
" Kau kakaknya Rea? Sepertinya kita memang ditakdirkan " - Michael ( mendekat )
" Apa yang kau maksud? " - Aku ( menjauh )
" Jadi kalian sudah saling kenal sebelumnya? " - Rea ( bingung )
" Yaa. Waktu itu kakakmu pernah ikut raid bersamaku, dan di sangaat kuat. Karena itu aku ingin mengajaknya bergabung ke gu- " - Michael ( belum habis bicara )
" Aku menolak. Aku gak ada niatan untuk masuk guild. Hidup seperti ini aja udah cukup. Rea juga bukan orang yang boros. " - Aku ( sambil menatap Rea diakhir )
"Ahh, jadi begitu. Baiklah, aku akan bilang ke ayahku. Kalau begitu urusanku disini selesai. Terima kasih waktunya, aku pergi dulu. " - Michael ( pergi sambil melambaikan tangan ke arah kami )
" Kau pacaran dengannya? " - Aku ( tanyaku )
Rea kaget
" G, g, gakk kok. Dia cuma temanku disekolah. " - Rea ( gugup )
" Yahh, apapun itu. Jangan biarkan dia putus sekolah, ingat itu. " - Aku ( serius )
Banyak kasus dimana pelajar dibangkitkan jadi hunter, dan mereka berhenti sekolah untuk fokus jadi hunter. Itu bagus jika dia adalah hanter rank tinggi. Lain halnya jika adalah hunter rank D atau rank E. Itu hanya akan membuatnya terus merugi. Lebih baik sekolah dari pada fokus jadi hunter rank rendah. Kau harus masuk gerbang dengan perlengkapan yang harganya mahal ( untuk keselamatan juga sih ). Dan mendapat hasil yang ga seberapa. Karena mereka rank rendah, jadi pendapatan mereka juga rendah. Karena itu lah kubilang lebih baik sekolah dari pada fokus jadi hunter rank rendah.
__ADS_1
Michael adalah hunter rank D, meskipun pendapatannya stabil karena sudah gabubg dengan guild, akan disayangkan jika dia putus sekolah.
Keesokan harinya aku memulai raid lagi. Kali ini yang kumasuki adalah gerbang rank C. Aku melakukan raid dengan orang - orang yang dari pengelihatanku berumur 30 -35 tahun. Mereka mencari orang untuk membawakan barang mereka, sama seperti bocah - bocah sebelumnya. Aku menerima nya karena digaji Rp2.000.000 hanya untuk membawa barang. Raid ini berisikan 11 hunter termasuk aku, dengan rank C 3 orang, dan sisanya rank D.
Dan aku melihat sosok yang tidak asing bersamaku. Michael, dia juga ikut raid ini. Kenapa dia selalu mengikutiku. Huft
" Kali ini mohon bantuannya tuann. " - Michael ( dengan semangat )
" Yaa. Terserahlah " - Aku ( nada malas )
Didalam gerbang, aku melihat kerja sama om om ini lumayan bagus. Buktinya tanpa membawa healer mereka bisa sampai ke pintu ruangan bos. Beberapa dari mereka tidak berani masuk ke dalam. Dan beberapa juga membujuk agar sang kapten mau melawan bos. Akhir dari perdebatan adalah mereka akan menyerang bos nya. Aku merasakan ada kekuatan yang besar di balik pintu.
" Bagaimana kalau kita sudahi dulu untuk hari ini. Aku merasa tidak enak badan, hehe maafkan aku. " - Michael
Keputusan yang sangat tepat. Beberapa dari om om itu berterima kasih dan yang lainnya menyimpan dendam, tapi sang kapten yang netral memaklumi keadaan Michael dan memutuskan untuk mengakhiri raid, lagipula kita udh dapat banyak batu crystal disini. Dengan itu seharunya kita mendapat Rp30.000.000. Itu sudah banyak untuk ukuran hunter rank rendah.
Setelah keluar dari gerbang, om om tadi pulang kerumah masing - masing ( tentu saja setelah menjual batu crystal ) menyisakan aku dan Michael disini.
" Hey, mau melawan bos? " - Aku
" Huh, apanya? - Michael ( bingung )
__ADS_1
" Heh, gak jadi deh. Kau pulang saja, aku masih ada urusan. " - Aku ( sambil masuk ke gerbang lagi )
Michael mengikuti ku diam - diam.
Sesampai di pintu ruangan bos. Aku langsung membukanya, dan mendapati bos gerbang ini berbentuk seperti bunglon. Aku menduga monster ini memiliki skill yang merepotkan.
Setelah beberapa menit melawannya, benar saja dia punya skill merubah warna tubuhnya. Itu membuatnya sulit diserang. Beberapa kali aku berhasil diserangnya sampai bajuku robek - robek dan penuh darah. Aku mulai memfokuskan kekuatanku ke indra pendengaran. Dan saat aku berhasil menemukan lokasi tempatnya berada, aku langsung mengarahkan pedangku sambil menggunakan beberapa skill yang kupunya. Aku meningkatkan stat STR dan AGI ku agar ini bisa berakhir sekali serang.
Dan bos monster berhasil kukalahkan, aku juga berhasil naik level dan mendapatkan skill baru.
Hah, meskipun ini mirip bukankah skill yang kudapat berlebihan. Perasaan bunglon tadi hanya merubah warna tubuhnya. Tapi pergerakannya sulit kulacak, kupikir ini pas. Mantapp.
Aku memutuskan untuk meningkatkan stat SENSE ku. Aku tadi kewalahan karena stat SENSE ku rendah, aku jadi kesulitan menemukannya saat bersembunyi.
Dari kejauhan Michael melihatku...
____________________________________________
__ADS_1