
Hari Sabtu.
Sudah 5 hari sejak pergantian admin sistem. Hari yang Elan jalani berlangsung seperti biasa. Rea mulai kembali ke sekolah juga. Walaupun awalnya Elan menentang itu, namun Rea tetap memaksa.
Hari ini Elan dihubungi oleh Garan. Ia menanya kapan mereka akan memulai latihan. Elan gelagapan, mengapa ia bisa lupa tentang ini. Setelah itu Elan bersiap - siap untuk pergi latihan. Tak lupa juga ia menghubungi Michael untuk itu.
Dengan menggunakan celana training dan Hoodie yang biasa ia pakai, Epan berangkat. Dia joging dari rjmah menuju tempat Garan ( tempat acara waktu itu ). Di tengah jalan, suara pemberitahuan sistem tiba - tiba muncul.
[ting]
'Side Quest1'
'Menjadi kuat'
'Berlatih dengan Garan dan bertarunglah dengannya sampai dia menyerah'
'Hadiah : Skill > Forstaelse <'
*Hmm... Jadi aku harus mengalahkan Garan? Tapi ini ga ada hukumannya, jadi aku bisa nolak kan?* pikir Elan
Elan ragu dengan pemberitahuan sistem. Dulu sistem ini jarang memberi quest, apalagi kayak gini. Tapi entah kenapa Elan merasa senang dan tertarik dengan hadiah yang dijanjikan.
Forstaelse adalah bahasa Norwegia yang artinya 'Pemahaman'. Skill ini bisa membuat penggunanya mempelajari sesuatu dengan singkat tanpa usaha. Seakan akan yang ia pelajari langsung masuk ke kepala dan menyatu dengan tubuhnya.
*Buat pelajar sama mahasiswa cocok nih wkwk*
__ADS_1
~~
Elan pun sampai di tempat Garan dan sudah ada Michael disana. Garan tidak mengetahui bahwa Michael akan ikut latihan dengan mereka. Tapi Garan tidak terlalu mempermasalahkan itu, dan memulai latihannya tanpa berat hati.
Kedua anak itu kagum dengan gerakan - gerakan yang ditunjukkan Garan menggunakan pedang besarnya. Sebab gerakannya teratur dan akurat ditambah lagi sangat kuat. Rank S sih.
Garan mulai membimbing mereka dengan telaten sesuai keahlian masing - masing. Michael dengan Long Sword nya dan Elan dengan Daggernya.
Siang hari mereka pulang kerumah masing - masing, Michael dan Elan tidak saling sapa satu sama lain. Michael bingung, dia berpikir kalau Elan marah dengannya karena masalahnya di sekolah sampai melibatkan adiknya.
~
Diperjalanan Elan tidak langsung pulang, dia jalan menuju gedung Guild Radiers dan langsung masuk keruangan Deimos. Para penjaga sudah mengenali wajahnya, jadi mereka tidak ada yang berani melawan.
Elan masuk.
" Aku ingin bergabung dengan Guild mu " kata Elan dengan wajah dingin
" Ha? " Deimos kaget dan sedikit gemetar
" Sudah kubilang aku ingin masuk ke Guildmu sebagai anggota " kata Elan sambil mengerutkan dahinya sedikit.
Kata - kata itu membuat Deimos sedikit merasa takut dan juga senang. Dia tidak mungkin menolak orang sekuat Elan untuk masuk ke Guildnya.
Singkat cerita Elan berhasil menjadi anggota Guild Raiders. Dan Deimos menanyakan alasan mengapa Elan tiba - tiba tertarik dengan Guildnya.
__ADS_1
" Aku ingin kau melindungi adikku " kata Elan
" Hah? Guild bukan organisasi penyedia bodyguard kau tau. " kata Vivi agak membentak
" Jadi kalian ga bisa? " ucap Elan dengan matanya yang sedikit bersinar menatap Vivi.
Itu membuat Vivi menjadi waspada dan tanpa sadar melangkah mundur. Melihat itu Deimos sigap...
" Baiklah kalau itu maumu. Tapi kalau kami memerlukan bantuanmu kau harus siap kapanpun juga, paham? " kata Deimos menatap Elan.
" Terserah " jawab Elan sambil meninggalkan ruangan.
setelah pintu ditutup keheningan menyelimuti ruangan tadi.
Dengan mata yang terbelalak tak percaya dengan kejadian barusan...
" Apa ini, entah kenapa aku merasa sangat bahagia dan sedikit ketakutan barusan " kata Deimos sambil menyandarkan punggungnya ke kursi
" Aku juga merasa begitu. Semoga saja ini menjadi kabar baik bagi Guild. " ucap Vivi sambil meletakkan tangannya dikepalanya.
" Lalu.. Siapa yang akan menjaga adiknya? Haruskah kupanggil Haren? " tanya Vivi
" Ya, kausuruh dia saja, lagipula dia adalah bawahan yang paling kupercaya setelah kamu " jawab Deimos tersenyum
" Baiklah.. " kata Vivi santai
__ADS_1
Dan ruangan menjadi tenang...