
Happy reading..
"Della."panggil riri menatap della.
"Iya riri,kenapa.?"tanya della.
"Apa lo ga mau cerita apa-apa sama gue.?"tanya riri balik.
"Cerita apa ri.?"tanya della balik.
"Gue tau lo ga bahagia semenjak nikah sama brian,dan gue juga tau kalau ini semua pasti perbuatan suami lo."ucap riri melihat perban di kepala della.
Tangan della menyentuh perban yang ada di kepala nya,ini memang perbuatan brian tetap dia sama sekali tidak merah atau benci terhadap brian,karena bagaimana pun brian tetaplah suami della.
"Lo salah,ini karena gue ga hati-hati waktu lagi beres-beres."jawab della tersenyum.
"Del,gue ini sahabat lo,gue tau lo bohong."ucap riri.
Tangan della terulur menyentuh tangan riri,dia menggenggam tangan riri dengan erat dan kembali tersenyum.
"Gue beneran gapapa riri,makasih karena lo udah khawatir sama gue,tapi brian tetap lah suami gue dan menurut gue dia lelaki yang cukup baik."ucap della.
"Jadi lo ga perlu khawatir sama gue,gue di perlakukan baik selama ini."sambung della lagi.
"Kenapa lo nyembunyiin ini semua dari gue della."batin riri.
Shila dan hana kembali kedalam dan mendekati della.
"Apa kamu masih merasa pusing sayang.?"tanya hana.
"Della udah gapapa bunda."ucap della.
"syukurlah."hana sedikit bernapas lega.
"Bunda."panggil della.
"Iya sayang,ada apa.?"tanya hana mengelus rambut della.
"Della ga bisa ikut bunda balik ke panti."ucap della pelan.
"Kenapa.?"tanya hana bingung.
"Della sudah menikah bunda,dan della belum meminta izin kepada mas brian untuk pergi ke jakarta."sambung della lagi,dia merasa lain ketika memanggil brian dengan sebutan mas.
"Tapi kak rizal bilang dia akan izinin lo sama brian,jadi lo ga perlu minta izin lagi kan."ucap riri.
"Gue ini istri mas brian dan gue ga mau suami gue mikir kalau gue istri yang ga berbakti terhadap suami."balas della.
"Tapi sayang,brian pasti akan sibuk bekerja nanti siapa yang akan ngerawat kamu."ucap hana lagi.
"Mas brian pasti ngerawat della bunda."ucap della tersenyum.
"Gue ga mungkin ninggalin pak brian gitu aja,dia pasti bakalan gancurin keluarga riri."batin della.
"Kamu yakin della.?"kini Shila lah yang bertanya.
"Della yakin tante."ucap della mantap.
Kalau sudah seperti ini hana bingung harus berkata apa kepada della,agar della mau ikut dengan dirinya balik ke jakarta.
"Apa bunda bisa melepaskan kamu bersama brian della,rasanya bunda tidak sanggup."batin hana.
Brian berlari menghampiri chintya dan membantu chintya untuk berdiri,dia menatap dua lelaki yang tidak lain adalah riyan dan reyhan.
"Kamu kenapa hm.?"tanya brian beralih menatap chintya.
"Aku gapapa."jawab chintya,menghapus sisa air matanya.
"Apa mereka yang udah buat kamu kayak gini.?"tanya brian lagi.chintya menggeleng kuat.
__ADS_1
"Ini pacar lo.?"tanya reyhan menatap mereka berdua.
"Lo siapa.?"tanya brian balik.
"Gue ga ngomong sama lo."balas reyhan.
"Semua urusan yang bersangkutan sama chintya jadi urusan gue."ucap brian menatap reyhan tajam.
Reyhan tertawa daan menatap brian dari ujung kaki hingga ujung kepada,dia mengangguk dan kembali berucap.
"Lo memang cocok sama dia."ucap reyhan.
"Maksud lo apa ha.!"brian meraih kerah jaket reyhan.
"Lepasin tangan lo dari kakak gue."ucap riyan mencekam lengan brian.
Riyan dengan kasar nya menghempaskan tangan brian dari reyhan,dan beralih menatap chintya.
"Kita berdua ga ada urusan apa-apa sama cewek lo,mending sekarang lo bawa dia pergi dari sini."ucap riyan tajam.
"Riyan,aku mohon sama kamu tolong kasih aku satu kesempatan untuk jelasin semua nya sama kamu."ucap chintya.
"Gue ga mau ngomong apa pun sama lo,dan gue harap lo ngerti."sambung riyan lagi.
"Dan lo,jangan sekali-kali nyentuh kakak gue."tunjuk riyan pada brian.
Brian mengepalkan tangan nya,dia benar-benar kehilangan kesabaran nya sekarang.
"Riyan,tolong dengarin aku sekali ini aja."ucap chintya meraih tangan riyan tetapi riyan dengan cepat menepis tangan chintya,membuat chintya terjatuh ke lantai.
Brian sudah tidak bisa lagi menahan amarah di dalam dirinya,dia memukul riyan tepat di wajah nya,membuat riyan mundur beberapa langkah.
"Lo apa-apa ha.!"ucap reyhan mendorong brian menjauh dari riyan.
"Itu balasan buat adik lo,karena udah kasar sama cewek gue."ucap brian dengan nada tinggi.
"Gila lo ya,dia yang goda adik gue,buta mata lo.!!"ucap reyhan tidak terima dengan ucapan brian.
Reyhan mengerutkan keningnya mendengar chintya memanggil lelaki ini dengan sebutan brian.
"Apa ini suami della."pikir reyhan,menatap brian.
Mereka semua menatap kearah chintya yang masih terduduk di lantai.
