King Of Hunter

King Of Hunter
71 - 74


__ADS_3

"Ughh, dimana ini?"


Elan kebingungan setelah melihat disekitarnya hanya ada kabut hitam, hingga ia memiliki jarak pandang yang pendek.


Dan di dalam kabut tebal tersebut, muncul satu sosok yang tidak pernah Elan lihat sebelumnya. Wujudnya seperti manusia, tapi ia memiliki 2 tanduk besar di dahinya.


"S-Siapa?"


Tanya Elan gugup


Kemunculannya yang tiba tiba, membuat jantung Elan berdetak lebih kencang dari biasanya. Dan ia meletakkan tangannya di dadanya untuk merasakan dan berpikir kenapa jantung nya bisa berdetak begitu cepat setelah sosok itu muncul, siapa dia sebenarnya?


"Yoo, apa kabar.."


Tanya sosok itu tiba tiba


"....."


Elan tak menjawab sama sekali


"Huhh, tampaknya kau tidak tau siapa aku..."


"....."


"Aku adalah orang yang mengatur sistem yang ada dalam dirimu..."


"?!"


Mendengar itu Elan spontan langsung menyerang sosok tadi dengan mengincar kepalanya


"Woahh bersemangat sekali, tidak buruk juga bagi orang yang akan menduduki tahta.."


"Huh?"


Elan kebingungan kenapa ia tiba tiba menyerang sosok tersebut


"Aku minta maaf. Aku tidak ada niatan untuk menyerangmu tadi, tubuhku bergerak sendiri."


Elan meminta maaf dengan sangat sopan (baru pertama kali semenjak balik ke masa lalu)


*Aura nya, sangat besar... Aku serasa ingin muntah...*


Pikir Elan


"Tidak apa apa, aku memaklumi itu. Lagipula itu adalah sifat khusus seorang Raja, jadi itu hal yang wajar"


Kata sosok itu dengan tenang


*Kalau dipikir pikir, wajahnya mirip denganku. Perbedaan diantara kami hanya pada tanduk itu saja*


"Uhmm, jadi ini dimana?"


Tanya Elan


"Biar aku menjawab pertanyaan pertanyaan yang saat ini ada di kepalamu"


"Kita berada di tempat buatanku, aku memindahkan jiwa mu sementara kesini. Kalau aku tidak melakukan ini, kau akan mati karena kehilangan banyak darah dari putusnya tangan mu. Huhh, padahal aku sudah memberimu kekuatan yang cukup untuk melawan satu dari mereka. Mau bagaimana lagi, dia menggunakan artifact, aku tidak bisa menyalahkan semua nya padamu. Dan untuk pertanyaan siapa aku? Aku adalah Ascot, salah satu dari ke 8 raja... Raja Kematian.


Jelas Ascot


"Raja Kematian? Apa maksudnya?"


Tanya Elan dengan wajah serius


"Uhmm, keberatan kalau aku bercerita? Mungkin ini akan sedikit memakan waktu"


"Tapi aku harus kembali secepatnya, bisakah kau mengembalikanku saat ini"


Pinta Elan


"Tidak bisa, kalau aku mengembalikan mu sekarang juga, maka kau akan mati dalam waktu singkat. Jangan khawatir, aku akan mengembalikan mu disaat yang tepat nanti, santai aja. Jadi, bisa kita lanjutkan...?"


Tanya Ascot


"Asalkan mereka (bawahan Elan) selamat... Baiklah, kau bisa bercerita..."


Kata Elan

__ADS_1


"Woahh, aku sudah menunggu kesempatan ini sejak lama... Akhirnya aku bisa bercerita kepada orang lain"


Kata Ascot dengan gembira (dia bilang begitu, karena udah lama ga berinteraksi dengan orang lain)


Ascot bercerita dari awal ia lahir sampai ia menjadi Raja, Elan sempat ingin memukul wajahnya karena ceritanya dimulai dari awal ia lahir. Ia bilang bahwa ia tidak berasal dari bumi. Ia mengatakan bahwa ia berasal dari planet lain yang terletak sangat jauh dari bumi. Dimana kehidupan di sana tertinggal jauh dari kehidupan modern si bumi sekarang. (intinya seperti isekai lah)


Ascot adalah seorang yang lahir dari Ibu dari ras Iblis dan ayahnya dari Ras manusia. Karena hubungan antara Ras Iblis dan Manusia itu dilarang, maka Ascot tak dianggap sebagai salah satu dari edua Ras, baik Ras Iblis maupun Manusia, tak ada yang mau mengakui keberadaannya.


