
Kemudian Garan membawa Michael keruangannya. Gak ada orang disana selain mereka berdua.
" Wahh selamat Michael! Kamu sekarang adalah Hunter rank S ke 7. Sebagai orang yang melatihmu aku ikut bahagia " kata Garan sambil memeluk Michael dengan erat.
" Ughh.. Terima kasih tuan. Aku akan berjuang keras mulai sekarang. " kata Michael sedikit kesakitan.
" Baiklah... Apa kamu sudah memutuskan masuk ke Guild mana? " tanya Garan sambil melangkah duduk ke kursinya
" Mungkin aku akan tetap berada di Guild Mado, Guild ayah dan ibuku. Aku merasa lebih tenang ketika dekat dengan mereka. " jelas Michael
" Hmm..begitu ya. Tapi kau harus tau, kau itu lebih kuat dari ibumu. Otomatis kau lah yang akan menjadi wajah Guild Mado dan kau juga akan banyak jadi perhatian para wartawan. Jadi kuharap kau bisa bertindak dengan hati - hati sekarang. " Garan serius
" Baiklah, aku akan mengingat itu " jawab Michael
~~
Sampai rumah Elan sempat berbincang - bincang dengan Rea. Rea khawatir kenapa Elan pulang telat. Dan saat Elan menjelaskan apa yang sudah terjadi Rea kaget. Ia bersyukur satu - satunya keluarga yang ia pinya bisa kembali dengan selamat. Setelah perbincangan itu, keduanya pergi tidur.
Rea bangun lebih awal seperti biasanya. Dan hari ini Rea berangkat sekolah sendiri tanpa pamitan karena Elan masih tertidur. Setelah Rea pergi Elan menggeliat dan berteriak sekencang kencangnya. Ia kesakitan tersiksa teramat sangat. Itu adalah hukuman karena tidak menjalankan Quest dari Sistem.
Ia seperti dibawa ke sebuah ruangan. Badan nya panas, seperti dibakar. Dia merasa seperti dipancung, digantung, dan dipotong potong bagian tubuhnya menjadi bagian yang kecil. Tubuhnya serasa dimasuki berbagai hewan kecil seperti kelabang dan kalajengking beracun. Meskipun ia merasa seperti itu, tapi tubuhnya tidak mengalami luka apapun. Itu hanyalah ilusi rasa sakit. Meskipun hanya ilusi itu tetap terasa sangat nyata. Itu yang dimaksud 'ruangan' oleh sistem?
Setelah 5 menit berlangsung. Elan mengeluarkan keringat yang sangat banyak, air matanya mengalir, dan ia sedikit kesulitan bernafas. Setelah beberapa saat ia kembali normal.
*Ughh.. sialan itu sangat menyakitkan. Aku tidak ingin dihukum lagi. Ya, aku harus membunuh, kalau tidak aku yang akan mati disiksa oleh sistem. Sialan, apa alasan yang harus kugunakan untuk membunuh. Tidak mungkin bilang bahwa aku terhipnotis, itu alasan yang tidak masuk akal. Masih ada seminggu lagi sebelum hukuman selanjutnya, akan kupikir nanti lagi* pikir Elan
__ADS_1
Setelah iti Elan bermain game. Karena bosan Elan nerencana pergi ke Guild Raiders untuk memeriksa apakah ada Gerbang kosong hari ini.
" Ada perlu apa? " kata Deimos sambil mengurus tumpukan kertas didepannya
" Aku hanya gabut dirumah sendirian, bisa beri aku tugas? " kata Elan dengan menunjukkan wajah gabutnya
" Sayangnya semua anggota sedang melakukan Raid sekarang, dan tugas Raid kita cuma sedikit hari ini, jadii maaf kau harus nganggur hari ini. " kata Deimos
"Ehhhh,, aku bosan lohh... Ngomong - ngomong dimana orang yang menjaga Rea, apa dia disekolah Rea? " tanya Elan sedikit serius
" Uhh, kami minta maaf soal itu. Tapi pagi ini Haren berangkat ke Amerika untuk suatu urusan, jadii tidak ada orang yang menjaga Rea untuk saat ini. " kata Deimos sedikit berkeringat
" Kau bercandaa! Itu adalah kesepakatan kita bukan!? Apa kau melupakannya! " kata Elan sambil mengangkat kerah Deimos
" Hei apa yamg kau kata- " Deimos belum selesai ngomong
" Jadi aku hanya beban? Baiklah kalau begitu mulai saat ini aku keluar dari Guild " kata Elan dengan ekspresi dingin
Setelah itu Elan keluar dari ruangan.. Deimos seperti bermandikan keringat. Dia gemetar dan akhirnya marah oada Vivi..
" Apa yang kau katakan! Kau mengerti dengan apa uang barusan kau lakukan?! " kata Deimos membentak Vivi
Mendengar itu Vivi terkejut, dan menangis. Melihat itu Deimos menjadi tidak tega dan meminta maaf pada Vivi. Beberapa saat kemudian Vivi menjadi tenang
" Aku harap masih bisa mendapatkan maaf darinya. " kata Deimos pasrah
__ADS_1
~~
Kemudian Elan bergegas ke sekolah Rea. Elan sempat menonton berita hari ini bahwa Michael masih sibuk dengan urusannya jadi ranker S baru. Dia sadar Rea saat ini sendirian disekolah. Dia mulai khawatir, dan 2 menit setelah keluar dari Guild Raiders dia sampai ke sekolaj Rea yang jaraknya sekitar 10 km dari Guild Raiders.
Ini sudah bel pulang sekolah, sebagian besar murid sudah meninggalkan sekolah. Elan bertanya pada murid yang belum pulang disekitarnya.
" Apakah kalian tau dimana Rea? " tanya Elan panik
" Uhmm.. kau siapa? "
" Aku Elan, kakaknya Rea. " jawab Elan
" Anuu, aku minta maaf " kemudian murid itu langsung pergi tanpa menjawab pertanyaan Elan
Situasi jadi semakin mencurigakan, Elan segera mencari keberadaan Rea. Ada satu ruangan dan ada beberapa murid laki - laki yang baru keluar dari ruangan itu. Melihat mereka Elan sponstan bersembunyi.
Setelah mereka cukup jauh, Elan masuk keruangan tadi. Dan mata Elan terbuka cukup lebar dan shock. Badannya gemetar melihat apa yang ada di depannya.
Rea berada dalam keadaan tidak mengenakan pakaian, kepalanya dimasukkan ke tempat sampah. Banyak luka lebam di sekujur tubuhnya. Dan juga banyak coretan di badannya.
Elan menangis dan segera menolong Rea. Dia membersihkan semua kotoran yang menempel di tubuh Rea dengan menggunakan air dari skillnya. Elan berpikir siapa yang sudah berani melakukan hal ini pada adiknya. Saat sibuk membersihkan tubuh Rea dia tidak sengaja menemukan sebuah tulisan pada tubuhnya.
'Budak Feros'
*Jadi dia yang sudah melakukannya. Kalau diingat ingat Feros itu adalah nama dalam Quest kan. Baiklah dengan begini aku dapat alasan.. * kata Elan tersenyum dingin sambil menitikkan air mata.
__ADS_1