Kesalahpahaman yang Berujung Cinta

Kesalahpahaman yang Berujung Cinta
Berakhir Dengan Kissing


__ADS_3

..."Aku harap, bibirmu ini hanya akan menjadi milik ku nantinya. Milik ku seorang!" ~ Aldo....


"E—eh, maaf, Al. Karena terlalu panik, aku sampai bingung harus melakukan apa." Bianca akhirnya sadar, benar-benar pertanyaan yang bodoh tadi!


"Mari, aku bantu kamu masuk ke dalam mobilmu. Mobilku sudah rusak, Al. Kita akan ke rumah sakit sekarang!" Bianca berusaha membantu memapah Aldo yang tubuhnya mulai melemah.


Aldo sendiri hanya bisa pasrah. Sepertinya darahnya sudah banyak yang keluar.


"Al, kau sangat berat sekali!" keluh Bianca yang merasakan beratnya tubuh laki-laki itu saat tangannya bersandar di bahunya.


Aldo yang masih sadar sontak terkekeh mendengar keluhan wanita itu. "Maafkan saya, karena sudah merepotkan Anda, Nona."


"Ckk ... kau jangan membuat ku semakin merasa bersalah, Al! Aku sudah merasa bersalah karena ulahku, kau jadi tertusuk. Dan sekarang malah kau yang meminta maaf!" ketus Bianca.


"Karena itu memang tugasku, Nona." Aldo menjawab dengan suara lemah. Memang sudah menjadi tugasnya untuk menjaga wanita itu, karena selain menjadi sektretaris, dia juga menjadi asisten wanita itu. Jadi, dia juga harus menjaganya, karena orang tua wanita itu sudah mempercayai dia sepenuhnya.


"Ckk ... aku tau itu. Tapikan .... Akhh! maafkan aku yang sudah menyakiti perasaanmu, aku tak bermaksud untuk menolak." Seketika Bianca menjadi merasa semakin bersalah, saat laki-laki itu mengatakan jika itu sudah menjadi tugasnya. Padahal maksud Aldo bukanlah seperti itu.


Aldo hanya diam, kembali bingung dengan maksud wanita itu. Tapi karena tubuhnya yang semakin melemah, dia memilih untuk diam saja.


Bukk


Bianca mendudukkan Aldo di dalam mobil. Napas wanita itu ngos-ngosan, merasa sangat lelah.


Sebenarnya Aldo masih mampu untuk berjalan sendiri, tapi entah kenapa dia justru membiarkan wanita itu saja yang membantunya.


Ketika Bianca selesai memasang seat belt, tidak sengaja matanya menatap Aldo yang juga sedang menatapnya.


Deggg


Kedua insan tersebut saling menatap. Bianca menjadi berdebar berada di dekat Aldo dengan jarak yang sangat dekat tersebut.

__ADS_1


Aldo sendiri terpesona melihat mata indah bosnya yang selama ini tidak pernah ia tahu, karena dia hampir tidak pernah memperhatikan mata wanita itu.


Entah kenapa, saat melihat bibir Bianca yang berwarna merah muda tersebut, Aldo menjadi tertarik, apalagi benda kenyal itu terlihat menggoda di matanya.


Sadar jika posisi mereka terlalu dekat, Bianca berniat untuk menjauh, karena terlalu dekat dengan Aldo tidak baik untuk kesehatan jantungnya. Dia takut akan mati muda jika berada di dekat laki-laki itu jika terlalu lama.


Baru saja Bianca berniat untuk bangkit, Aldo lebih dulu menahan tangan wanita itu, sehingga membuat Bianca bingung.


"Ada apa, Al?" tanya Bianca sambil mengerutkan keningnya.


Cuppp


Aldo tidak menjawab, laki-laki itu justru mencium bibir Bianca, sehingga membuat wanita itu melotot saking terkejutnya dengan keberanian sekretarisnya.


Dengan sekuat tenaga Bianca mendorong dada Aldo, sehingga membuat ciuman itu terlepas.


"Kenapa?" tanya Aldo dengan wajah kecewa. Sepertinya laki-laki itu sudah kehilangan akal sehatnya, dia benar-benar lupa jika wanita yang ada di depannya adalah bosnya sendiri.


"A—Aldo, ta—tapi ...." Bianca menjadi bingung sendiri saat melihat wajah kecewa laki-laki itu.


Bianca? Dia tidak tidak tahu apa yang harus dilakukan. Ciuman Aldo terlelu lembut untuk dilepaskan begitu saja.


Tanpa sadar Bianca justru masuk ke dalam mobil, lalu duduk di atas pangkuan laki-laki itu tanpa melepaskan ciuman mereka.


Tangan Bianca mengalung di leher Aldo. Sementara tangan Aldo menahan tengkuk wanita itu, guna memperdalam ciuman mereka.


"Shhh!" Bianca sedikit meringis saat Aldo menggigit bibir bawahnya dengan pelan. Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan, Aldo memasukkan lidahnya ke dalam mulut Bianca. Mengabsen setiap deretan gigi putih milik wanita itu tanpa tersisa sedikit pun.


"Eughh!" Bianca sedikit mend*sah di sela-sela ciuman mereka, sehingga membuat Aldo semakin bersemangat.


Suara decapan menggelora di dalam mobil tersebut. Kedua insan itu larut dengan kesenangan mereka.

__ADS_1


Merasa Bianca yang hampir kehabisan napas, Aldo melepaskan ciuman mereka, agar wanita itu tidak kehabisan napas.


"Huh ... huh ...." Bianca menghirup oksigen dengan rakus, kemudian memegang bibirnya yang basah akibat ciuman tadi.


"My first kiss," gumam Bianca, yang rupanya masih bisa didengar oleh Aldo.


Aldo mengelap bibir Bianca dengan lembut. "My first kiss too," sahut Aldo dengan suara lemah.


"Aku harap, bibir ini hanya akan menjadi milik ku nantinya. Milik ku seorang!" Aldo berkata sambil tersenyum lembut.


Aldo lalu memeluk wanita itu, dan menggesek-gesekkan kepalanya di ceruk leher wanita itu, sehingga menimbulkan sensasi geli untuk Bianca.


"Terima kasih, dan maaf karena sudah lancang mencium bibirmu untuk yang pertama kalinya, Nona. Aku harap kau tidak membenciku setelah ini." Setelah mengatakan itu, mata indah Aldo tertutup. Ya, sejak tadi laki-laki itu berusaha untuk tetap sadar, hingga akhirnya dia tidak sanggup lagi, dan pingsan di dalam dekapan Bianca.




TBC



.



.



.

__ADS_1



.


__ADS_2