Bahkan Ia dicap sebagai anak terkutuk karena memiliki darah Iblis dan manusia sekaligus. Kehidupan yang sangat tidak menyenangkan dialami oleh Ascot. Ia dipukuli, dijadikan samsak tinju, dan dijadikan sebagai objek untuk mencoba kemampuan sihir seseorang. Keberadaannya begitu hina dihadapan orang lain. Sampai suatu ketika, orang tuanya dibunuh dengan keji oleh masyarakat sekitar (rumah mereka dekat dengan perbatasan wilayah Iblis dan Manusia). Setelah itu ia diusir dan diancam, kalau warga melihatnya, maka ia akan berakhir sama seperti ayah dan ibunya.


Ascot lari sejauh mungkin dengan membawa beberapa barang dari rumahnya dan pergi ke kota lain. Dan saat ia ingin membeli bahan makanan, ia diusir oleh penjualnya dengan alasan, Si penjual tidak ingin menjual makanannya pada Ras Iblis.


Padahal di dunia itu, peperangan antara Iblis dan manusia sudah selesai lama sekali. Namun Ras manusia masih belum bisa melupakan kekejian Ras Iblis yang membunuh semua manusia termasuk teman dan keluarga. Ras manusia masih menyimpan kebencian terhadap Ras Iblis.


Dengan begitu Ascot pergi dari kota tersebut dan bersembunyi di sebuah hutan lebat yang ditutupi salju. Hampir setengah hari ia berjalan tak tau arah, dan akhirnya tumbang di tengah badai salju.


"Ahh, aku sudah tidak kuat lagi. Apa nanti aku bisa melihat papa dan mama lagi? Kalau aku bisa bertemu dengan mereka lagi, kupikir mati tidak terlalu buruk juga..."


"Tidak apa apa, kau bisa tidur sebentar"


Tiba tiba muncul seorang tak dikenal mendekat ke arah Ascot. Ia tak sempat melihat siapa orang itu, karena ia langsung pingsan tepat setelah orang itu menghabiskan kalimatnya.


Setelah itu, entah kenapa tubuhnya menjadi lebih gemuk (sebelumnya kurus, karena beberapa hari ga makan) dari sebelumnya. Dan ia sekarang tidak merasa lapar. Ada apa?


"Sudah bangun?"


Kata seorang misterius tadi


"Uhmm iya, ngomong - ngomong ini dimana!?"


Kata Ascot panik setelah melihat sekelilingnya hanya ada ruang putih tak berujung


Kemudian Sosok itu bilang bahwa ia bisa memberikan Ascot kekuatan agar ia bisa hidup lagi. (maksudnya ga jadi samsak tinju seperti sebelumnya)


"Sebelum itu siapa kau? Apa kau kenalan Ayah? atau kenalan Ibu?"


Tanya Ascot dengan polos


"Tidak keduanya. Aku adalah seorang Dewa yang sedang mencari sumber kesenangan"


"?"


Singkatnya orang itu bilang bahwa ia adalah Dewa yang mengatur sebuah dunia bersama Dewa yang lain (anggap aja tugas Dewa itu mengatur dunia agar tetap seimbang, Anggap aja). Namun pada suatu ketika, ia merasa bosan karena tidak ada hal yang menarik pada dunia yang ia jaga. Karena itu ia memberikan Ras Iblis beberapa kekuatan, karena di dunia yang ia jaga manusia lebih kuat dari Ras Iblis.


Tindakannya tersebut membuat dunia yang ia jaga mengalami perang yang cukup panjang. Dewa lain yang menjaga dunia itu bersamanya panik memikirkan kehidupan yang ada didalamnya, sedangkan Dewa gabut tadi tertawa senang melihat peperangan yang terjadi.


Kemudian Dunia itu hancur dan dikuasai sepenuhnya oleh Ras Iblis, yang pada akhirnya Ras Iblis tadi saling membunuh satu sama lain.


Tak lama setelah hancurnya dunia tersebut, akhirnya aksi Dewa gabut yang memberi kekuatan pada salah satu ras di dunia tadi ketahuan. Tindakannya tersebut membuat beberapa Dewa lain marah(intinya ada banyak Dewa, dan mereka bertugas menjaga Dunia yang ada). Akhirnya para Dewa memutuskan untuk, menghilangkan keberadaan Dewa gabut tadi dari alam Dewa.


