King Of Hunter

King Of Hunter
42. Sekolah (Yuna Ingin Tau)


__ADS_3

Waktu yang sama ditempat yang berbeda. Rea sedang di kantor Organisasi Hunter dan berada di ruang rapat. Rapat itu dihadiri orang - orang penting di dunia Hunter Indonesia, isi rapatnya adalah tentang 'Dimana Hunter Elan'. Sebagian besar orang yang diruang rapat tidak terlalu peduli dengan apa yang dibicarakan di rapat kali ini. Tapi apa boleh buat, ini adalah permintaan Hunter yang digadang - gadang setara dengan Hunter Rank Hero.


Garan yang memimpin Rapat juga kebingungan. Permintaan Rea kali ini terlalu egois. Mencari tahu keberadaan Elan itu hal yang sangat sulit. Apalagi kebanyakan dari mereka percaya bahwa Elan sudah tiada saat insiden 1 tahun lalu. Yahh, hanya Rea, Garan, Deimos, Zen, dan Michael yang tidak percaya dengan hal ini, karena mereka sangat yakin kalau Elan tidak akan mati semudah ini.


Beberapa menit kemudian, situasi rapat menjadi hening karena perdebatan tentang masalah ini sudah mencapai puncak. Dan akhirnya Garan mengganti ropik Rapat menjadi 'Siapa Yang Membunuh Elan'. Dari yang dilihat dari CCTV jalan, Elan dikejar oleh sekumpulan orang berjubah hitam dengan gambar tengkorak disisi jubah mereka. Mereka mencurigai Guild Dunia Bawah, tapi yang mana? Guild Dunia Bawah itu banyak, dan mereka semua belum pernah melihat Guild yang anggotanya memakai jubah hitam yang ada pada CCTV.


Lagipula mereka adalah Guild Dunia Bawah, mereka tidak mungkin melakukan ini karena kehendak mereka. Jadi kemungkinan besar mereka di bayar untuk melakukan ini. Mendengar hal itu Rea langsung bertanya dengan nada marah.


"Siapa yang membayar mereka"


Sambil memukul meja rapat


Yang lain mencoba untuk menenangkannya. Satu - satunya orang yang berpotensi paling besar jadi pelaku di pikiran Garan adalah Julian. Dia seperti mengatakan sesuatu yang agak mencurigakan sehari sebelum insiden peledakan. Tapi Garan menyembunyikan hal ini dan memilih untuk tidak membicarakannya dalam rapat.


Rapat selesai, semua orang yang ada hadir pada rapat ini bergegas keluar dengan perasaan lega. Melihat semuanya keluar dengan perasaan senang, Rea mengerutkan dahinya karena sedikit emosi. Mereka tidak peduli sama sekali dengan Elan.


Sekarang hanya menyisakan Rea dan Garan di ruangan rapat, tapi tak lama kemudian Zen dan Deimos masuk. Mereka memulai rapat yang sebenarnya sekarang.


•••


Saat ini para murid yang telah selesai menyelesaikan gerbang unik sudah kembali kesekolah. Berita tentang mereka yang menyelesaikan Gerbang Rank S menyebar luas di Internet dan banyak media TV dari berbagai negara yang membahas ini.


'Masa Depan Menjadi Lebih Aman Dengan Adanya Sekolah Eclair'


Topik itu adalah yang paling terkenal. Karena setiap bulannya ada beberapa murid yang keluar dari Sekolah untuk memulai karir nya menjadi Hunter. Tentu saja itu saat mereka menjadi Rank A atau diatasnya. Akan sulit bagi mereka untuk berkembang jika tidak menggunakan Potion buatan sekolah. Tapi ada juga yang lulus sebagai Hunter Rank B dan C, itu karena umur mereka sudah mencapai batas penggunaan Potion, jadi mereka dianggap sudah lulus.


Mereka yang sadar kalau dirinya sulit untuk menaikkan Rank nya, memutuskan untuk belajar tentang strategi dan monster. Jadi meskipun Rank mereka Rendah, para Alumni Sekolah Eclair masih memiliki masa depan yang terjamin. Tidak ada satu kasuspun dimana lulusan sekolah ini berakhir gagal, mereka semua berhasil.


Dan para murid yang menyelesaikan Gerbang Rank S menjadi terkenal dan memiliki banyak Followers di akun media sosial mereka masing - masing. Dan yang paling mencolok di antara mereka adalah Yuna. Karena parasnya yang cantik, dan yang lainnya menyebutkan bahwa Yuna lah yang menyelesaikan Gerbangnya, dia jadi mendapat banyak perhatian. Dan ada satu murid yang lepas dari sorotan, dia adalah Vin. Karena dia adalah yang paling lemah di antara yang lain, jadi dia tidak mendapat perhatian dari masyarakat sekitar.


'Mana mungkin dia membantu, dia kan cuma Hunter Rank C bawah. Paling dia hanya berguna sebagai pembawa barang'


Seperti itulah kira - kira pikiran masyarakat pada Vin.


•••


Vin kembali kesekolah seperti biasanya. Tidak ada yang berubah dalam kehidupan sekolahnya, sedangkan mantan teman sekelasnya menjadi terkenal di sekolah dan mendapat banyak sambutan dan hadiah. Dan juga mulai banyak yang tertarik dengan Yuna.


