
"Kalian ga papa?"
Kata Moris salah satu teman Vin
Yang lain memberi tanda bahwa mereka baik - baik saja. Gerbang ini berbentuk seperti Hutan hijaubyang luas. Saat ini mereka sedang kelelahan setelah melawan Chimera. Monster dengan bentuk badan singa berkepala domba dan berekor ular. Vin agak kaget kalau mereka jadis sekuat ini hanya dalam waktu satu tahun. Efek Potionnya sangat hebat.
Karena Vin yang paling lemah disini, jadi dia bertugas di barisan paling belakang untuk membawa barang - barang. Vin setuju saja, karena kalau dia menolak itu bakal membuatnya terlihat lebih mencolok.
5 Jam berlalu, banyak monsterbyang sudah mereka kalahkan sekarang. Dan mereka juga semakin kuat, kecuali Vin karena dia tidak ikut bertarung. Vin sempat berpikir, kenapa mereka mengajakku kalau mereka bisa mengatasi ini tanpa masalah?
Ditengah Vin yang sedang berpikir seperti itu, muncul satu monster berbentuk laba - laba yang berukuran besar. Salah satu dari mereka mencoba menyerang dengan sihir anginnya. Tapi serangan itu tak memberikan damage pada monster laba - laba. Entah kenapa mereka jadi takut dan laba - laba menjadi lebih semangat.
Vin masih menyembunyikan diri di belakang mereka. Selama dia menyamar sebagai Vin, dia menonaktifkan skill 'Kings Aura' miliknya.
Kali ini mereka coba menyerang bersamaan, dan berhasil memberi damage pada laba - laba. Tapi, itu terlalu sedikit. Bahkan kekuatan serangan laba - laba itu tidak berubah, mungkin lebih kuat. Hunter tipe Tank juga kewalahan menahan serangan laba - laba.
Mereka panik memikirkan bagaimana cara mengalahkan laba - laba ini. Saat ini para Swordman dan Fighter mencoba menyerang dari dekat. Tapi serangan mereka ditangkis, dan mereka segera menghindar. Sesaat setelah mereka menghindar muncul sebuah sihir besar berbentuk bola api mengarah ke laba - laba. Itu adalah sihir gabungan para Mage dari kami. Membutuhkan banyak mana untuk menciptakan bola dengan ukuran begitu.
Dan Boom!
Laba - laba itu tumbang dan terseok seok. Mereka masih dalam posisi waspada karena laba - laba ini belum tumbang. Tak lama kewaspadaan mereka berubah menjadi kesenangan, karena laba - laba itu jatuh. Tapi entah kenapa saat laba - laba ini sudah jatuh, monster ini teriak dengan keras hingga para murid harus menutup telinganya. Mereka bertanya - tanya kenapa dia teriak. Apa itu artinya dia mengakui kekalahannya?
Sayangnya tidak. Sama seperti situasi Elan saat berhadapan dengan Wolf Hellguard. Laba - laba yang lain datang dengan jumlah sekitar 1000 ekor. Wajah mereka yang tadinya senang berubah menjadi pucat ketakutan.
"Apa - apaan ini?!"
"Kenapa kita begitu sial ya"
"Siapapun tolong, tolong hapusin folder rahasia di komputerku. Karena aku tidak yakin bisa kembali dengan selamat"
__ADS_1
Banyak dari mereka yang bergumam tidak jelas, seakan mereka sudah dipastikan mati disini. Vin yang melihat kawanan laba - laba masih jauh, menggunakan skill nya untuk menambah kecepatan dan memukul tengkuk mereka satu - satu agar mereka semua pingsan. Semua murid terjatuh pingsan, kecuali satu Healer rank A bawah yang berhasil menyembuhkan dirinya sebelum benar - benar pingsan, dia adalah Yuna. Tapi kalau dia masih bangun, maka Vin bakal memakai cara kain untuk membuatnya pingsan. Karena itu Yuna pura - pura pingsan dan memperhatikan Vin. Kenapa dia melakukan ini?
