
"Ada apa memanggil ku di jam belajar?"
Tanya Vin setelah duduk di hadapan Jerome
"Kau satu - satu nya murid yang bicara begitu padaku. Kalau itu orang lain, mereka pasti bicara sopan, tapi kau tidak. Seolah - olah kau sudah lama mengenalku. Haha, menarik.."
Kata Jerome tertawa
"Yahh, apapun itu.. Ada apa?"
Tanya Vin seolah ga peduli
"Alasan ku memanggil mu adalah...Aku ingin kau menunjukkan kekuatan mu yang sebenarnya di Turnamen nanti"
Kata Jerome tiba - tiba serius
"Aku itu lemah, makanya aku ditempatkan di kelas Menengah3. Setiap hari aku selalu serius"
Balas Vin
"Haha, tolong jangan bertingkah seolah - olah kau itu lemah. Gerbang waktu itu.. Kau yang menyelesaikannya bukan?"
Tanya Jerome
"Bukan, bukannya itu di selesaikan oleh Yuna?"
Vin balik bertanya
"Kami sudah mengevaluasi ulang Hunter Yuna, tapi dia masih berperingkat A, tidak ada peningkatan. Dan Gerbang yang kalian masuki waktu itu, adalah Gerbang Rank S jadii tidak mungkin Yuna menyelesaikannya sendirian"
Jelas Jerome
"Terus? Kenapa kau beranggapan kalau aku yang menyelesaikannya? Bukannya banyak Hunter lain di sana?"
Tanya Vin beruntun
"Masih ga sopan yaa... Berdasarkan kesaksian yang mereka berikan, dikatakan bahwa semua orang tidak sadarkan diri. Kecuali Yuna dan Kamu, mereka yakin dengan itu karena kalian berdua lah yang membangunkan yang lainnya. Kalau bukan Yuna.. Berarti yang menyelesaikannya adalah Kau, yang dianggap terlemah di kelompok"
Jelas Jerome
"Hmm? Kalau kau sudah tau itu terus kenapa.. Apa untungnya bagiku? Hanya buang - buang tenaga"
Kata Vin
"Kalau gitu gimana kalau uang? Biasanya anak muda suka uang.."
Usul Jerome
"Aku ga tertarik sama uang. Tawaranmu tidak membuat ku tertarik"
Kata Vin santai
"Hmm.. kalau gitu gimana kalau Runestone? atau Batu Roh? Gimana?"
Usul Jerome lagi
__ADS_1
"Ga tertarik, kalau tidak ada lagi.. aku pergi"
Kata Vin mulai bangkit dari duduknya
"Tunggu dulu tunggu.. Para Hunter saja menginginkan ini lohh, tapi kau malah menolaknya.. Kalau begitu, apa yang kau minta? Aku akan mengabulkannya selama itu masih dalam batas kemampuan ku.."
Pinta Jerome
"Kalau begitu, gimana kalau kita jadi rekan.. Aku ingin tau rasanya satu Raid denganmu"
Kata Vin tersenyum
Sudah lama sekali bagi Vin tidak satu tim dengan Jerome.. Mereka dulu sering satu Raid bersama dengan jumlah 5 orang. Mereka bahkan disebut sebut sebagai Party Terbaik yang pernah terbentuk. Role mereka sangat sempurna untuk sebuah tim, sama seperti kelas Atas1 yang sekarang.. Namun dengan kekuatan yang lebih besar..
"Hahahahha.. Semua tawaran besar ditolak, kukira dari awal kau memang tidak menerima tawaran.. Tapi ingin satu Raid denganku itu lumayan mengejutkanku.. Ga kusangka hanya itu yang kau mau, haha.. Baiklah, kalau begiru setelah Turnamen selesai, kita bakal melakukan beberapa Raid... Persiapkan dirimu sampai saat itu.. Kalau begitu kau boleh pergi"
Kata Jerome tersenyum puas
"Oke, aku akan memenangkan yang satu ini"
Kata Vin dengan senyum yang sama seperti Jerome
Dan entah kenapa sebelum Vin pergi mereka melakukan 'Tos' tanpa sadar.
•••
Hari ini, adalah hari Turnamen dimulai. Banyak perwakilan atau bahkan Presiden dari berbagai negara yang hadir. Hunter kelas tinggi pun ikut datang, termasuk Hunter kelas Hero. Para Hunter yang tidak diizinkan menonton Turnamen ini diberi tugas untuk menjaga negaranya masing - masing. Gak masuk akal bila semua Hunter kuat berkumpul disini, siapa yang menutup Gerbang kalau ga ada Hunter yang kuat?
Saat ini Rea dan Michael sedang menikmati Popcorn yang baru mereka beli di tempat sekitar Turnamen. Melihat keduanya yang seperti anak kecil begini, membuat Garan sejenak melupakan kalau mereka adalah Hinter yang kuat. Ya, mereka ber-empat ke Amerika untuk menonton. Garan, Rea, Michael, dan Yena. Garan bilang pada Rea untuk menikmati Turnamen ini dan melupakan masalah Elan untuk sementara.
