Kesalahpahaman yang Berujung Cinta

Kesalahpahaman yang Berujung Cinta
Happy Birthday, Caca!


__ADS_3

"Happy birthday to you. Happy birthday to you. Happy birthday, happy birthday, happy birthday Caca!" Seketika seluruh keluarga Bianca dan Aldo menyanyikan lagu selama ulang tahun pada wanita itu.


Bianca terdiam, dia sedikit terkejut dengan apa yang dia lihat. Memangnya ini hari apa? Astaga! Dia bahkan lupa jika hari ini adalah hari ulang tahunnya sendiri.


Tunggu!


Apakah sikap aneh Aldo tadi hanya drama saja? Apakah laki-laki itu tidak marah padanya. Sepertinya iya, lagian dia sama sekali tidak memiliki salah pada laki-laki itu, jadi sangat aneh jika laki-laki itu marah dengannya.


"HAPPY BIRTHDAY, CACA!" teriak seluruh keluarga Aldo dan Bianca secara bersamaa.


"HAPPY BIRTHDAY BUK BIANCA!" Para Karyawan juga tak mau kalah, mereka berteriak dengan sangat nyaring, mengucapkan selamat ulang tahun pada wanita yang menjadi bos mereka.


Bianca seketika merasa haru dengan surprise yang diberikan untuknya. Sebelumnya dia tidak pernah mendapat kejutan besar-besaran seperti ini, palingan hanya keluarganya saja yang memberikan surprise kecil-kecilan.


"Happy Birthday anak kesayang Mamah." Bryana mengecup pipi putrinya dengan tangan yang memegang kue ulang tahun. "Semoga kamu sehat selalu, ya!"


"Makasih, Mah!" Bianca tak kuasa menahan haru, hingga akhirnya dia menangis dengan sesenggukan.


"Happy Birthday anak kesayangan Papah. Semoga kamu makin cantik, ya!" Bayu juga ikut mengecup pipi putrinya, lalu mengelus lembut rambut putrinya tersebut.


"Makasih, Pah!" Bianca langsung memeluk ayahnya, karena posisi Bayu memang tidak memegang kue, jadi Bianca bisa memeluknya.


"Hapi bisdei deh buat adik kesayangan gue. Moga lo nggak mudah geer lagi, ya!" ucap Barrack, lalu memeluk adiknya tersebut.


"Ishh, kok doanya malah lain dari yang lain! Tapi yaudah deh, makasih ya kak." Bianca membalas pelukan Kakaknya tersebut.


"Happy Birthday, Caca! Calon menantu, Tante." Sophia ikut mengecup pipi Bianca. Bianca yang mendengar Sophia memanggilnya dengan sebutan calon menantu seketika salting. Tetapi dia berusaha untuk bersikap biasa saja.


"Makasih, Tante!" Bianca membalas pelukan Sophia.


"Selama ulang tahun ya, Ca. Semoga panjang umur dan sehat selalu." Andi hanya memeluk Bianca singkat, tetapi tidak mengecupnya. Tentu saja! Memangnya dia siapa yang berhak mencium anak orang, meski pun wanita itu calon menantunya sekali pun.


"Makasih banyak, Om!"


"Makasih banyak juga untuk kalian semua yang sudah datang!" Bianca sedikit menunduk di hadapan para karyawannya.

__ADS_1


"Yaudah, ayok tiup lilinnya!" perintah Bryana, yang langsung dibalas anggukan oleh Bianca.


Semua orang bersorak bahagia begitu lilin ditiup. Bianca benar-benar merasa sangat terharu kali ini. Tetapi anehnya, sejak tadi dia tidak melihat keberadaan Aldo. Kemana laki-laki itu?


Tap ... tap


Tiba-tiba terdengar suara tapak kaki seseorang, semua pandangan kini jatuh pada Aldo yang terlihat sangat gagah, apalagi dengan balutan jas yang melekat di tubuhnya, menambah nilui plus untuk laki-laki itu.