'Siapa coba yang ga mau sama Yuna, udah kuat, cantik lagi'


Begitu, pikiran para laki - laki di sekolah ini.


Tapi Vin lebih menyukai wanita yang agak lemah. Kalau dia menikah dengan Hunter perempuan dengan Rank tinggi... Ga kebayang gimana kalau mereka bertengkar.

__ADS_1


Di suatu pagi yang cerah tanpa masalah, datang seorang Yuna melangkah cepat ke kelas Vin. Para laki - laki gelagapan dan mulai memasang muka tampan mereka masing - masing. Mereka yang dilewati Yuna, kecewa karena ternyata Yuna tidak mencari dirinya.


Langkah Yuna terhenti di depan Hunter 'Terlemah di Eclair'. Ya, itu adalah julukan baru Vin. Menurut Vin sendiri julukan itu sedikit masuk akal. Bagaimana tidak, diumurnya yang sudah menginjak usia 19 tahun dia masih Rank C bawah. Dia juga tidak rajin belajar, dan malah tidur saat kelas berlangsung.


"Hmm, ada apa ya mencariku?"


Kata Vin dengan gugup, karena dibelakangnya banyak mata yang sedang cemburu berat padanya


"Ikut denganku"


Kata Yuna sambil menarik tangan Vin


"Oy, kita mau kemana"


Kata Vin pura - pura menolak dan tersenyum sombong kearah teman sekelasnya


Melihat itu, teman sekelas Vin hanya bisa menangis dan marah.


Mereka berhenti di bawah pohon di belakang sekolah dimana tidak ada seorangpun disana, hanya mereka berdua.


"Jadi apa yang mau kau bicarakan?"


Wajah Vin yang tadinya terlihat bahagia menjadi dingin tak ber-ekspresi


Kata Yuna yang awalnya gugup karena melihat perubahan wajah Vin yang tiba - tiba


"Hmm, apapun itu. Apa yang kau tanyakan?"


"Uhmm, si- siapa sebenarnya dirimu? Kenapa kau bisa sekuat itu? Meskipun sudah sekuat itu, kenapa kau masih bertahan di kelas Menengah3? Dan juga ke-"


Yuna belum selesai bicara


"Hey heyy.. Satu - satu, aku bingung harus menjawab yang mana.. Jadi kau bertanya kenapa aku bisa kuat? Itu karena aku melalui latihan yang lebih sulit dari kalian."


Kata Elan dengan tenang


"Sulit? bukankah kita disekolah yang sama? Kupikir latihan akan lebih sulit kalau kau berada di kelas yang tinggi"


Pikir Yuna (tapi dia mengatakannya dengan keras)


"Kau pikir aku hanya latihan disini?"


Tanya Elan dingin

__ADS_1


Yuna agak kaget karenanya.


*Jadi sebelum dia mendaftar, orang ini sudah menjadi Hunter?* pikir Yena


"Jadi pertanyaan yang lain, kenapa aku masih bertahan di kelas Menengah3? Itu karena aku terlalu malas buat naik kelas. Semakin naik kelas, pasti latihannya semakin berat. Aku tidak ingin latihan berat. Huft"


Vin mengela nafasnya di akhir perkataannya


"Iya juga sih, latihan saat di kelas yang lebih tinggi, porsi latihannya bakal lebih tinggi juga. Aku mengerti itu, tapi apa hal itu bisa jadi alasan? Maksudku semua murid di sekolah ini mengincar kelas paling tinggi sebelum lulus. Tapi dari yang kulihat, hanya kau yang tidak tertarik dengan itu."


"Yahh, aku memang ga tertarik. Abaikan saja, jawabanku hanya malas, itu saja. Jadi apa pertanyaan terakhir yang tadi terpotong?"


Tanya Vin


"Owhh itu, kenapa kau berniat membantu kami dengan bergabung bersama kami waktu itu? Apa kau tau kalau Kekuatan Gerbangnya berbeda dari yang diperkirakan?"


Tanya Yuna sambil memegang dagunya sendiri


"Awalnya sih, karena aku lagi ga ada kerjaan. Tapi setelah melihat Gerbang, aku jadi ada niatan untuk membantu, karena aku yakin kalian bakal mati kalau aku tidak menolong"


Kata Vin dengan matanya bersinar dan membuat wajah Yuna sedikit memerah


"Uhmm,, mohon bantuannya kalau kau tidak keberatan menolong aku dan yang lain suatu saat nanti"


Kata Yuna sambil menunduk


"Oke, aku bakal membantu kalau situasinya benar - benar genting"


"Terima kasih.. Ehh ngomong - ngomong ada satu pertanyaan yang belum terjawab. Uhmm siapa kau? Yahh kalau kau ga mau menjawab juga ga papa, aku bakal nyari tau sendiri nanti. Hehe"


Kata Yuna ketawa terpaksa


Kemudian Yuna tersentak, Vin memojokkannya sambil memukul pohon yang ada di belakang Yuna. Membuat jarak di antara mereka jadi lebih dekat. Wajah Yuna jadi semakin memerah karenanya


"Aku bakal membantumu kalau ada kesulitan, dan aku tidak akan meminta imbalan. Tapi tolong jangan campuri kehidupanku atau kau bakal menyesal seumur hidup"


Kata Vin dingin, membuat ekspresi Yuna menjadi takut seketika...


____________________________________


Vin (Elan yang menyamar :v) \=


__ADS_1


__ADS_2