"Aku bukan lagi pacar kamu brian,dan aku udah ga mau lagi sama kamu."ucap chintya menatap brian.
"Kenapa.?"tanya brian.
"Karena aku ga bisa."ucap chintya pelan.
"Kenapa kamu ga bisa,apa aku ada salah.?"tanya brian masih menatap chintya.
Chintya kembali menangis,dia tidak sanggup berbicara yang sejujurnya kepada brian,hatinya masih belum siap akan ini.
"Jawab chintya."ucap brian.Tetapi chintya hanya diam saja.
"Gue ga ada urusan sama cewek lo,jadi gue harap ini terakhir kali nya gue berurusan sama lo."ucap riyan berjalan masuk kedalam apartemen nya meninggalkan mereka.
"Riyan."panggil chintya.
"Mending lo urus cewek lo,biar dia ga dekat-dekat lagi sama adik gue."ucap reyhan.
"Apa dia lelaki yang udah buat kamu minta putus sama aku chintya.?"tanya brian menunjuk pintu riyan.
"Ini ga ada hubungan nya sama riyan,ini murni atas kemauan aku brian."ucap chintya.
"Kamu kira aku bodoh chintya,waktu itu kamu datang kemari bukan nya untuk menemui lelaki itu.?"tanya brian lagi.
"Kalau iya kenapa.?dia lebih baik dari kamu brian,dia bahkan tau cara memperlakukan perempuan dengan baik."ucap chintya.
__ADS_1
Brian tertawa mendengar ucapan chintya,dia merasa ucapan chintya melukai hati nya,padahal selama ini brian selalu bersikap lembut kepada chintya,dia bahkan selalu memberikan apa yang chintya mau.
"Apa selama ini aku memperlakukan kamu ga baik.?"tanya brian.Chintya terdiam mendengar pertanyaan brian.
"Tapi sekarang kita sudah beda brian,kamu sudah menikah."ucap chintya berdiri dan menghadap brian.
"Kita ga mungkin bisa kayak dulu lagi,dan aku udah menyukai orang lain."sambung chintya menghapus air matanya.
"Aku ga cinta sama della,aku menikah karena aku mau balas dendam sama dia."ucap brian kelepasan.
Reyhan sontak kaget,dia mengepalkan tangan nya dan langsung memukul wajah brian dengan kuat,dia terus memukul brian tanpa memberikan cela sedikit pun untuk brian melawan dirinya.
Chintya menutup mulutnya dengan kedua tangan nya,dia tidak bisa menghentikan reyhan untuk tidak memukul brian.
"Manusia kayak lo harus nya mati.!"ucap reyhan berdiri,napasnya kini berpacu dengan detak jantung nya yang berdetak lebih cepat.
"Maksud lo apa ha.!"ucap brian terbatuk-batuk.
"Gue ga akan biarin manusia kayak lo ada di sekitar della,bahkan sedetik pun."ucap reyhan.
"Reyhan udah."ucap chintya mendorong reyhan dan membantu brian untuk duduk.
"Gue pastiin lo bakalan menyesal seumur hidup karena udah nyiain della."ucap reyhan tajam,dia berjalan meninggalkan brian dan chintya.
"Kamu gapapa.?"tanya chintya,dia membantu brian untuk berdiri dan masuk kedalam apartemen brian.
Rizal kembali ke rumah sakit dengan keadaan yang terbilang acak-acakan bahkan wajah rizal terdapat beberapa lebam akibat ulah brian tadi.
"Pak rizal kenapa.?"tanya della saat melihat wajah rizal.
"Saya gapapa,apa kita akan berangkat sekarang.?"tanya rizal tersenyum kearah della.
"Maaf pak,seperti nya saya tidak akan kembali ke jakarta."ucap della.
"Kenapa.?"tanya rizal heran.
"Saya akan kembali ke rumah pak,saya tidak bisa meninggalkan pak brian begitu saja tanpa berpamitan."jawab della.
"Tapi saya sudah mengizinkan kamu della."
"Tapi tetap saja pak,saya merasa ikut kurang sopan,saya akan coba berbicara dulu dengan pak brian."balas della lag.
"Tapi.."
"Saya akan merasa berterima kasih jika bapak mau menerima keputusan saya."potong della cepat.
Rizal menghela napasnya pelan,dia tidak bisa menolak keinginan della kalau sudah seperti ini,dia kemudian beralih melihat hana,Shila dan riri.mereka juga hanya diam saja menatap kearah della.
"Baik la,saya akan mengantar kamu pulang."ucap rizal final.
"Terimakasih pak."ucap della tersenyum.
"Bunda,apa bunda mau mampir ke rumah della.?"tanya della.
"Bunda akan mampir besok ke sana,sekarang bunda mau kamu istirahat dulu."ucap hana.
"Iya bunda."ucap della.
"Kalau begitu saya pamit dulu."ucap rizal.
"Della pulang dulu ya."ucap della tersenyum.Mereka bertiga tersenyum kearah della.
Sepanjang jalan menuju apartemen brian,della hanya diam saja sedangkan rizal terus memikirkan bagaimana nanti nasib della setelah bertemu dengan brian.
"Terima kasih karena bapak sudah mengantar saya."ucap della setelah mereka sudah sampai di apartemen.
"sama-sama della,telefon saya jika kamu membutuhkan sesuatu."balas rizal.
"Kalau begitu saya duluan pak."ucap della berjalan masuk.
__ADS_1
Rizal terus memperhatikan punggung della yang semakin menjauh,dia menghela napasnya kembali.
"Kenapa lo masih mau kembali ke sana della,padahal lo tau di situ bagikan neraka."batin rizal.