Kemudian Vin meng-aktifkan skill 'Kings Aura' nya. Yuna takut saat melihat Vin, lebih takut dari saat ia melihat ribuan monster laba - laba tadi. Kawanan laba - laba juga takut. Melihat kawanan laba - laba ketakutan Vin mulai percaya diri, karena itu artinya dia lebih kuat dari mereka. Vin mulai mengeluarkan 2 senjata andalannya, Dagger dan Scyte. Kedua senjata itu beterbangan, dan bergerak seolah olah tidak sabar ingin menebas sesuatu. Laba - laba menghentikan langkahnya, dan tanpa sadar malah melangkah mundur perlahan. Vin yang melihat itu langsung menghilang dari hadapan Yuna.
*Dimana dia?!*
Yuna bangun dan mencoba melihat sekitar. Apa dia menghilang? Tidak, karena rasa takutnya masih ada. Itu artinya Vin ada di dekat sini. Saat Yuna melihat ke arah kawanan Laba - laba, ia melihat beberapa monster tersebut beterbangan ke udara. Yuna hanya bisa terdiam melihat itu.
*Apa itu karena Vin? Monster yang kami kalahkan dengan susah payah, dia terbangkan dengan mudah seperti melempar gumpalan kertas. Tapi kenapa dia berada di kelas Menengah3. Orang itu harusnya berada di kelas Atas1*
Yena pusing karena banyaknya pertanyaan dikepalanya sekarang. Dia hanya bisa duduk memperhatikan dengan menahan rasa takutnya. Dia tidak membangunkan yang lain, dia pikir itu akan jadi masalah kalau orang lain melihat ini.
Tak lama kemudian, monster laba - laba sudah lenyap tak bersisa. Hanya Vin yang berdiri disana.
Dari kejauhan Vin melihat ada yang memperhatikannya, Vin langsung menggunakan skillnya dan tiba - tiba dia sudah di hadapan Yuna.
Kata Vin dingin
"A-Ak -Akuu. Anu"
Yuna terlihat sangat ketakutan karena saat ini Vin masih mengaktifkan skill 'Kings Aura' nya.
"Huhh, jangan beritahu yang lain. Hanya kau yang melihat ini, kalau kau memberi tahu orang lain tentang ini... Kau bakal menyesal seumur hidup. Paham?"
Kata Elan mengancam Yuna dengan wajah dinginnya
"A-Aku paham. Tolong ampuni aku"
Kata Yuna masih takut
__ADS_1
"Kalau begitu kau diam disini, dan jangan membangunkan yang lain. Tunggu sebentar"
Kata Vin kemudian bangkit dan menghilang
10 menit kemudian.
[ting]
[Anda telah menyelesaikan Gerbang]
notifikasi itu muncul pada Vin
Kemudian Vin kembali ke tempat Yuna. Dia masih duduk ditempat yang sama saat ia pergi. Melihat Yuna yang masih ketakutan, Vin menonaktifkan skill 'Kings Aura' nya. Itu membuat Yuna jadi lebih tenang
"Ayo bangunkan mereka, dan kuingatkan sekali lagi. Jangan beri tahu siapapun"
Ucap Vin dengan mata yang bersinar
"O-ok"
Kata Yuna gugup
Kemudian Vin dan Yuna membangunkan mereka semua. Saat mereka bertanya kenapa mereka bisa pingsan, Yuna menjawab bahwa itu efek salah satu skill milik laba - laba. Banyak pertanyaan yang mengarah ke Yuna, tapi dia bisa menjawab bahwa semuanya terjadi karena monster laba - laba. Dia menutupinya dengan sempurna. Kemudian mereka keluar Gerbang bersama.
Saat keluar, semua mata yang ada disana mengarah ke murid - murid yang baru keluar Gerbang. Setelah itu suasana menjadi hening, dan dikanjutkan dengan tepuk tangan dan sorak sorai dari masyarakat sekitar. Murid - murid ini merasa bahagia dan memancarkan senyumnya ke senua orang, bahkan ada yang menangis. Hanya 2 orang yang tidak tersenyum, Vin dan Yuna..
______________________________________
__ADS_1