
"Dimana ini?!"
Ucap Harry kebingungan saat di sekelilingnya hanya terlihat dedaunan dan pohon besar
"Kau sudah sadar?"
Tanya Elan dengan tubuhnya yang penuh noda darah
"?!"
Harry sedikit waspada dan memasang kuda-kuda bertarungnya
"Tuan, kayu bakarnya siap. Harus kuletakkan dimana ini?"
Kata Sang Ratu
Oh iya, nama si Ratu ini Merlin ya.
"Huh?"
Harry kebingungan
"Owh, letakkan saja disana. Aku akan mengurus sisanya. Jadi istirahat saja.."
Kata Elan sambil membedah tubuh sapi dengan Dagger nya
"Terima kasih."
Kata Merlin dengan datar
"Tunggu, apa yg terjadi di sini?"
Harry masih kebingungan
"Kau istirahat saja dengan Merlin di sana.."
Suruh Elan
Entah kenapa Harry menurutinya. Padahal tidak ada paksaan atau ancaman dari perkataannya. Apa ini efek dari kekuatan yang baru ia dapat?
Setelah itu Harry duduk di batang pohon yang ada di dekat Merlin. Dan mereka tidak berbicara sama sekali. Sampai pada akhirnya Harry memutuskan mengambil inisiatif untuk bicara agar suasananya sedikt nyaman..
"Uhmm, nama mu Merlin kan?"
Tanya Harry dengan hati"
"Ya"
"Aku Harry, salam kenal"
Masih hati-hati
"Ya."
Dan mereka tidak berbicara lagi selama beberapa menit, selama itu mereka sibuk melihat Elan yang dengan santai dan asik sendiri memasak daging sapi yang baru ia potong.
__ADS_1
"Uhm, Aku boleh bertanya?"
Kata Harry (masih hati-hati)
"Ya"
"Kenapa kau memanggil orang itu dengan sebutan 'Tuan'?"
Tanya Harry
"Karena dia Tuanku"
Jawab Merlin dengan sangat singkat
"Oh... Ngomong-ngomong, kau tidak sedang ber-cosplay kan?"
Tanya Harry lagi
Cosplay : Berdandan seperti karakter atau tokoh terkenal
"Aku tidak mengerti apa maksudmu"
"Uhm, kau benar-benar Elf? Maksudku, Ras yang mempunyai telinga panjang memiliki paras nan cantik itu?"
Tanya Harry sedikit bersemangat (rasa waspadanya mulai berkurang)
"Terima kasih kalau kau menganggapku begitu"
Jawab Merlin
Itu berarti dia benar-benar Ras Elf bukan?
"Heii kalian, makanannya sudah siap."
Kata Elan dengan suara yang cukup nyaring
"Baik"
Kata Merlin sambil beranjak untuk pergi ke tempat Elan
Dan secara spontan Harry mengikuti apa yang dilakukan Merlin.
"Kau lebih baik jangan berbuat yang tidak-tidak dengan Tuan, atau kau akan berakhir sepertiku"
Kata Merlin dengan nada yang pelan agar Elan tidak mendengarnya
Harry yang baru saja berdiri sedikit terkejut dengan ucapan Merlin barusan. Apa maksudnya menjadi sepertinya? Apa aku akan dirubah jadi Elf?
Otak Harry tidak dapat memahami apa yang dikatakan Merlin tadi.
"Hmm, mari makan!"
Kata Elan
"O-ok"
__ADS_1
Jawab Harry gugup
Kemudian mereka makan daging sapi itu bersama-sama, sampai mereka kenyang.
Harry kemudian berpikir, kenapa dia terlihat begitu kejam sebelumnya? Dia orang yang baik kan? Lalu kenapa Merlin berkata seperti itu?
Setekah selesai makan, Harry memberanikan diri untuk bertanya.
"Uhm, Tuan? Kau itu berada di pihak siapa?"
Tanya Harry
Dia bertanya apa Elan berada di pihak manusia atau di pihak para Monster.
"Tidak keduanya"
Elan menjawabnya dengan singkat
"Tapi kenapa kau menyebut dirimu sebagai raja? Sama seperti apa yang dikatakan monster itu padaku."
Tanya Harry dengan lebih serius
"Monster? Monster apa?"
Elan balik bertanya
Elan yang baru keluar dari Gerbang tidak mengetahui ada Monster yang disebutkan Harry tadi.
______________________________
Pertanyaannya : Kenapa dia berpikiran untik membawa Harry bersamanya?
Jawaban : Intuisi
______________________________
Kemudian Harry menjelaskan semuanya tentang Monster yang menyebut dirinya sebagai Raja. Dan Elan terdiam sejenak setelah Harry selesai menjelaskan.
Entah kenapa setelah mendengar itu, Elan langsung teringat tentang Raja Iblis. Elan berpikir apa itu ada hubungannya dengan Raja Iblis. Tapi dia tidak menemukan jawabannya.
"Aku tidak merubah jawabanku"
lan setelah beberpa saat berpikir
Harry kebingungan dengan itu, dan Merlin hanya duduk santai menikmati beberapa sisa daging sapi.
"Kau... Manusia bukan?"
Entah kenapa pertanyaan itu tiba-tiba muncul di kepala Harry. Dia meragukan itu karena jawaban Elan yang bilang dia tidak berada di pihak keduanya.
"Kalau kau manusia, seharunya kau bakal membela manusia bukan? Kalau dia tidak di pihak manusia, Maka ras nya perlu dipertanyakan. Kau pasti berpikir seperti itu kan?"
Tanya Elan sambil melihat ke arah Harry
Harry hanya terdiam, tidak menjawab pertanyaan itu.
__ADS_1
Dan Elan mulai bicara..
"Pada dasarnya, banyak manusia yang membenci sesama manusia. Karena mereka diperlakukan tidak adil, dilecehkan, diinjak, atau hal merendahkan lainnya. Selalu ada yang di atas, dan ada juga yang dibawah. Yang di atas melihat yang lain dan bertingkah seperti penguasa seakan akan mereka bisa melakukan segalanya. Sedangkan yang di bawah hanya bisa mengkhayal kalau mereka berada di posisi atas, karena mereka sadar kalau usaha dan kerja keras tidak dapat membuat mereka naik ke posisi atas. Tidak mungkin seseorang tidak pernah membenci seseorang lainnya. Jadi kupikir, tidak aneh jika mereka saling membenci satu sama lain. Seperti itulah diriku. Tapi hanya satu bedanya, aku dipaksa untuk membenci manusia...