Kemudian akhirnya ia bisa sampai ke Dunia tempat Ascot berada. Ia kecewa dengan keputusan Dewa lainnya, ia berpikir bahwa ia hanya membuat hancur satu dunia saja. Masih banyak dunia yang lain, puluhan bahkan ratusan. Kehilangan salah satu dari ratusan tersebut, tidak menjadi masalah kan?


Karena kekecewaannya ia berniat untuk menghancurkan seluruh dunia yang dijaga para dewa. Untuk itu, ia harus menciptakan Dewa buatannya sendiri.


Ascot yang mendengar itu langsung ketakutan. Bagaimana tidak, ia menyadari bahwa yang dihadapannya saat ini adalah sosok yang menghancurkan satu dunia.


"Jadi kau ingin menjadikan ku Dewa? begitu?"


Tanya Ascot


"Ya, dengan begitu kau bisa menghancurkan dunia yang kejam ini"


Katanya dengan senyum diwajahnya


"Tapi aku tidak bisa sekejam it-"


"Bukankah dunia ini sudah kejam padamu? Mereka tidak menerimamu disini. Mereka tidak mengakuimu, mereka menjadikanmu samsak tinju, mereka menjadikanmu target sihir, dan lagi orang tua mu dibunuh oleh mereka. Bukankah wajar bagimu untuk balas dendam? Jadi... terima lah tawaranku, maka aku bisa membuatmu diakui oleh dunia ini"


Kata kata yang sangat meyakinkan dari Dewa gabut


Ascot mulai berpikir bahwa ucapan orang itu ada benarnya.


"Tunggu dulu, kau tadi bilang bahwa tujuanmu menghancurkan dunia yang dijaga para dewa bukan?"


Tanya Ascot


"Ya"

__ADS_1


"Kalau begitu kenapa kau tidak menghancurkannya dengan tanganmu sendiri? Bukankah itu jauh lebih mudah?"


Tanya Ascot


"Begini, biarapun aku diusir dari alam Dewa, aku masih tetap seorang Dewa. Dan Dewa itu sendiri memiliki semacam kutukan, dimana jika Dewa membunuh makhluk hidup secara langsung di dunia yang mereka jaga, maka mereka akan menghilang. Sudah pernah terjadi kasus seperti itu sebelumnya. Karena itu aku memerlukan pihak ketiga yang akan menjadi Senjataku nantinya. Dan itu dimulai darimu..."


Jelasnya


Setelah itu, Dewa tadi memberikan Ascot waktu untuk berpikir. Ascot mengingat perlakuan yang didapatnya selama ia hidup di dunia itu. Bagaimana mereka membunuh orang tuanya yang berharga dengan keji. Selagi mengingat hal itu, kebencian yang mendalam terlihat dari kedua matanya.


Melihat itu, Si Dewa senang karena ia yakin bahwa Ascot akan menerima tawarannya. Lagipula Ascot sudah terhipnotis oleh Dewa tadi untuk mengingat masa lalunya yang kejam. Lagipula Dewa itu sendiri bisa menggunakan skill apapun, jadi ia bisa dengan mudah memanipulasi ingatan dari Ascot.


Dan pada akhirnya Ascot menerima tawaran dari Dewa tadi. Ia memperoleh satu skill dari Dewa tadi, yaitu 'Mengambil Skill dari orang yang ia bunuh dan bisa menyempurnakannya'. Setelah mendapatkan skill tadi ia mulai mengembara ke seluruh tempat di dunianya untuk membunuh semua manusia dan Ras Iblis yang ada di depannya.


Beberapa waktu kemudian Ascot sudah tumbuh besar menjadi pembantai Manusia dan Iblis. Kedua Ras itu habis dibunuh oleh Ascot sendirian.


Setelah semuanya selesai Ascot dipanggil ke Dimensi buatan Dewa tadi (dimensi nya dinamakan White Room).


Ascot terkejut setelah sampai di sana, Dewa tersebut tidak sendirian. Ada 7 orang yang tidak pernah ia lihat sebelumnya. Tak lama kemudian Dewa tadi menjelaskan bahwa ke 7 orang ini adalah Senjata barunya. Selagi Ascot sibuk membantai Manusia dan Iblis, Dewa tadi memberikan kekuatan pada orang orang yang bernasib sama seperti Ascot.


