
"Ughh kepalaku pusing"
Emy bangun, dan merasakan sakit yang lumayan di kepalanya. Ia merasa ingin muntah saat melihat penyiksaan yang ia lihat didepannya sekarang.
Badan Elan sekarang sepenuhnya dikendalikan oleh Raja Iblis. Ia melemparnya kesana kemari seperti sebuah mainan. Beberapa kali Elan berada dalam kondisi dijurang kematian. Setiap Elan mencoba melawan ia langsung dibanting. Elan mulai berpikir bahwa ini adalah hari akhirnya. Kemudian..
Tuk..
Sebuah panah kecil mengenai tubuh Raja Iblis. Itu ga ada Damagenya. Terlihat dari kejauhan Emy seperti selesai melontarkan panah. Ditatap oleh Raja Iblis membuat kaki Emy tidak bisa bergerak dan gemetar sangat hebat.
Melihat Raja Iblis sedikit lengah, Elan dengan cepat mengaktifkan skill STEALTH. Membuatnya menghilang dari pandangan Raja Iblis dan Emy. Menyadari Elan yang tidak ada disana, Emy berpikir kalau Elan meninggalkannya disini sendirian. Sedangkan Raja Iblis sekarang berfokus pada Emy.
Elan sadar dari serangan yang berhasil ia lancarkan sebelumnya, Daggernya tidak mampu menembus kulit Raja Iblis. Sambil masih mengaktifkan skill Stealth, Elan mengambil Scyte ( eps.30 ) dari Inventorynya dan langsung menebas Raja Iblis tepat sebelum Raja Iblis menyerang Emy.
Emy sudah berteriak dengan keras sambil menutupi kepalanya. Mendengar sekitarnya sudah sepi, Emy berpikir kalau ia sudah berada di Surga.
Notifikasi muncul pada Elan...
[ting]
'Anda menyelesaikan Gerbang'
'Anda bisa memilih 1 barang di Store System dengan Gratis sekarang'
Elan melihat lihat apa yang dijual di Store System. Barang mahal disini sangat berkualitas, dengan Rank SSS dijual sekitar 500 jt G. Tapi bukan itu yang menarik perhatian Elan. Barang dengan Harga 10 jt G lah yang Elan pilih sekarang.
'Random Black Box'
Sebenarnya ada 2 item Random yang dijual. 'Random Black Box' dan 'Random Gold Box'. Untuk black box itu memunculkan sebuah benda atau item yang pengguna perlukan sekarang. Untuk Gold Box, memunculkan sebuah benda atau item yang pengguna inginkan sekarang.
Jadi Elan lebih memilih Random Black Box sekarang. Ia segera membukanya, dan didalamnya terdapat sebuah Runestone (batu skill). Ia penasaran dengan skill apa yang akan didapat, karena itu Elan segera memecahkannya.
'Selamat Anda Memperoleh Skill Baru'
'Chain Killer'
'Dapat digunakan untuk melacak posisi target bila pengguna tidak mengetahui posisi pastinya. Dapat digunakan juga untuk mengetahui semua informasi target. Dengan ini anda bisa menjadi informan yang handal'
*Aku ga pengen jadi informan. Yang aku perlukan sekarang adalah kemampuan pelacaknya. Setelah ini aku akan langsung melanjutkan 'Main Quest'. Semoga kali ini berhasil*
kata Elan sambil tersenyum jahat. Membuat Emy yang melihatnya sedikit kebingungan.
"Selamat tuann. Anda berhasil mengalahkan Raja Iblis. Mari kita pulang, ibu dan yang lain pasti menyiapkan pesta yang meriah untuk kita"
Kata Emy sambil berusaha menarik tangan Elan
"Aku minta maaf Emy. Aku harus kembali saat ini. Ada urusan penting yang harus aku selesaikan sekarang."
Kata Elan melepaskan genggaman tangan Emy. Itu membuat wajah Emy yang tadinya senang menjadi sedikit kecewa. Sepertinya ia sudah menantikan pesta ini dari tadi. Apa boleh buat, Elan harus cepat.
__ADS_1
"Baiklah.. Uhmm.. Kuharap anda berkunjung kemari. Dengan begitu kami bisa mengadakan pesta yang meriah untukmu. Karena anda adalah Raja baru disini."
Kata Emy dengan mata yang berkaca - kaca. Itu sempat membuat Elan untuk berubah pikiran. Namun ia mengingat tentang hukuma kematian jika ia lambat menyelesakan 'Main Quest'.
"Aku pergi dulu, kita pasti bertemu lagi"
Kata Elan dengan senyum cerah terpancar di wajahnya
[ting]
[Anda ingin meninggalkan Gerbang?]
[Ya/Tidak]
Elan memilih Ya.
***
Hari sudah tengah malam saat Elan kembali ke dunia nyata. Sisa waktu untuk menyelesaikan Quest adalah jam 9 esok pagi. Jadi kesempatannya agar bisa membunuh tanpa ketahuan adalah malam ini.
