King Of Hunter

King Of Hunter
57. Bencana > Upaya Guru


__ADS_3

"Ughh.. Kepalaku.."


Keluh Harry


Saat ia bangun, tidak ada siapa-siapa di sekitarnya. Berada di tengah jalan dan tak ada yang menolong. Dilihat-lihat juga, tidak ada orang yang tinggal di sekitar sini lagi. Jadi dia benar-benar sendirian.


Tapi..


Wushh (suara angin)


"Siapa kau..?"


Kata Harry sedikit panik karena orang ini tiba-tiba muncul


Sesaat kemudian Harry sadar, kalau yang ada di depannya adalah si 'Pembantai' yang terkenal waktu itu. Tapi siapa yang ada di belakangnya? Elf?


Si 'Pembantai' tidak menjawab pertanyaan Harry.


"Apa yang kau inginkan.. Ughh!"


Ucap Harry kesakitan setelah mencoba untuk berdiri


"Kau memiliki kekuatan itu. Kau harus jadi pengikutku.."


Katanya dengan nada dingin


"Lagi? Kenapa kalian selalu ingin aku jadi pengikut?! Aku bukan babu.. "


Harry kemudian berusaha menyerang


Dengan cepat si 'Pembantai' langsung berada di hadapan Harry langsung menggenggam kepalanya, dan membantingnya ke tanah.


"Sialan..sialan..sialann!"


Ucap Harry dengan kesal


"Ini adalah takdir mu"


Kata si 'Pembantai' masih menggenggam kepala Harry

__ADS_1


"Kau gila! Lepaskan aku"


Harry masih mencoba melepaskan diri


Karena Harry terus berontak, si 'Pembantai' membanting kepala Harry ke tanah sekali lagi.


"Gahh..!"


Kata Harry berusaha bernafas dengan teratur


Kemudian si 'Pembantai' mendekatkan kepala Harry padanya..


"Kekuatan yang baru kau dapat, itu kekuatan untuk melayani ku.. Sebagai ganti kau bisa mendapat kekuatan sebesar itu, kau harus menuruti apa kemauanku.. paham?"


Katanya dengan ekspresi mengintimidasi


Apa-apaan ini, aku juga tidak ingin kekuatan ini. Monster itu yang memaksaku, sialan. Aku hanya ingin hidup tenang dengan Miya!


Pikir Harry sebelum akhirnya pingsan.


Dan pengikut si 'Pembantai' mengangkat tubuh Harry untuk dibawa kesuatu tempat, tempat rahasia si 'Pembantai'.


~~


Ucap salah satu murid yang berhasil kabur dengan ketiga pangeran


"Jangan berisik, lari saja secepat mungkin!"


Kata Alex


"Hey! Harry masih disana, kita harus menolongnya!"


Kata Miya


"Maaf, sifat penolong mu tidak berguna di saat seperti ini. Kumohon, kita harus lari menjauh dari monster itu!"


Jawab William


Tak lama kemudian, tanah bergetar hebat. Seperti sebuah meteor yang mendarat, Monster itu datang dengan senyuman khasnya.

__ADS_1


"Halo semuanya, aku datang~"


Tak lama kemudian, salah satu murid yang berhasil kabur dengan pangeran terbelah menjadi beberapa bagian..


"Siapa lagi ya?~"


Ke-empat orang ini diam tak berkutik. Tapi suatu keajaiban terjadi..


Kaboom..


Sebuah sihir besar mendarat tepat ke arah Monster.


"Kalian tidak apa-apa? cepat pergi dari sini, biar para guru yang mengatasi ini"


Kata Jerome berdiri didepan mereka dengan formasi defensif


"B-baik"


Kata ketiga pangeran hampir bersamaan


"Kepala sekolah, Harry masih terluka disana. Tolong selamatkan dia"


Kata Miya


"Akan ku usahakan"


Jawab Jerome


Tidak mungkin bagi mereka kembali ke tempat Harry berada. Mana mereka habis, banyak luka, dan hal lain yang dapat membuat nyawa mereka terancam nantinya. Karena itu mereka memutuskan untuk kembali ke sekolah, tempat teraman di Amerika setelah Benteng yang dibangun untuk melindungi Presiden.


5 menit bertarung..


"Sial, monster ini sangat kuat"


Keluh Jerome


Saat ini beberapa Guru Eclair tengah berusaha mengalahkan Monster 'Tengkorak' ini. Mereka berusaha mati-matian, bahkan beberapa dari mereka tewas dalam pertarungan ini. Sedangkan si 'Monster'? Dia bertarung dengan senyum mengerikan diwajahnya, seolah-olah mereka hanya dipermainkan oleh 'Monster' ini.


Intinya, usaha mereka sia-sia.

__ADS_1


"Seorang manusia tak akan bisa mengalahkan Raja Perang yang agung.."


Itu adalah kata terakhir yang di dengar oleh Jerome sebelum akhirnya tewas bersama Guru yang lain...


__ADS_2