Dengan berkumpulnya 8 orang ini, Dewa tersebut mulai melancarkan aksinya menghancurkan dunia yang lain. Beberapa kali usaha mereka berhasil dan beberapa kali juga usaha mereka dipatahkan oleh Dewa yang menjaga dunia tersebut.


Kemudian Si Dewa gabut tadi berpikir untuk melenyapkan para Dewa sebelum akhirnya menghancurkan dunia yang dijaga. Ide tersebut disetujui saja oleh ke 8 orang lainnya termasuk Ascot.


Sesaat mereka ingin bersiap berangkat tiba tiba Si Dewa gabut tadi mendapat serangan tiba tiba yang membuatnya tidak bisa bergerak untuk sementara waktu. Itu adalah sihir gabungan dari ke 7 orang untuk melumpuhkannya (kecuali Ascot).


Sebenarnya mereka sudah merencanakan ini sejak lama, tapi mereka ( ke 7 orang tadi ) sadar bahwa mereka masih lemah saat itu. Tapi dengan kegiatan mereka yang terus terusan berusaha menghancurkan dunia, tentu saja mereka bertambah kuat. Mereka menunggu kesempatan sampai mereka sudah cukup kuat untuk melenyapkan Dewa gabut itu. Kenapa mereka ingin melenyapkan Dewa gabut tadi? Karena mereka sadar kenapa dari awal mereka selalu mematuhi apa yang dikatakan oleh Dewa gabut itu. Dan waktunya telah tiba...


"Kena..pa ka..lian..."


Belum habis Dewa gabut itu bicara, ke 7 orang tadi menghujani serangan bertubi tubi tanpa jeda sedikitpun


Sampai pada titik terakhir Dewa tadi, ke 7 orang tadi menatap Ascot yang dari tadi hanya berdiri dan tidak ikut menyerang.


"Karena dari tadi kau tidak menyerangnya, aku sisakan serangan terakhir padamu. hehe"


"Benar, kita semua punya dendam yang sama dengan orang itu"


"Aku sudah bosan diperintah oleh orang itu"


"Biarkan dia yang menyelesaikan ini"


Semua setuju


"Baiklah, jangan menyesal.."


Dan Ascot lah yang mendapat last hitnya. Kemudian kepalanya terasa berat, karena ia berhasil membunuh seorang Dewa, ia mendapat semua skill yang dimiliki Dewa tersebut. Kemudian Ascot pingsan karena tak kuat menerima skill dan kekuatan sebanyak itu.


Di dalam tidurnya, ia berpikir apa saja skill yang dimiliki Dewa tadi. Kemudian ia ingat Dewa tadi pernah bilang, bahwa Seorang Dewa bisa menggunakan skill apapun. Hanya saja setiap skill nya perlu mana yang lebih banyak dari biasanya.


Ascot juga berpikir kenapa bisa Dewa itu terbunuh, padahal ia bisa menggunakan semua skill, itu berarti dia bisa menggunakan skill bertahan juga kan? Ia berpendapat, Dewa mungkin bisa menggunakan skill apapun, tapi dengan begitu juga Dewa tersebut mempunyai waktu yang lebih lama untuk berpikir skill mana yang harus ia pakai karena skill itu sendiri ada banyak macamnya. Terlebih lagi, tadi mereka ber 7 menyerangnya secara tiba tiba. Tapi kan dia Dewa, tapi tapi tapi...


ia berhenti berpikir dan memilih untuk tidur.


Setelah bangun ia langsung mendatangi ke 7 orang yang sedang berkumpul di White Room


Kemudian mereka membuat julukan bagi ke 8 orang yang berkumpul agar lebih mudah mengenali satu sama lain (saat Dewa itu masih ada, mereka tidak berinteraksi sama sekali dna hanya menjalankan perintah Dewa). Mereka menamai satu dengan yang lainnya dengan julukan yang mirip dengan tingkah laku dan tampang orang tersebut.


Dan masing masing dari mereka adalah


- Perang


- Tanaman


- Iblis


- Elf


- Beast


- Racun


- Keadilan


- Kematian


__________________________________

__ADS_1


Tanya aja di komentar kalau masih ada yang kurang jelas. Inshaallah saya jawab.


Saya sendiri ga yakin ini chapter udah urut atau belum (2000+ kata gan). Saya ga terbiasa nulis langsung panjang kaya gini, jadi mohon maaf kalau kurang jelas🙏


__ADS_2