King Of Hunter

King Of Hunter
61. Bencana > Alasannya...


__ADS_3

Kilas balik..


Selesai makan daging sapi...


"Jadi.. kenapa kau membawaku kesini?"


Tanya Harry


"Karena aku perlu kau, untuk suatu hal"


Jawab Elan


Apa maksudnya suatu hal?


~~


Di dalam Gerbang, setelah selesai menyiksa Merlin. Elan mendapat notifikasi dari sistem.


'Persyaratan bertambah, kau harus memiliki 90 % Kekuatan dari Raja Kematian. Sebelum itu kau tidak akan bisa menemuiku."


Begitulah kata Sistem.


Namun bagaimana caranya? Angka itu tidak pernah bertambah semenjak baru ia dapatkan (maksudnya 50% kekuatan Raja Kematian). Tak peduli berapa keras Elan berpikir, ia tidak dapat menemukan jawabannya. Ia sangat kesal.


Dan sesuatu di depannya lah yang menjadi sasaran untuk melampiaskan emosinya. Ya, Merlin.


Siksaan yang dialami Merlin jadi semakin berat dan brutal. Teriakan dan tangisan Merlin tidak membuat hati Elan merasa kasihan, bisa dibilang ia menikmatinya. Sampai pada akhirnya..


"Aghhh! Baiklah baiklah.. aku akan memberi aghh..!"


"Memberi apa?"


Kata Elan dengan dingin


"Aku akan memberi apapun yang kau mau! Aku rela menjadi budakmu!"


Teriak Merlin dengan harapan Elan akan berhenti menyiksanya


"Budak..?"


Sejujurnya Elan tak ada niatan untuk membuat Merlin menjadi budaknya. Dia hanya ingin Merlin mau menjaga Rea saat ia kembali nanti. Tapi ia malah berakhir menyiksa Merlin dengan sangat kejam.


"Hah?!"


Kata Elan terkejut dan menjauh dari Merlin yang memiliki luka serius disekujur tubuhnya


"A-apa yang terjadi?! Kenapa?"


Jata Elan perlahan duduk dengan perasaan bingung sekaligus takut


Kemudian ia berusaha mengingat apa yang terjadi, kenapa Ratu bisa menjadi seperti itu? Ingatan mengenai dirinya yang menyiksa Merlin muncul secara beruntun dan membuat kepalanya sakit.


Kenapa aku seperti ini? Apa yang terjadi padaku?! Sialan!


Pikir Elan


Dan sambil menahan rasa sakit di kepala nya, Elan perlahan mendekati Merlin. Tentu saja Merlin sudah siap menahan sakit, ia mengira Elan sudah gila dan ingin menyiksanya sampai mati. Tapi perkiraannya salah..


Elan berlutut menghadap Merlin. Dengan kepalanya yang menyentuh kaki Merlin, Elan meminta maaf. Ia menjelaskan bahwa itu seperti bukan dirinya, dan ia tidak tau kenapa dirinya bisa seperti itu. Merlin tidak begitu saja mempercayainya

__ADS_1


Merlin mengira ini adalah salah satu sandiwara Elan. Tapi Elan dapat membuktikan bahwa ia benar-benar minta maaf, dengan memberi Merlin sebuah Dagger miliknya dan meminta Merlin untuk balik membalasnya.


Merlin hanya menancapkan Dagger itu ketanah, dan memafkan Elan sepenuhnya. Tapi Merlin memiliki satu permintaan pada Elan, yaitu membiarkan Merlin menjadi rekan Elan. Sudah tidak ada lagi yang bisa ia lakukan disini, jadi dia berpikir untuk keluar Gerbang dan mencoba untuk mempercayai manusia sekali lagi.


Dan notifikasi Sistem muncul di hadapan Elan..


[ting]


[Apakah anda ingin menjadikannya sebagai Budak?


Ya/Tidak]


Elan kebingungan dengan pesan ini. Bukannya Merlin meminta untuk jadi Rekan?