Kenapa Yena ikut? Dia ikut karena ingin melihat saudaranya bertanding di Turnamen ini. Dia adalah Yuna, dengan selisih umur sekitar 2 tahun. Yuna sendiri yang meminta untuk sekolah disini, orang tuanya juga menurut apa kata Yuna.
Tanya Rea dengan malas
"Kau akan tau nanti, menurutku Turnamen ini sedikit menarik"
Kata Garan
"Memangnya apa yang membuatnya menarik?"
Tanya Michael
"Sudah kubilang lihat saja sendiri"
Kata Garan memukul keduanya dengan pelan
~
[Ujian Turnamen akan segera dimulai, para penonton diharapkan masuk ke dalam gedung, dan dimohon para peserta untuk bersiap - siap]
Setelah mendengar itu, semua orang di sekitar gedung berbondong - bondong masuk ke dalam gedung. Tempat ini cukup luas, sampai bisa menampung 500.000 orang, dengan arena kecil dengan panjang dan lebar sebesar 20 meter.
Untuk ujian Turnamen, akan dilakukan di sebuah Gerbang buatan. Ini penelitian baru dari para peneliti Hunter, Gerbang buatan ini bertujuan untuk memaksimalkan latihan para Hunter, sehingga mereka tidak peelu takut menghancurkan pemukiman warga. Dan juga tidak ada monster di dalamnya karena ini 'Buatan'. Hunter yang sekarat akibat serangan, akan langsung di teleportasi keluar Gerbang dan segera disembuhkan oleh petugas yang ada. Bahkan Gerbang ini bisa tau dimana kondisi seseorang akan mati, dengan begini tidak akan ada korban dalam Turnamen.
Dan pertandingan di mulai. Peserta yang berjumlah sekitar 450 orang, memasuki Gerbang yang disediakan. Setelah mereka semua masuk, semuanya akan di tempatkan secara acak setiap tim. Jadi ini sepenuhnya permainan tim, dengan sistem Eliminasi. Di dalam gedung sudah terlihat gambar hologram dengan ukuran besar yang terletak di tengah Arena. Hologram ini menunjukkan, ujian yang sedang berlangsung secara bergantian.
__ADS_1
Banyak suara yang bersorak setelah melihat Hunter dari negaranya muncul di hologram tadi, yah walaupun mereka yang di dalam gerbang ga bisa mendengarnya sih.
Setelah 10 menit berlalu, sisa peserta yang masih bertanding adalah 300 peserta. Untuk bisa masuk ke Turnamen, akan diperlukan sekitar 80 orang. Tapi karena ada yang membentuk tim dengan jumlah 2 orang(Vin sama Yuna) maka jumlahnya berubah menjadi 77 orang.
5 Menit kemudian..
"Hoooo! Yunaa semangaatt!"
Kata Garan berteriak keras
Melihat itu, ketiga orang sisanya menunduk malu.
Yena hanya tersenyum lebar setelah melihat Yuna bertarung dengan elegan. Selain sebagai Healer, dia juga bisa menggunakan pedang, karena dia cucu dari 'Gladiator'. Sudah pasti dia mempelajari itu dari Garan.
Disaat yang lain senang karena melihat Yuna, mata Rea malah tertuju dengan orang yang dibelakang Yuna. Siapa dia?
"Apa Yuna pernah bercerita tentang temannya?"
Tanya Rea pada Garan dan Yena
"Sering, dia bilang teman sekelasnya itu kuat - kuat. Tapi tidak ada yang lebih kuat darinya kalau masalah Penyembuhan, katanya."
Jelas Garan
"Apa dia pernah cerita tentang teman yang bukan satu kelas dengannya?"
Tanya Rea masih penasaran
"Sepertinya tidak ada, dia selalu membanggakan teman sekelasnya ketika kita menelpon. Owhh, kalau ga salah dia pernah bercerita tentang seseorang. Katanya dia sangat kuat, sampai membuat Yuna sendiri sedikit takut."
Jelas Yena
"Hoo, terima kasih informasinya"
*Siapa dia? Kuat, tapi bukan sekelas? Penampilannya sedikit mencurigakan, dia seperti si 'Pembantai' karena pakaiannya. Jubah Hitam dengan topeng tengkorak. Sama persis dengan yang dijelaskan di TV!*
Pikir Rea
"Kakek! setelah ini tolong bantu aku untuk bertemu dengan rekannya Yuna, sepertinya aku sedikit mengenalnya"
Pinta Rea serius
"Hah? Siapa dia?"
Tanya Michael
Garan terlihat sedikit kebingungan
"Dia adalah si 'Pembantai' yang membunuh seluruh keluarga Feros!"
Ucap Rea serius
"...!"
"...!"
__ADS_1
"...!"
"...!"