
Di sebuah tempat makan, berkumpul lah siswa dari kelas Atas1..
"Apa yang kau lakukan ketika lulus nanti?"
Josua ( Amerika )
"Sudah pasti jadi Hunter lahh, masih ditanya lagi. haha"
Merry ( Indonesia )
"Kalau aku akan menikah setelah lulus. Aku dijodohkan sama salah satu pengusaha di negara ku. Aku bakal undang kalian, jadi usahakan datang yaa"
Jenna ( Thailand )
"Woahh, selamat. Akhirnya teman kita ga jomblo, hahaha. Ngomong-ngomong kalau aku setelah lulus, ingin mendirikan Guild di negara ku. Hehe"
Carlos ( Brazil )
"Hmm, kalau aku mungkin akan mulai berbisnis dan menjadikan Hunter sebagai profesi sampingan."
Leo ( Prancis )
"Bodoh kah? Buat apa kau sekolah di sini kalau mau jadi pebisnis?"
Kata Carlos mengejek (dengan maksud bercanda)
"Aku sekolah disini untuk mendukung profesi Hunter ku nantinya. Naik rank, dapat posisi yang bagus, dan tinggal ngurus bisnis deh. Rencanaku sempurna kan? Hehehe"
__ADS_1
Leo menjelaskan
"Terserahlah, oh iya Merry. Waktu Ujian Turnamen berlangsung, aku di beri tahu oleh Adik ku yang menonton secara Online. Katanya di negara mu pernah ada kasus pembantaian ya?"
Tanya Leo
"Ituu iya, memangnya kenapa?"
Tanya Merry bingung
"Kata Adik ku, sewaktu ujian Turnamen ada salah satu murid yang mirip dengan si 'Pembantai' yang ada di negara mu itu."
Jelas Leo
"Woahh, gila sih. Gimana caranya dia ikut Turnamen?"
"Yang lebih penting, gimana caranya dia bisa masuk ke sekolah kita?"
Lanjut Carlos
15 menit kemudian, mereka masih bingung akan identitas si 'Pembantai' ini.
~~
"Anu, Kak Miya.. Bisa bicara sebentar?"
Kata Harry dengan gugup
__ADS_1
"Maaf Harry, aku harus latihan dengan kakakmu sekarang.. Kita bisa mengobrol lain kali..Maaf ya"
Kata Miya buru-buru
Harry hanya bisa mengepalkan tangannya saat melihat Miya menjauh.
Kenapa hanya Kakak? Kenapa selalu Kakak? Dia selalu mendapat semuanya, sedangkan aku? Apa karena dia adalah pewaris utama? Atau karena aku lebih lemah darinya?
Pertanyaan-pertanyaan itu muncul bertubi-tubi dalam pikiran Harry. Sejak kecil Harry selalu menjadi nomor 2 dalam keluarganya. Dia selalu di acuhkan dalam keluarga.. Bahkan saat makan malam keluarga, Ayah dan Ibunya selalu fokus pada William dan mengabaikan keberadaan Harry disampingnya.
Sebenarnya Harry sudah terbiasa dengan perlakuan seperti ini, tapi setelah dia beranjak dewasa... emosi nya tidak stabil. Dia ingin menjadi seperti Kakaknya, bisa mendapat semua yang dia inginkan. Bahkan masalah perempuan, William menyukai orang yang sama dengan Harry. Yaitu Miya, dan Harry sudah sadar dia tidak akan menang dalam persaingan ini. Lagipula yang dilawan adalah Kakaknya, tidak mungkin dia bisa menang. Jadi dia hanya bisa menangis setiap malam di asramanya, menyadari betapa tidak berdayanya dia dihadapan Kakaknya.
~~
{Duel Party babak kedua akan di mulai 5 menit lagi, Jadi duduklah di kursi yang sudah di pesan. Terima Kasih}
Setelah pemberitahuan muncul, para penonton dengan segera duduk di tempatnya masing-masing dan bersiap dengan Duel Party nya.
{Kali ini kita akan melihat Duel antara Party kelas atas... Yaitu Crown dan Saber !! MANA SUARANYAA UNTUK KEDUA PARTY!!! }
Party Saber berisi 3 orang Rank S bawah dan 2 orang Rank A atas. Mereka sangat kuat untuk ukuran Remaja. Bahkan mereka disebut sebut sebagai Top 5 Party dalam Turnamen ini. Dan Party Crown adalah Party para Pangeran dan Miya. Penonton merasa sedikit kasihan, apalagi mengingat mereka adalah Pangeran..
Alasan Harry bersedia untuk bergabung dengan Party ini adalah untuk 'Melindungi Miya'.
__________________________________
LIKE, KOMEN, RATE, VOTE NYA JANGAN LUPA YAH PARA PEMBACA YANG BUDIMAN🔥
__ADS_1