Bianca yang mendengarnya seketika mengalihkan pandangannya pada bunyi tapak kaki tersebut. Dia sedikit melongo melihat Aldo yang terlihat sangat tampan dengan jas hitam yang melekat di tubuhnya. Tiba-tiba pandangannya jatuh pada kotak kecil yang digenggam laki-laki itu. Apakah itu kado untuknya? Pikir Bianca.


Aldo berjalan dengan penuh percaya diri meski pun disaksikan oleh banyak orang. Ketika dia semakin dekat dengan Bianca, dia memberikan senyum terbaiknya, sehingga membuat para karyawan hanya mampu mengigit bibir mereka, karena Aldo terlihat sangat manis jika tersenyum, apalagi mereka tidak pernah mendapati laki-laki itu tersenyum.


Grabb


Aldo langsung memeluk tubuh mungil Bianca dengan erat.


"Happy birthday. Maaf karena membuatmu menangis tadi," bisik Aldo tepat di samping telingga Bianca.


Aldo melepaskan pelukkannya, dan menatap wanita yang sangat dia cintai itu dengan penuh cinta.


"Tentu saja! Tidak mungkin aku melupakan ulang tahun wanita yang sangat aku cintai," jawab Aldo mantap.


Bianca tersipu malu mendengar ucapan Aldo. Ah, laki-laki itu memang sangat pandai membuatnya tersipu malu, apalagi dia mengatakan dengan tegas, tidak ada keraguan sedikit pun di matanya.


Bianca memeluk tubuh kekar Aldo untuk menyembunyikan rona merah yang ada di pipinya. Aldo sendiri sedikit terkekeh dengan tingkah menggemaskan wanita yang sebentar lagi akan menjadi miliknya.


Semua yang menyaksikan menjadi baper, tetapi tidak dengan Barrack. Laki-laki itu justru hampir muntah melihat tingkah adiknya tersebut. Apalagi mendengar gaya bahasa yang mereka gunakan. Apaan coba 'aku' 'kamu'? Nggak sekalian papah mamah aja?


Setelah pelukan itu terlepas, perlahan Aldo mengangkat kotak kecil yang dia bawa, kemudian menyerahkannya pada Bianca.


"Apa ini?" tanya Bianca pura-pura tidak tahu, padahal dia sangat tahu jika itu adalah hadiah.


"Hadiah untuk kamu. Tapi maaf, hadiah itu mungkin tidak ada harganya sama sekali." Aldo memang tidak ada menyediakan barang yang mahal pada Bianca, hanya satu ikat rambut yang terlihat sudah usang.


"Tidak jadi masalah, aku tidak meminta barang mahal padamu," jawab Bianca dengan ramah.

__ADS_1


Perlahan Bianca membuka kotak tersebut. Keningnya mengerut saat melihat satu ikat rambut yang sudah usang. Tetapi sedetik kemudian dia membelalakkan matanya, lalu menatap mata Aldo dengan pandangan yang sulit diartikan.


"Al–Aldo? Jadi ... Kau adalah ... Adit?" Bianca bertanya dan dibalas anggukan dari Aldo.


Bianca menggelengkan kepalanya. Bagaimana mungkin dia tidak mengenal Adit selama ini? Padahal laki-laki itu selalu bersama dirinya.


"Awalnya aku juga tidak tahu kalau kamu adalah Lala. Tapi setelah aku melihat foto yang ada di kamarmu, aku baru tahu, tapi aku sengaja tidak memberitahukannya padamu saat itu. Percayalah, kamu adalah wanita yang selama ini aku cari untuk menepati janjiku sewaktu kecil dulu." Ya, Aldo memang pernah berjanji jika dia akan hidup selama-lamanya dengan gadis bernama Lala.


Bianca tak kuasa menahan air matanya. Ternyata mereka memang sudah berjodoh sejak kecil, dan sekarang mereka justru dipertemukan dengan perasaan yang baru. Mereka yang awalnya berniat melupakan teman masa kecil, kini justru dipertemukan lagi, dan yang lebih mengejutkannya, mereka bertemu dengan perasaan saling mencintai.


Cuppp


"Selamat ulang tahun, Lala!" ucap Aldo setelah memberikan kecupan lembut di kening wanita itu.




TBC



.



.



.



.

__ADS_1


__ADS_2