai menangis lagi.
Reyhan melepas pelukan,dan menatap wajah riri yang sudah sedikit lebih tenang dari tadi,reyhan menyuruh riri untuk duduk.
"Lo beneran mau tau tentang della.?" tanya reyhan,riri mengangguk.
Pandangan reyhan tertuju pada pintu kamar della dan beralih menatap rizal,Rizal menggeleng kuat,.."gue tadi ketemu sama della waktu gue sama riyan mau ke rumah nyokap gue, gue juga baru tau ternyata apartemen milik riyan sebelah sama della, gue sama riyan nemuin della dengan luka di kepala nya, buru-buru kita bawah ke sini" ucap reyhan.
"Terus.?" tanya riri menatap reyhan.
"Kata dokter della gapapa, cuma luka goresan aja di kepalanya" ucap reyhan melirik rizal.
__ADS_1
"Tapi della beneran gapapa kan!" ucap riri memastikan.
"Iya della gapapa, cuma perlu istirahat bentar aja" ucap reyhan.riri sedikit bernapas lega mendengar ucapan reyhan.
Hari berganti begitu cepat,pagi cerah menyapa mereka semua,riyan sudah kembali ke rumah sakit ,karena dia tidak mendapati suami della di apartemen,Sedangkan brian tertidur di apartemen milik rizal.
Mereka berlima menatap della,della jadi sedikit malu karena mereka semua menatap della.
"Kenapa semua pada liat della kayak gitu.?" tanya della menatap mereka Bergantian.
"Gapapa,lo udah boleh balik hari ini" ucap riri mengelus bahu della.
"Beneran.?" tanya della.riri mengangguk.
"Tapi kamu pulang sama bunda ya" ucap hana mengelus lengan della.
Della berpikir,bagaimana cara dia meminta izin kepada brian,dia takut brian tidak akan mengizinkan nya terlebih lagi della tidak pulang semalaman,.."della izin dulu ya bunda" ucap della.
"Kamu ga perlu izin sama brian,saya yang akan berbicara dengan brian nanti" ucap rizal.
Riyan sebenarnya tidak setuju della balik ke panti,tetapi ini adalah jalan satu-satunya agar della terbebas dari siksaan suami nya itu,.."lo balik ke panti aja, kalau di sana pasti bunda bisa jaga lo, sampai pulih total" ucap riyan menatap della.
Della tersenyum,.."makasih ya kak karena udah nolongin aku,aku ga bakalan bisa lupa tentang ini" ucap della.
"Pokok nya lo di sana harus sehat-sehat ya" sambung reyhan.
Della mengangguk,.."kalau gitu gue sama riyan mau balik dulu bentar habis itu kita berangkat bareng-bareng ke jakarta buat antar della, riri tolong jagain della sebentar ya" ucap reyhan.
"Iya, gue bakalan jagain della" ucap riri.
Reyhan dan riyan balik ke apartemen untuk sekedar membersihkan diri, begitu juga dengan rizal, dia akan kembali ke apartemen lama nya, dia sana masih tersisa baju milik dirinya.
"Gue mampir ke sana aja kali ya,baju gue juga masih ada di sana" batin rizal.
__ADS_1