
Setelah selesai berdiskusi dengan Michael, aku pergi ke danau di dekat rumahku untuk menenangkan diri. Dan akupun tiduran disana selama beberapa menit.
Saat aku berdiri ingin pulang, aku melihat ada seseorang yang mengambang di tepi danau. Dan dengan cepat aku berusaha menyelamatkannya. Dia seorang kakek - kakek. Dia tak sadarkan diri, wajahnya pucat. Kayanya dia sudah lumayan lama berada disana ( tepi danau ). Akupun membawanya kerumahku untuk mengobatinya.
Sekitar pukul 5 sore kakek itu siuman. Aku langsung memberinya minum.
" Apa kau yang membawaku kesini? " - Kakek
" Uhm, ya " - Aku
" Kalau begitu terima kasih, aku berhutang budi padamu. " - Kakek
" Kenapa kau bisa berakhir seperti tadi? " - Aku ( memberanikan diri bertanya )
" Ceritanya panjang. Ngomong - ngomong apa kau tau siapa aku? " - Kakek
" Aku ga pernah liat kakek. " - Aku
Apa dia orang terkenal? Kalau dipikir pikir itu mungkin. Dilihat dari postur tubuhnya dia bukan orang biasa. Dia lebih seperti pensiunan tentara.
" Hahaha. Tak kusangka ada yang tak mengenalku. Kalau begitu biarkan aku memperkenalkan diri. Namaku Garan, pemilik perusahaan Rectum. Aku yakin kau pernah mendengar perusahaan Rectum. " - Garan
" Wha- " - Aku
__ADS_1
Tanpa basa basi lagi aku langsung menunduk dihadapannya. Bagaimana aku lupa tentangnya. Dulu dia dikenal dengan sebutan 'Gladiator' karena gaya bertarungnya yang mengerikan dan tak kenal ampun. Dia juga memiliki perusahaan besar yang didirikan olehnya sendiri. Itu perusahaan terbesar dan terkaya di Asia Tenggara. Itu gila...
" Aku minta maaf, aku tidak bermaksud membawamu ke rumah kecilku ini. Sekali lagi aku minta maaf " - Aku ( nunduk lagi )
" Haha... ga papa, justru akulah yang harusnya minta maaf karena sudah merepotkanmu dan adikmu. Sebagai ucapan maaf dan terima kasihku, silahkan minta apa saja dariku, kuharap aku bisa memberinya. " - Garan
( Aku harus menyiapkan beberapa uang lagi ya untuk anak ini. Anak muda suka sekali dengan uang yaa. ) - Garan berbicara dalam hati
" Kalau begitu, bisakah kau jadi guruku. " - Aku
" Huh? " - Garan ( bingung )
" Ano... kudengar kau sangat hebat dalam berkelahi dan menggunakan pedang. Jadi kupikir kalau aku bisa menguasai itu juga, maka aku bisa sekuat dirimu nanti. " - Aku
" Aku gak menyangka kau bakal bilang begitu. Kupikir kau akan meminta uang sebagai hadiahnya. hahhaa. Baiklah aku menerimamu sebagai muridku, tapi biar kuberi tahu. Latihanku sangat kejam lho " - Garan ( senyum mengerikan )
" Tidak masalah " - Aku
Dengan begini aku bisa mengajak Michael untuk latihan bersamaku.
" Ngomong - ngomong aku akan pergi nanti malam, apa kau mau ikut? Soalnya Rea ikut juga nanti. " - Aku
" Pergi kemana? " - Garan
__ADS_1
" Ke kediaman keluarga Yena. Katanya malam ini akan ada acara penting, dan temanku mengajakku kesana ( walaupun dipaksa ). Daripada sendirian disini, lebih baik ikut. Atau kau ingin segera pulang? " - Aku
Garan ketawa kecil
" Baiklah aku ikut denganmu. Jam berapa kita berangkat? " - Garan
" Sekitar jam 7 an. Kalau begitu kau istirahat saja dulu disini. Aku mau latihan sebentar. " - Aku
" Hohh, latihan? Biarkan aku melihat latihanmu, aku agak penasaran. " - Garan
" Ok ikuti aku " - Aku
Dan kami menuju ruang tengah, dimana ada TV, PS, dan Rea disana.
" Ini yang kau sebut latihan? " - Garan ( melihatku main PS ).
" Ini salah satu latihanku tau. Kalau ga dilatih karakterku lemah dari yang lain nanti " - Aku
Garan bingung
" Biarkan saja dia kek. Dia sudah kecanduan dengan itu " - Rea ( sambil masak )
Rea kelihatan kaya ibuku malah.
__ADS_1
" Ohh, jadi ini sudah biasa ya. Baiklah " - Garan ( entah kenapa masih bingung ).