
"Kalian tidak bisa mendekatinya sekarang!"
Tegas Elan setelah menjauh dari Sang Raja
"Kenapa, padahal kami bisa membunuhnya!"
Teriak Harry diikuti anggukan dari Merlin
"Kalian hanya tidak bisa melihatnya, dia mengguna-"
Kata-kata Elan terpotong setelah Sang Raja melancarkan serangan. Untungnya serangan itu dapat mereka hindari.
"Kalian tidak apa-apa?"
Tanya Elan
"Iya"
Jawab Merlin dan Harry hampir bersamaan
Elan kemudian melemparkan 2 senjatanya ke arah Sang Raja yaitu, Dagger dan Scyte miliknya yang baru diambil dari Inventorynya. Namun, keduanya dapat ditangkis dengan mudah oleh Sang Raja. Dan Elan mencoba mengendalikan kedua senjatanya dari jarak jauh menggunakan skill "Osynlig Hand" untuk membuat Sang Raja kerepotan sementara waktu.
__ADS_1
"Kalian berlindunglah di belakang, jangan ikut menyerang"
Pinta Elan
"Kenapa, biarkan kami membantu!"
Kata Harry memaksa
"Tidak bisa, kalian bukan lawan yang tepat untuknya"
"Kami tadi bisa mengimbanginya kok, kami cukup kuat untuk bertarung dengannya. Setidaknya pertarungan kami berakhir seimbang!"
Tegas Harry
Kata Elan
Kemudian Elan menjelaskan kalau dia selama ini berada di bukit yang dekat dengan lokasi mereka sekarang. Elan menggunakan skill yang di dapatnya dari Roh, yaitu skill Healing yang sudah naik level (skill lainnya juga banyak yang naik level). Dengan level skill Healing yang meningkat, saat ini skill itu juga bisa memulihkan mana. Karena itu Merlin dan Harry bisa bertarung tanpa henti melawan jutaan tengkorak.
Apa tujuan dia berdiam diri disana? Untuk mengamati. Dia ingin melihat seberapa jauh Merlin dan Harry berkembang, dan juga untuk mencari kelemahan dari Sang Raja. Karena Elan memakai Stealth, harusnya Sang Raja tidak sadar keberadaan Elan saat di bukit.
Lagipula, Sang Raja dari tadi hanya mengawasi. Dia tidak ikut bertempur. Alasan Elan membuat Harry dan Merlin menjauh adalah karena Sang Raja mengaktifkan skillnya yang bertipe area. Elan melihat sesuatu seperti lahar panas yang mengelilingi Sang Raja (intinya seperti barrier, tapi dengan lava). Sepertinya hanya Elan yang bisa melihat itu.
__ADS_1
setelah mendengar itu, Harry dan Merlin setuju untuk mundur dan menjauh dari Elan.
Sekarang hanya tersisa Elan dan Sang Raja yang tengah sibuk dengan Dagger dan Scyte. Elan berencana menyerang saat Sang Raja sedang kesulitan seperti ini. Dengan kecepatan penuh ia mendekati Sang Raja. Namun lagi-lagi, Sang Raja mengaktifkan skillnya yang ia gunakan sebelum Elan datang. Elan tidak bisa mendekat.
"..."
Elan kebingungan
________________________________
Disisi lain, Jia Li dan Rea saat ini sedang berada di tempat khusus. Yaitu tempat dimana Hunter yang sudah dipilih, akan ditugaskan melawan monster yang menyebut dirinya Raja. Ada sekitar 20 Hunter disana, dan semuanya adalah Hunter Rank S (kecuali Jia Li, dia Rank Hero). Deimos dan Zen pun ikut dalam kelompok ini. Dan ada juga beberapa Hunter dari Malaysia.
Saat ini mereka dalam kondisi tidak dalam kondisi terbaiknya. Karena sudah beberapa hari ini mereka kurang tidur. Dikarenakan waktu penyerangan masih belum diketahui, mau tidak mau mereka harus berjaga. Sebenarnya mereka bisa saja memilih untuk pulang ke hotel masing-masing, tapi semuanya lebih memilih untuk tinggal.
Tiba-tiba suara hewan-hewan yang berisik bermunculan hampir bersamaan. Beberapa Hunter yang tengah tidur langsung terbangun karenanya. Saat melihat keluar, mereka terkejut.
"Kenapa bisa ada pohon Raksasa disini..."
_______________________________
Sorry, baru ingat kalau skrng akhir bulan (efek ujian).
__ADS_1
Up lancar saat awal bulan... (harusnya)