King Of Hunter

King Of Hunter
22. Mengerikan


__ADS_3

Setelah sampai di rumah barunya, mereka tak bisa menyembunyikan ke kaguman mereka terhadap rumah megah ini. Seperti mimpi bagi mereka untuk dapat tinggal di tempat seperti ini, dan sekarang menjadi kenyataan.


Walaupun penjaga gerbang tadi tidak percaya bahwa kami tinggal disini. Tapi setelah mereka menunjukkan kartu dan kunci yang diberi Deimos, akhirnya mereka percaya dan membiarkan mereka berdua masuk.


Sesampai disana Rea langsung istirahat, karena baru kali ini dia bertemu dengan hunter rank S, apalagi penampilannya seperti singa berbadan manusia dan sangat kekar. Itu membuat dia merinding jika tidak bersama Elan.


Sedangkan Elan yang baru sampai, langsung menyalakan PS nya yang dia bawa untuk mulai main... sampai malam.


~~


Setelah selesai bermain, Elan berencana untuk tidur. Sesaat sebelum ia membaringkan badan sebuah pesan dengan suara mekanik muncul


[ting]


'Pemberitahuan' (penting)


Karena admin sebelumnya sudah dikalahkan, maka sistem akan dikelola oleh admin baru.


~


Apa maksudnya? Admin baru. Karena Dewa yang kutemui sebelumnya bilang bahwa dialah yang memperbaiki sistem ( walaupun masih ada bug, contohnya pedang sama kunci gate ). Secara otomatis seharusnya dia adalah admin bukan? Dan sekarang dia dikalahkan. Mengalahkan Dewa? itu tidak mungkin dilakukan oleh monster.


Walaupun saat dia berwujud monster dia jadi sangat lemah ( hanya bisa mengeluarkan seperlima puluh kekuatannya) dan itu sudah membuatku hampir mati waktu itu. Dalam wujud Dewa dia seharusnya bisa mengeluarkan kekuatan penuhnya. Dan dia masih kalah?


Aku hanya bisa mengira - ngira. Yang mengalahkannya adalah sesama Dewa, atau mungkin lebih. Malaikat?!


[ting]


'Kau benar'

__ADS_1


Suara dari sistem membuatku merinding ketakutan. Bagaimana bisa malaikat ikut campur dengan mudahnya.


Dia menjawab pertanyaanku sebelumnya, kalau begitu aku bisa bertanya yang lainnya *pikir Elan


" Apa yang terjadi pada Dewa sebelumnya? " tanya Elan gugup


[ting]


'Kau tidak bisa mengetahuinya sekarang, Raja belum memenuhi syarat'


~


Apa maksudnya itu? Raja? Aku masih tidak mengerti. Semakin memikirkannya kepalaku semakin berat.


[ting]


'Kau hanya perlu semakin kuat, hingga nanti kita bertemu'


~


~~


Keesokan paginya Elan bangun dengan keringat mengucur deras di semua bagian tubuhnya. Dia masih teringat dengan kejadian semalam. Belum sempat untuk fokus dan melihat sekitar, sebuah pesan sistem muncul.


[ting]


!Quest!


'Bunuh semua garis darah keluarga Feros'

__ADS_1


'waktu : tidak ditentukan'


'Hadiah : Batu roh rank SSS, Skill uniq, title berkelas'


Apa apaan itu. Elan melihat pesan tersebut dengan wajah pucat. Hadiahnya sangat menggiurkan, tapi dengan membunuh manusia. Aku bahkan belum pernah melakukan itu dikehidupanku dulu. Dan sekarang aku diberi tugas seperti ini? Ditambah lagi, garis keturunan. Itu berarti seluruh orang yang memiliki ikatan darah dengannya.


Lalu dia bertanya pada sistem


" Apa ada hukuman jika tidak melaksanakannya? " tanya Elan gemetar


[ting]


'Kalau kau tidak membunuh satu orang yang memiliki ikatan darah dengan Feros dalam 1 minggu, maka kau akan dibawa keruang hukuman dimana kau akan disiksa habis habisan tanpa bisa melawan balik'


Begitulah kata sistem. Dan ada tambahan kecil di pojok kanan bawah


'Demi menciptakan seorang Raja yang baru'


Apa sistem ini ingin membuatku jadi Raja? Raja apa yang dimaksud. Dan bukankah malaikat itu baik seingatku, kenapa admin ( malaikat tadi ) sangat jauh dengan bayanganku tentang malaikat sejauh ini. Maksudku apakah ada malaikat yang senang dengan permainan macam ini, dan dia membunuh Dewa! Membayangkan betapa mengerikannya malaikat ini membuat Elan merinding tak bisa bergerak.


[ting]


'Sayangnya aku 10x lebih buruk dari apa yang kau bayangkan sekarang'


*Sialan jangan membuatku tambah takut* Elan


Elan berpikir bahwa dikehidupan barunya dia bakal hidup tenang dengan melupakan dendamnya pada tunangannya, tapi masalah baru muncul...


~~

__ADS_1


note : * berarti dia ngomong dalam hati


__ADS_2