King Of Hunter

King Of Hunter
58. Bencana > Pengikut Elf


__ADS_3

Saat bencana baru dimulai...


"Kenapa harus Emy? Aku minta maaf Emy, jika saja aku tau lebih awal..Aku terlalu terpaku dengan ucapanku, sampai melupakan sekitar. Aku minta maaf"


Kata Elan di depan mayat Emy sambi menangis


"!?"


Elan merasakan tanda kehidupan dari dalam istana. Siapa? Ada yang masih hidup? Sisa monster?


Elan bergegas menuju dalam istana dan mencari tanda kehidupan disana. Dia berpikir ada sisa monster di dalam, tapi ia salah. Itu bukanlah monster. Melainkan Sang Ratu..


Sekarat, penuh darah, kehilangan tangan kiri, tapi secara ajaib bisa bertahan. Apa ini daya tahan Raa Elf?


Elan hanya menatap Sang Ratu dengan raut wajah kasihan. Dari awal dia tidak terlalu suka dengan Sang Ratu, karena awal pertemuan mereka yang kurang baik. Jika bukan karena Emy, mungkin Elan sudah membunuh Sang Ratu saat pertama kali bertemu.


Tapi sekarang Emy tak ada, apa ada alasan kenapa Elan harus menyembuhkannya? Tidak.


Dia berencana membiarkan Sang Ratu tewas secara perlahan.


Membuang waktu untuk Elf ini adalah hal yang sia-sia, lebih baik aku keluar dari Gerbang.


Seperti itu pikir Elan, Tapi...


Saat ingin melangkah keluar, dia berhenti. Sesuatu memegang kain celananya dengan sangat lemah. Tapi ia masih berhenti, dan ia melihat bahwa itu adalah Sang Ratu. Elan tidak merasa kasihan sama sekali.


"To-tolong, zeyamatkan au"

__ADS_1


Kata Sang Ratu dengan kata yang sulit dimengerti


Tapi Elan paham dengan apa yang dikatakan Sang Ratu barusan, dalam situasi nya sekarang tidak mungkin Sang Ratu meminta hal lain selain Kehidupan.


"Apa untungnya buatku?"


Tanya Elan


Sang Ratu sedikit terkejut dengan ucapan Elan barusan. Dia pikir Elan orang baik seperti yang Emy katakan. Ratu seharusnya sadar akan hal ini saat Elan tidak berencana membantunya sama sekali setelah melihatnya.


Saat ini Ratu sedang berpikir, apa yang harus ia berikan agar Elan mau menolongnya. Harta? Istana? Atau hidupnya?


Tapi pikirannya buyar setelah mendengar perkataan Elan...


"Kau mau memberikan segalanya?"


Tanya Elan dengan ekspresi dingin


"Bagus.."


Kata Elan sambil tersenyum


Setelah itu Elan menyembuhkan luka Sang Ratu dengan Skill penyembuhannya, dan mengembalikan tangan kiri Ratu yang putus.


Setelah sembuh, Sang Ratu berusaha menyerang Elan. Dia tidak ingin di perbudak oleh Elan.


Kata 'memberikan semuanya' itu sudah seperti menjadi budak. Ini adalah ingatan Ratu. Dia tidak ingin menjadi budak siapapun. Dia aeorang Ratu, dia yang seharusnya memimpin. Begitulah kira-kira pikiran Sang Ratu.

__ADS_1


Serangan Sang Ratu berakhir sia-sia. Tapi ia tidak menyerah, dia masih menyerang Elan dengan berbagai sihir yang dimilikinya. Sang Ratu mengerahkan semua kekuatannya untuk menyerang Elan. Sedangkan Elan bertarung dengan sangat santai, menunggu Sang Ratu kelelahan hingga tak bisa menggunakan sihir lagi.


30 menit kemudian...


Sang Ratu tertunduk dihadapan Elan.


"Sudah selesai?"


Tanya Elan dengan santainya


Sang Ratu hanya bisa menunduk, tak berani menatap wajah Elan. Tapi rasa kesal masih ada dalam dirinya. Dia benar-benar ingin membunuh Elan sekarang.


"Aku bisa memberimu kekuatan, dan kau bisa coba untuk membunuh ku dengan kekuatan itu. Sampai saat itu tiba, jadilah barang yang berguna untukku, ini adalah balasan untuk menyembuhkanmu"


Kata Elan dengan mendekatkan wajahnya ke Sang Ratu sambil tersenyum lebar(akting)


"Aku tidak mau menjadi budak mu, lebih baik aku mati daripada menjadi budak!"


Kata Sang Ratu sambil meludahi wajah Elan


Senyum lebar di wajah Elan menghilang seketika, diganti dengan tatapan dingin dan mengintimidasi. Sang Ratu langsung ketakutan dan kesulitan bernafas karena udara disekitar nya tiba-tiba berubah.


"Aku sudah berusaha menolongmu, lagipula kau sudah berjanji memberikan segala yang kau punya. Seharusnya kau berterima kasih selagi aku masih mengingat Emy saat melihatmu"


Kata Elan membuat Sang Ratu mengeluarkan air mata


Dan setelah ucapannya itu, Elan menyiksa Sang Ratu. Siksaan yang setara dengan apa yang dialaminya karena Sistem. Membuat Ratu menangis sekencang-kencangnya. Berkali-kali anggota tubuhnya hilang, dan berkali-kali juga ia disembuhkan oleh Elan. Permintaan maaf Sang Ratu sudah tidak berguna sekarang. Elan larut dalam kesenangan yang membuat batinnya tenang sekarang.

__ADS_1


Sejak kapan Elan jadi seperti ini?


Sejak dia mendapat Job Raja Kematian, Rasa kasihannya terhadap manusia sedikit berkurang. Mungkin ini akan lebih serius jika ia mendapat Job Raja Kematian sepenuhnya.


__ADS_2