*Bagaimana cara menggunakan skill ini?*
[ting]
[Anda harus menemukan seseorang yang memiliki hubungan darah dengan target, dengan begitu skill bisa diaktifkan]
~~
"Siapa kau?!"
Kata penjaga makan sedikit panik setelah melihat sosok mencurigakan berdiri di depan gerbang pemakaman.
"Aku ingin menjenguk seseorang disini, izinkan aku masuk"
Kata sosok mencurigakan pada dua penjaga yang menghadangnya
"Ini tengah malam, ga bisa kah kau mengunjunginya esok hari?"
Tanya penjaga yang lain
"Sayangnya tidak bisa"
Katanya yang menimbulkan kecurigaan di benak para penjaga
Kemudian Sosok itu menghilang dengan cepat. Para penjaga mulai gemetaran bahkan hampir kencing di celana.
Setelah itu satu penjaga baru menyadarinya. Sosok yang dia lihat tadi sangat mirip dengan si pembantai keluarga Ally, dan lagi keluarga Ally yang telah tewas dimakamkan disini. Itu membuat penjaga berpikir..
'Apa belum cukup baginya membunuh orang sebanyak itu. Bahkan setelah mereka tiada, pembunuh itu masih mengganggu mereka.'
__ADS_1
Saat mereka memeriksa makam, semuanya baik - baik saja. Tidak ada kerusakan. Mereka sedikit bersyukur karenanya.
~~
*Aku sudah bertemu orangnya. Lalu bagaimana?*
[ting]
[Kau hanya perlu mengalirkan manamu ketubuh korban sambil mengaktifkan skillnya]
*Woahh, hebatt*
Elan kagum dengan yang ada di depannya. Dari dalam tanah muncul banyak sekali rantai yang menyebar ke berbagai arah. Elan berpikir kalau ujung rantai ini adalah letak target saat ini. Dan benar saja rantai terus bergetar, itu berarti para target ada yang bergerak. Tapi bagaimana caranya ketempat target?
[ting]
[Pengguna bisa langsung menuju ujung rantai. Namun memerlukan mana yang besar. 10.000]
*Aku ga peduli, dengan begini Quest gila ini selesai*
***
Jam 4 pagi, muncul berita bahwa semua keluarga Ally telah tiada, termasuk Ally itu sendiri. Hanya satu yang selamat dari kejadian tadi malam, anak dari Ally itu sendiri yaitu Feros. Itu karena Elan memang sengaja tidak menyentuhnya sama sekali.
Jam 6 pagi
Pintu rumah Elan di hancur setelah seseorang memaksa masuk. Itu adalah Feros. Dia sudah mencari alamat Rea dan berusaha membunuh keduanya. Dia amat yakin kalau Elan lah pelakunya. Saat Elan keluar untuk memeriksa ada suara berisik apa, dia sudah disambut dengan Dagger yang melayang ke arahnya. Namun ia dapat menghindarinya dengan mudah.
Elan tidak melihat kemana perginya orang yang sudah menyerangnya. Saat ia baru sadar, ia sudah diserang lagi dari belakang. Serangan tadi melukai pipinya sedikit. Itu kemampuan teleport dengan perantara Daggernya. Cukup hebat.
Elan berpura pura lemah dan memohon ampun pada Feros.
"Ampuni aku.. aku menyerahh"
Kata Elan sambil menunduk ketakutan.
Melihat Elan yang seperti itu membuat Feros tertawa dan jadi semakin semangat menyerang Elan. Saat Feros menyerang, Elan tidak menghindarinya.. dan...
Klanggg
Suara Dagger Feros dan pedang besar milik Deimos beradu.
Melihat Deimos tiba - tiba muncul, Feros spontan menjauh. Setelah itu muncuk beberapa hunter rank B dan A berpakaian rapi kerumah Elan. Mereka adalah anggota Departemen Keamanan. Mereka ditugaskan untuk menangkap Feros setelah Deimos melapor.
Deimos sendiri dimintai bantuan oleh Elan untuk melapor pada Departemen Keamanan tentang ini. Karena kalau Elan sendiri yang melapor, itu terkesan mencurigakan. Dan orang orang itu pasti bertanya dari mana Elan tau kalau dia akan diserang. Karena itu ia meminta Deimos yang sudah dikenal seluruh Indonesia. Tentunya jika Deimos yang melapor mereka ga akan curiga. Dan kalaupun mereka curiga, Elan hanya lerlu menyuruh Deimos untuk mencari alasan. Karena rasa bersalah Deimos karena sudah gagal melindungi Rea, mau tidak mau demi menjalin hubungan baik dengan Elan dimasa depan, Deimoa harus menerima permintaan Elan yang satu ini.
~~
Dengan begitu masalah ini selesai dengan muncul berita Feros masuk penjara karena penyerangan yang dilakukannya. Dan sampai sekarang, pelaku pembantaian masih belum diketahui...
__ADS_1