
Beberapa bulan telah berlalu sejak kematian Jerome dan para guru lainnya. Sejak itu keadaan dunia sedikit membaik. Kecuali di Amerika dan perbatasan Indo-Malaysia.
Jika di Amerika sedang kesulitan bertarung dengan Monster yang menyebut dirinya sebagai Raja , situasi itu tak jauh beda dengan apa yang terjadi di Perbatasan Indo-Malaysia. Ada monster yang setara dengan Raja disana. Monster itu baru saja muncul.. karena monster itu, para monster kecil lainnya dengan mudah menyebar ke berbagai tempat.
Rea dan Jia Li juga pernah melawan monster itu, namun mereka tak berhasil. Tapi untungnya mereka bisa melarikan diri walaupun menerima beberapa luka yang cukup serius.
Menurut informasi yang beredar di Internet, Monster itu berbentuk seperti seorang wanita yang cantik. Memiliki rambut berwarna hijau dan membawa benda semacam tongkat kecil di tangannya. Keberadaannya patut diwaspadai selayaknya Raja (yang ada di Amerika), karena monster ini mengancam kelangsungan hidup dua negara sekaligus.
~~
"Apa mereka setuju dengan penawaran kita?"
Tanya Ketua Organisasi Hunter Malaysia (KOHM)
"..."
Garan tidak bicara
"Kenapa kau diam?"
Tanya nya sekali lagi
"Aku berhasil menghubunginya, tapi dia memiliki syarat yang cukup besar. Bahkan bagi kedua negara kita"
Jelas Garan
"Apa yang dia mau, kita harus menyetujuinya. Kalau tidak negara kita berdua akan musnah karena monster itu."
Kata KOHM dengan tegas
"Kau yakin ingin meminta bantuannya?"
Tanya Garan dengan serius
"Ya, apapun bayarannya. Jika itu untuk keselamatan negara, aku akan menyetujuinya.."
Jawab KOHM dengan serius juga
Saat ini, kedua orang ini (Ketua Organisasi Hunter Indonesia dan Malaysia) sedang berdiskusi. Mereka berpikiran untuk meminjam jasa Hunter Hero untuk mengalahlan Monter yang muncul di Perbatasan Indo-Malaysia tersebut.
Tidak ada lagi yang dapat mereka lakukan selain ini. Jika Rea dan Jia Li saja tidak sanggup, maka orang yang sanggup melawannya adalah Hunter Hero.
Tapi yang jadi masalah disini adalah, bagaimana cara mereka setuju membantu masalah ini? Karena itulah diskusi ini ada.
"Mereka meminta sepertiga wilayah yang ada di negara kita.. Kau yakin akan menyetujuinya?"
Tanya Garan sekali lagi
__ADS_1
Ucapan Garan barusan membuat KOHM terkejut. Bagaimana bisa mereka menyerahkan wilayah negaranya untuk 2 orang? Mereka memerlukan izin pemimpin negara untuk hal ini.
".."
"Sudah kubilang kita tak akan bisa meminta bantuan mereka. Lagipula seluruh dunia sedang mengalami hal yang sama dengan kita. Hanya saja tantangan mereka sedikit lebih kecil.. Mereka pasti sedang sibuk melindungi negaranya masing-masing"
Jelas Garan
"Kau ada benarnya, permintaanku terlalu egois. Aku minta maaf sudah memaksamu meminta bantuan mereka"
Kata KOHM dengan ekspresi wajah sedih
"Situasi kita, bisa dibilang lebih nyaman. Karena kita sedang bekerja sama mengalahkan satu monster utama (maksudnya monster kuat, yaitu raja). Aku membayangkan bagaimana rasanya menjadi James."
Kata Garan dengan nada kasihan
"James? Maksudmu, James Weishman?"
Tanya KOHM
"Iya. Dia tidak bisa mengalahkan satu monster sendirian, ia perlu Hunter lain untuk itu. Dan Amerika, dari hari ke hari mulai kehilangan beberapa Hunter berbakat. Dan parahnya lagi, tidak ada yang berani membantu mereka. Yah, itu termasuk kita berdua."
Keluh Garan
KOHM hanya terdiam mendengar ucapan Garan. Rasa bersalah dan kasihan muncul dalam dirinya.
~~
Note : Maksudnya monsrer biasa itu, monster yang lebih lemah dari Raja (yang ada di Amerika)
Tapi ketika mereka bertemu dengan Raja, mereka langsung melarikan diri, walaupun Raja itu berjarak cukup jauh dari mereka. Melarikan diri secepat mungkin sebelum terlambat. Ketika mereka terlalu dekat dengan Raja, jatuhnya korban sudah tidak bisa dihindari..
~
Diruangan kepala sekolah, saat ini James Weishman berusaha untuk istirahat sebanyak mungkin. Sudah berapa hari dia tidak bisa tidur. Wajahnya pucat, dan kantung mata nya sedikit menghitam.
Para murid yang sedang berlindung mengetahui keberadaan James di kantor kepala sekolah, tapi tidak ada yang berani menemuinya. Ya, James saat ini sedang dalam kondisi terburuknya.
"Permisi.."
Seseorang membuka pintu
"Siapa itu?"
Berusaha bangun dari tidurnya dengan menahan sakit kepalanya
"Ini aku, Harry"
__ADS_1
Jawabnya
"?!"
James terkejut setelah mendengar nama itu. Karena dia sudah dinyatakan tewas sejak jasadnya tidak bisa ditemukan. Bahkan keluarganya di Inggris juga percaya dengan berita itu dan mereka tidak terlalu banyak bertindak. Hanya memberi ucapan 'Sangat disayangkan', setelah itu mereka menjalani hari-harinya seperti biasa. Seakan kematian Harry tidak begitu penting dimata mereka.
"Owhh, kau.. Masuk saja"
James memaksakan dirinya untuk berdiri menyambut Harry
Walaupun tidak dipedulikan di keluarganya, tetap saja Harry adalah keturuan bangsawan. Karena itu, James menghormati Harry layaknya bangsawan. Andai semua orang begini dengan Harry, mungkin dia tidak akan cinta mati dengan Miya.
Note : Dia mendekati Miya karena sifat remajanya mulai muncul. Karena dia tidak bisa mendapat apapun yang dia mau saat kecil, dia bertekad ingin mendapat Miya bagaimanapun caranya. Bahkan rela mengorbankan nyawanya
"Terima kasih"
Kata Harry dengan malu-malu
Kemudian mereka duduk berhadapan layaknya murid dan kepala sekolah. Dan mereka sempat membahas tentang kepala sekolah beberapa saat. Bahkan James hampir mengeluarkan air mata.
"Uhmm, kau ingin menyelamatkan Amerika bukan?"
Tanya Harry serius
"Tentu saja, tapi aku tau kalau itu hal yang sulit."
Keluh James
"Aku bisa membantumu"
Ucap Harry dengan penuh keyakinan
Mendengar itu, James terkejut. Bagaimana bisa dia bicara dengan penuh keyakinan begitu?
"Bagaimana caranya kau membantuku?"
James ragu
"Itu rahasia.. Hanya ada satu hal yang perlu kau lakukan."
Jawab Harry
"Apa?"
"Kau harus datang ke Indonesia dan membantu Jia Li disana. Kami akan mengurus sisanya disini.."
"Kami..?
__ADS_1