King Of Hunter

King Of Hunter
36. Muncul yang Baru?


__ADS_3

"Ughh, dimana ini?"


Elan bingung karena disekitarnya hanya terdapat pohon pohon tinggi nan lebat. Ia berada di hutan dan tidak mengetahui lokasi pastinya.


Dia berusaha keliling di hutan ini sambil memburu monster yang ada kemudian dia bakar dan makan. Elan tau kalau ini bakal jadi ujian yang lama.


Setelah beberapa saat sehabis makan, ia berkeliling lagi dan menemukan tubuh seorang wanita terkapar dengan penuh darah. Elan segera memeriksa kondisi wanita tersebut dan mendapati bahwa wanita ini masih bernafas. Elan segera menyembuhkannya dengan skillnya. Wanita itu akhirnya pulih, luka - luka ditubuhnya menghilang dan yang tidak dapat ia pulihkan adalah kondisi bajunya yang sudah rusak parah.


Elan bingung mau ngapain, si wanita ini juga belum bangun. Jadi ia memutuskan untuk berburu dan membawanya ke tempat wanita itu. Dia berencana menunggu sampai wanita itu bangun.


Malam hari, banyak monster berkeliaran. Tapi Kedua orang ini aman karena barrier yang digunakan Elan. Dia bisa membuat barrier di tubuhnya menjadi skill tipe area. Dia bisa melindungi sekitarnya dengan jarak 5 meter darinya. Tidak ada monster yang bisa menyentuh mereka berdua.


Tak lama setelah Elan mulai makan malam, ada suara berisik berbunyi. Itu berasal dari perut wanita yang Elan tolong. Wanita itu hilang di tempat tidur yang disediakan Elan dan muncul didepan Elan yang sedang menyantap daging hewan. Elan berpikir kalau dia lapar, karena itu dia memberikan beberapa saging yang sudah dimasak pada wanita itu. Dia memakannya dengan lahap.


Selesai makan, perut keduanya penuh dan mereka mengeluarkan suara yang menandakan kalau perut mereka sudah terisi dengan baik. Keduanya tertawa, setelah itu Elan memberanikan diri bertanya..


"Uhmm, siapa namamu?"


Kata Elan dengan gugup


"?"


Wanita itu bingung mendengar bahasa yang berbeda dari yang dia tau.


Setelah itu Elan sadar bahwa bahasa yang mereka gunakan itu berbeda. Ia segera menggunakan isyarat dengan menunjuk ke arah wanita tersebut.


"Hoo.. Salia. "

__ADS_1


Setelah itu ia menyebutkan namanya kemudian dia menunjuk ke arah Elan. Dia ingin tau juga nama Elan.


"Elan "


Setelah itu Salia ngomong dengan bahasanya, dia seakan akan berterima kasih. Jadi Elan hanya mengangguk angguk dengan ramah. Esok hari mereka berjalan jalan di hutan ini. Karena jarak desanya dari tempat mereka berada sangat jauh. Memerlukan 2 hari jika hanya berjalan kaki. Sebenarnya Elan bisa sampai selama 10 menit. Tapi ia tidak bisa membawa Salia nantinya, dia juga tidak tau arahnya. Jadi selagi menuju desa mereka memutuskan untuk jalan - jalan.


Diperjalanan Salia membicarakan banyak hal walaupun lawan bicaranya tidak mengerti apapun. Dia seakan menjelaskan apa saja yang terdapat dalam hutan ini. Setelah Salia berbicara dalam waktu yang lama, muncul notifikasi sistem pada Elan...


[Anda menguasai bahasa Oliver]


*Wahh, padahal cuma mendengarkan doang. Skill Fortaelse sangat berguna.*


Setelah memahami bahasanya, Elan masih mendengar Salia berbicara. Dia dapat informasi gratis karenanya. Dikatakan Salia bahwa hutan ini tumbuh rindang bukan karena tanah atau curah hujannya, melainkan karena energi sihir dari monster naga yang tinggal di tengah hutan. Ini dunia yang benar benar bergantung pada sihir.


***


"Elan pergi lagi? Anak itu sukanya keluyuran. Yahh walaupun aku saat masih muda seperti itu juga, tapi dia itu pergi lebih dari 2 hari biasanya."


"Yah, aku juga tidak tau apa yang dipikirkan kakak. Tapi aku yakin itu sangat penting, karena dia terlihat buru - buru. Lagipula karena kakak pergi aku jadi bebas menggunakan rumah, jadi aku sedikit menyukai itu. Hehe"


Kata Rea tertawa kecil dan membuat Garan ikut tertawa


Setelah itu suasana menjadi hening sebentar dan Garan melanjutkan..


"**Sebenarnya aku datang kesini karena satu alasan.."


"Apa itu**?"

__ADS_1


Rea bingung


"Aku merasakan energi sihir yang besar berasal dari sini. "


Kata Garan sambil menyilangkan tangannya


"Itu mungkin karena ada banyak hunter ada dilantai atas. Mereka semua temanku, mereka datang berkunjung hari ini."


Jelas Rea


"Tidak. Aku tau kalau semua temanmu itu hunter Rank rendah, aku bisa merasakannya dari sini. Tapi aku merasakan aura yang berbeda berada di depanku sekarang. Dengan aura itu sudah dipastikan bahwa kau adalah Hunter. Karena aku tidak yakin tentang ini, maukah kau ikut denganku untuk memeriksa Rank mu."


Kata Garan serius


Mata Rea menyipit saat mendengar bahwa dia adalah Hunter, dan ada aura yang berbeda itu maksudnya apa. Rea semakin khawatir memikirkan semua itu. Dan akhirnya dia ikut dengan Garan mengikuti evaluasi Rank setelah teman - temannya pulang.


Sesaimpai nya disana. Sudah ada banyak wartawan bermunculan. Mereka sudah agak lama disana karena mendengar bahwa ketua asosiasi mengunjungi rumah korban pembulian. Mereka pikir ini akan jadi topik yang menarik dan mulai mengikuti kemana Garan pergi dengan Rea.


Banyak hunter lain yang sedang menunggu giliran Evaluasi mereka. Kebanyakan dari mereka adalah hunter Rank D dan E, Garan sudah bisa mengetahui itu tanpa mengevaluasi mereka.


Melihat Rea masuk duluan tanpa mengantri, membuat hunter yang dari tadi menunggu mengucapkan kata - kata kotor pada Rea. Bahkan ada yang bilang akan memukulnya saat Rea keluar. Itu karena mereka kesal, mereka sudah menunggu lama sedangkan Rea main masuk gitu aja. Itu karena mereka tidak tau siapa yang membawanya kemari, karena Garan dan Rea berpisah tepat sebelum para hunter tadi melihat.


"Tolong letakkan tangan anda pada alat disana"


Sesaat setelah Rea meletakkan tangannya, suara Error pada mesin muncul.


"Sudah kuduga"

__ADS_1


Kata Garan dengan penuh keyakinan


___________________________


__ADS_2