Kencan Buta Berujung Cinta

Kencan Buta Berujung Cinta
berita


__ADS_3

Della berjalan pelan memasuki apartemen milik brian, gaun della terlalu berat bahkan mahkota yang tadi di pakai belum di lepas juga.


Della berhenti tepat di samping sofa, dia bingung harus tidur di mana malam ini.


Apa dia akan tidur di sofa lagi atau tidur di lantai.


Brian menatap della sebentar lalu memasuki kamar nya tanpa mengatakan apa pun.


Della terduduk lesu di sofa dan menyenderkan tubuhnya di sofa.


"Selamat menikmati hari yang berat della" ucap nya pelan.


Reyhan menuntun riri masuk kedalam cafe,riyan mengerutkan kening nya saat melihat riri basah kuyup.


"Sekarang lo naik, di lantai dua ada kamar gue, di situ juga ada baju gue, lo bisa pakai, oiya kamar gue sebelah kanan" ucap reyhan menunjuk lantai dua.


Riri mengangguk dan berjalan pelan ke atas reyhan terus memperhatikan langka riri takut riri terjatuh akibat tubuh riri yang basah.


"Dia kenapa.?" tanya riyan duduk di sofa


Reyhan melihat riyan dan ikut duduk.


"Tadi gue ketemu sama dia di jalan, hujan-hujanan terus mobilnya mati" ucap reyhan


Reyhan mulai mengetik pesan kepada bengkel langganan nya untuk menjemput mobil riri.


"Terus kenapa lo bawa kesini? Tanya riyan


"Gue udah tanya alamat rumahnya tapi dia ga mau pulang" ucap reyhan


"Kenapa.? Dia kelahi sama Della" ucap riyan lagi


"Gue ga tau, soal nya kita ga serumah" ucap reyhan


Riyan memukul kepala reyhan mengunakan remot tv yang ada di tangan nya.


"Gue serius kampret" ucap riyan


"Gue lebih serius" ucap reyhan menyentuh kepala nya.


Riri turun dengan hoodie hitam milik reyhan, tubuh riri tenggelam karena badan riri yang kecil.


"Sini duduk" ucap reyhan

__ADS_1


Riri mendekat dan ikut duduk bersama mereka.


"Bentar ya gue buatin susu hangat" ucap reyhan


Sepeninggalan reyhan, mereka berdua hanya diam saja.


Riyan ingin bertanya tetapi wajah riri terlihat sangat lelah bahkan bibir gadis itu sangat pucat.


"Nih susu nya " ucap reyhan memberikan riri susu coklat hangat.


Riri menerima susu hangat itu dan mulai meniup-niup susu itu.


"Lo kenapa ga mau balik.?" tanya riyan tanpa basa basi


"Lo apa-apaan sih" ucap reyhan menyenggol lengan riyan


"Gue ga mau pulang" ucap riri pelan


Reyhan bertukar Pandang dengan riyan.


"Lo kenapa ri.? Sini cerita sama kita berdua" ucap reyhan


Riri menangis, bayangan della terus saja melintas di pikiran riri.


"Lo sih" ucap reyhan kepada riyan.


Riyan hanya diam saja, dia jadi sedikit merasa bersalah kepada riri.


"Udah ya ri, semua bakalan baik-baik aja kok" ucap reyhan mengelus bahu riri.


Bukan nya tenang riri mala semakin terisak bahkan bahu riri bergetar sangat hebat.


Reyhan jadi panik karena riri semakin kuat menangis.


Della tertidur di sofa masih dengan gaun yang di pakai,bahkan sepatu della juga belum di lepas.


Brian menghampiri della, dia dapat melihat wajah della yang begitu kelihatan sangat lelah.


Brian membuka sepatu della dengan pelan,beralih ke mahkota yang di kenakan della.


Tangan brian perlahan mengangkat della menuju kamar tamu yang biasa di pakai rizal ketika menginap.


Brian merebahkan della dengan pelan,menarik selimut hingga leher della.

__ADS_1


Brian mengelus wajah della ,perlahan brian menunduk dan mencium singkat kening della.


"Gue udah usaha buat ga membenci lo tapi gue ga bisa! Gue ga bisa della" ucap brian


Brian berlalu keluar kamar della.


Brian mulai mengetik sesuatu di ponselnya, setelah pesan itu terkirim.


Brian kembali ke kamar dan mulai istirahat hari ini begitu melelahkan.


Riri sudah tenang kembali, dia bahkan sudah lebih baik setelah menangis sangat lama.


"Gue minta maaf karena udah ngerepotin lo" ucap riri meremas ujung hoodie.


"Santai aja ri, lagian gue tadi kebetulan lewat" ucap reyhan.


"Sebenarnya gu-e,.." riri ragu ingin memberi tahu riyan dan reyhan tentang kejadian hari ini.


"Kenapa.?" tanya riyan penasaran.


Reyhan menyenggol lengan riyan dan mengeleng, dia tidak ingin riyan terlalu menekan riri.


"Hari ini della nikah, dan itu semua terjadi karena kesalahan gue" ucap riri


Riyan hampir terkena Serangan jantung karena ucapan riri., dia teringan dengan sosok lelaki yang mengangkat telfon semalam.


"Apa lo bilang!! Ucap riyan tidak santai.


Reyhan langsung menahan riyan dan mengeleng kembali.


Riri mulai menceritakan semuanya kepada reyhan dan riyan, mereka berdua sangat terkejut mendengar penjelasan riri tentang suami della.


Mereka tidak menyangka della berbohong atas kejadian waktu dia bertemu dengan riyan.


Riyan bahkan sudah mengepalkan tangan ingin memukul wajah suami della.


Della bahkan menyembunyikan fakta bahwa pelaku della mengalami kecelakaan adalah bos yang sudah menjadi suaminya itu.


"Gue yang salah waktu itu, gue ga tau kalau cowok itu bos della" ucap riri kembali menangis.


"Gapapa ri, della pasti baik-baik aja" ucap reyhan mengelus lengan riri.


Riri kembali terisak, dia tau della pasti tidak akan hidup dengan tenang jika bersama dengan brian.

__ADS_1


__ADS_2