
Siapa 'Jenius Killer' ini? Laki-laki berusia 50 tahunan bernama Diablo, dia adalah pembunuh cerdas yang sekarang sedang di tahan dipenjara Rikers Island, yang berada di Kota New York. Elan mencari orang ini karena, menurutnya dia akan sangat berguna bagi dia kedepannya. Dia dikenal melakukan pembunuhan secara terang-terangan di tempat yang ramai, tapi saat polisi mengejarnya... mereka tidak dapat menemukan 'Jenius Killer' ini bagaimanapun caranya.
Dia selalu melakukan kejahatan besar sebelum dimasukkan ke penjara ini, seperti pembantaian di Las Vegas, Pembunuhan Wakil Walikota Houston, perampokan Bank of Amerika yang terletak di Charlotte, North Carolina, dan masih banyak lagi. Kejahatan-kejahatan yang dilakukannya juga membuat ia menjadi buronan negara-negara besar di Eropa dan Asia. Mereka mewaspadai orang ini karena, ia pernah melarikan diri ke 2 benua tersebut. Tapi, ia tetap tidak bisa ditangkap.
Pada akhirnya, setelah 5 tahun menjadi buronan.. ia menyerahkan diri di kantor kepolisian Amerika. Sontak saja hal itu membuat beberapa negara sempat heboh. Yah, walaupun berita itu hanya bertahan selama satu hari.
Apa yang membuatnya menyerahkan diri? Dia menyerahkan diri karena merasa bersalah. Alasan yang tidak masuk akal bagi seseorang yang sudah membunuh ratusan nyawa demi uang. Tapi ya, itulah kenyataannya. Setelah teman-teman seperjuangannya tewas satu persatu (karena usia), akhirnya ia sendirian. Karena merasa tidak ada yang harus dilakukannya lagi, ia menyerahkan dirinya ke polisi dengan harapan ini bisa menebus dosa-dosanya.
Beberapa kali hukuman mati sudah dijatuhkan padanya, tapi ada satu kelompok yang membela ia mati-matian. Kelompok yang membela Napi tidak bersalah karena tudingan palsu. Atau itu adalah tindakan mereka sebelumnya. Tapi saat ini, mereka sedang membela Buronan kelas Dunia yang terkenal lihai dalam melarikan diri. Mereka tetap berusaha membela Diablo, karena mereka pikir Diablo sudah berubah. Bisa dilihat dari catatan kejahatannya. Itu semua berasal dari kejadian 5-6 tahun yang lalu. Setelah itu ia tidak pernah melakukan kejahatan, bahkan ia beberapa kali menyumbang sejumlah uang ke negara-negara yang memiliki masalah tentang 'kelaparan'.
Karena itu juga ia berhasil lolos dari hukuman mati dan ditahan sampai sekarang. Dan juga sudah 3 tahun sejak ia berada di Rikers Island ini. Ia menerima pembangkitan Hunternya di dalam penjara. Para Asosiasi Hunter yang mengetahui itu langsung mengevaluasi Tipe Hunter dari Diablo. Dan dia adalah seorang Assassin. Walaupun begitu, ia tidak pernah terlihat akan melarikan diri menggunakan kekuatannya. Ia hanya bilang, "Ini untuk menebus dosa-dosaku".
Yap, selesai kisah Diablo. Lanjut ke Elan yang baru sampai di Penjara Rikers Island di Kota New York.
Tentu saja ia menjadikan New York sebagai tempat terkahir yang didatanginya. Sebelum itu ia sudah berkeliling Amerika selama 2 jam penuh, dan membunuh semua monster yang ditemuinya. Dan ia tidak menemukan Monster yang memberi Harry kekuatan. Itu membuat Elan sedikit kecewa.
Tapi sekarang, tepat dihadapannya.. Ia menemukan apa yang ia cari dari tadi. Diablo, yang sedang duduk membaca buku dongeng di dalam penjara.
"Apa suara ribut" tadi berasal dari mu?"
Tanya Diablo (tentunya pakai bahasa Inggris)
"Apa kau percaya kalau aku bilang bukan?"
__ADS_1
Tanya Elan
Elan memaksa masuk kedalam Penjara ini, itu karena ia diusir setelah memberi tau alasannya pada sipir penjara. Alhasil, Elan masuk dengan membuat para sipir penjara tidak sadarkan diri.
"Jadi apa yang kau inginkan?"
"Aku perlu bantuanmu.."
"Untuk apa?"
"Membunuh Monster utama..."
"Haha, aku menolak. Aku tidak ingin keluar dari penjara ini."
"Karena 'dalam masa menebus dosa'?"
Tanya Elan dengan nada sedikit kesal
"Bisa dibilang seperti itu"
"Biar kuberi tau kau sesuatu.. Berdiam disini terus hanya akan menambah dosamu, kau tau?"
Kata Elan dengan nada mengejek
__ADS_1
Klank
"Apa maksudmu?"
Jawab Diablo dengan memukul Jeruji besi yang memisahkan keduanya
"Yah, kau itu punya kekuatan yang hebat. Itu akan sia-sia bila tidak digunakan untuk menolong penduduk yang saat ini sedang 'ketakutan'."
Kata Elan
"Kau ada benarnya, tapi aku tidak suka bekerja dibawah orang yang lebih lemah dariku."
Kata Diablo mencoba tenang
"Itu pilihanmu, tujuanku kesini hanya untuk mengajakmu bertarung di sampingku.. bukan sebagai bawahan ku"
Ucap Elan dengan ekspresi puas
"...
______________________________
Maaf, untuk beberapa hari kedepan saya ga bisa up. Sekali lagi maaf🙏😫
__ADS_1