King Of Hunter

King Of Hunter
70. Bencana > Tidak berdaya


__ADS_3

Beberapa waktu setelah para Hunter ber patroli, akhirnya momen yang ditunggu tiba. Musuh yang sejak lama bersembunyi di balik pohon raksasa mulai bereaksi. Hanya satu pohon dapat menyebabkan tanah disekitarnya bergetar hingga menyebabkan gempa yang cukup besar. Semua Hunter ( 35 Hunter yang sudah berkumpul tadi ) sudah bersiap di tempat masing masing menunggu apa yang terjadi pada pohon itu. Mereka sudah mencoba menebang pohon - pohon itu sebelumnya, namun hasilnya sia - sia.


"Jadi, apa yang ada di dalam sana?"


"Mungkin sekumpulan monster tingkat tinggi?"


"Mungkin sebuah pohon yang bisa bergerak dan menyerang"


"Atau mungkin itu sebuah benda yang dapat membuat kita melemah?"


Para Hunter mulai menebak nebak apa yang akan terjadi pada satu pohon tersebut.


Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya musuh utama mereka menampakkan diri. Pohon raksasa yang mereka tunggu berubah menjadi patung dengan ukuran yang besar ( sebesar pohon sebelumnya ).


"Itu... Bukankah bentuk itu mirip dengan monster yang ada di Amerika? Atau aku hanya berlebihan?"


Ucap Zen dengan penuh rasa takut


Zen mencoba untuk tenang dengan melihat situasi sekitar. Dia pikir hal itu akan membuatnya sedikit lebih tenang, namun yang terjadi malah sebaliknya, ia semakin panik. Melihat raut wajah dari Hunter - Hunter yang lain sama paniknya dengannya. Bahkan Jia Li dengan Rea yang sepertinya terlihat paling panik disini.


"Itu jauh berbeda dengan yang kita hadapi terakhir kali"


"Jangan bilang perempuan hijau itu berubah menjadi pohon berbentuk tengkorak ini?"

__ADS_1


Rea dan Jia Li mulai menggumam tidak jelas.


Keduanya ( Para Hunter dan Patung pohon ) membeku untuk sementara waktu. Tidak ada yang melancarkan serangan sampai Tez memberanikan diri untuk langsung melompat ke arah patung itu dengan tujuan menyerangnya. Para Hunter lainnya terutama Jeibi berusaha untuk menahan Tez, tapi itu sia - sia. Ia terlalu cepat.


Krakkk


"Aku berhasil...hehe Aku berhasil?!"


Tez tidak percaya dengan yang ia lakukan sekarang


Dengan modal berani ia langsung melompat untuk menyerang, mengabaikan rasa takut dan hanya berfokus untuk menyerang ( ya memang tugas Assassin gitu ). Dan ia berhasil mengoyak bagian kaki dari patung itu (walaupun serangannya tidak terlalu dalam), Tez yakin kalau ini akan jadi pertempuran yang mudah karena musuh sama sekali tidak menghindar saat ia menyerang.


Melihat Tez yang menyerang sendirian, akhirnya semua Hunter memutuskan untuk menyerang Patung itu secara langsung 'juga'. Melihat lawan mereka tidak memberi perlawanan, setiap Hunter mulai berpikiran sama seperti Tez. Namun itu hanya bertahan sebentar.


"Apa kalian melihatnya?"


"Aku melihat sedikit"


"Bagian dalam patung itu..."


"Ya, entah kenapa itu bisa terjadi. Tapi sudah bisa dipastikan, bagian dalam dari Patung itu adalah 'Batu' ".


Patung itu masih tidak bergerak, hanya diam berdiri tanpa melakukan apa apa. Para Hunter kemudian berusaha menyusun rencana secepat mungkin sebelum Patung itu menyerang, kalau dia sudah mulai menyerang, entah apa yang akan terjadi pada pulau ini. Dengan kepanikan mereka dalam menyusun sebuah rencana. Ada satu Hunter yang tidak pernah ikut dalam penyusunan rencana sebelumnya, dia adalah Tez.

__ADS_1


Yang lain sudah tau betul sifat Tez seperti apa, tapi saat ini... mereka melihat sesuatu yang tidak biasa. Bagaimana bisa Hunter sekuat Tez dan se arogan Tez sekarang, kencing dicelana.


Walaupun sebenarnya itu adalah hal yang bisa menjadi bahan tertawaan, tetapi di sana hanya ada kebalikannya. Bahkan di hadapan Rea yang sedang marah, Tez tidak sampai begini. Itu berarti dia sedang ketakutan setelah melihat sesuatu.


Rea memperhatikan arah mata Tez


'Apa yang membuat Tez sampai ketakutan seperti itu'


Sesaat setelah melihat apa yang Tez lihat, Rea berhenti bergerak dan diam sambil menengok ke atas di antara Hunter yang tengah sibuk berdiskusi. Bahkan Rea sampai menjatuhkan pedangnya dan ia mulai mengeluarkan air mata.


"Rea, apa yang terjadi?"


Kata Deimos khawatir sekaligus takut


Para Hunter yang tadinya berfokus pada Rea yang menjatuhkan senjata, saat ini mereka mulai melihat ke atas karena penasaran.


"Kita akan mati"


Ucap Rea dengan pasrah


Hunter lainnya pun berpikiran sama setelah melihat pohon lainnya berubah menjadi Patung 'juga' walaupun dalam bentuk yang berbeda beda. Dan setiap Patung itu, menunjukkan senyum yang mengerikan.


____________________________________

__ADS_1


(Untuk senyum Patungnya, saya ga bisa memberikan ilustrasi. Tapi kalian bisa membayangkan Smiling titan di anime AoT, atau membayangkan patung di eps awal solo leveling.)


__ADS_2