Tapi Sistem memiliki kecerdasan yang tinggi (ya, tergantung admin juga sih). Dia bisa tau apa yang diinginkan lawan bicara dari 'Player' dan memberi tau 'Player' secara tidak langsung. Elan yang memahami itu, tanpa ragu langsung memilih opsi 'Ya'.


[ting]


Apa? Notifikasi lagi?


Elan kebingungan


[Job : Raja Kematian (50%)]


\=


[Jon : Raja Kematian (55%)]


"Itu bertambah!"


Kata Elan


Merlin bingung dengan ucapan Elan tadi


Dan Elan menyadari sesuatu. Kalau ia ingin menjadi Raja Kematian 'Seutuhnya', maka ia memerlukan beberapa pengikut. Entah apa hubungannya pengikut dengan Raja Kematian, tapi intinya menambah pengikut bisa membuat Elan lebih dekat menjadi Raja Kematian 'Sepenuhnya'.


~~


Balik lagi ke waktu Elan kumpul sama Harry.


"Itu Rahasia.. hehe"


Kata Elan mencoba bercanda


"Percaya saja dengannya, aku yakin tindakan yang dia ambil adalah hal yang tepat"


Kata Merlin dengan sedikit senyuman di wajahnya


Untuk sesaat, Harry terpana dengan senyuman Merlin dan tak bisa mengalihkan pandangannya pada Merlin yang melanjutkan makannya.


"Cantik bukan?"


Kata Elan berbisik sambil mendekat ke arah Harry


"Ya.. eh maksudku.."


Harry gugup


Elan tertawa melihat tingkah Harry barusan.

__ADS_1


"Ngomong-ngomong, saat melihatmu dari dekat aku menyadari sesuatu. Kau itu, Vin bukan? Vindell Melova dari kelas Menengah 3?"


Tanya Harry penasaran


Elan tidak langsung menjawabnya. Ia merubah ekspresinya yang sebelumnya tertawa menjadi datar.


Disaat itu ia berpikir, apa memberi tahunya akan membatalkan Questnya? Dan ia menjawab..


"Woahh, hebat. Aku kagum kau bisa tau itu."


Kata Elan sambil tepuk tangan


"Jadi benar?"


Tanya Harry sekali lagi


"Dari mana kau tau hal itu? Apa aku se-terkenal itu? hehe"


Tanya Elan dengan sedikit candaan


"Uhmm, boleh aku bicara jujur padamu? Tapi tolong jangan bunuh aku..Ok?"


Tanya Harry dengan waspada


"Ok, asal itu tidak berisi hinaan terhadapku"


Balas Elan sambil tersenyum


"Sejujurnya aku membencimu"


"Hmm, itu sedikit mengejutkan. Apa alasanmu membenciku?"


"Soalnya saat aku bersama Miya, dan kebetulan aku melihatmu... Kau terlihat seperti ingin berbuat sesuatu pada Miya. Karena itu aku jadi mengenalmu, dan juga membencimu. Aku minta maaf"


Keluh Harry


"Jad-"


"Siapa Miya? Apa dia kekasihmu?"


Merlin tiba-tiba ikut bergabung dengan memotong ucapan Elan barusan


"Ehm..... bukan"


Harry mengucapkan kata 'bukan' dengan nada yang kecil


"Jadi kau menyukainya ya? Apa dia sudah memiliki kekasih? Apa alasanmu menyukainya?


Merlin adalah tipe orang yang aktif saat berbicara tentang 'cinta'


(Dia suka nge gosip sama teman Elf nya yang lain, dulu.)


"Ehmm.. kurasa tidak. Tapi dia terlihat sangat dekat dengan Kakak ku. Dan aku juga tidak bisa melakukan apapun kalau dia akhirnya memilih kakak ku. Aku terlalu lemah"


Harry tanpa sadar sedang curhat pada kelompok yang sudah menculiknya


Elan langsung menjawab perkataan Harry tadi..


"Lemah..?

__ADS_1


__ADS_2