King Of Hunter

King Of Hunter
30. Permulaan


__ADS_3

Elan pulang kerumah setelah latih tanding sebelumnya. Ditengah perjalanan Elan menerima sebuah notifikasi..


[ting]


'Skill Forstaelse berhasil didapatkan'


"Skill ini bisa membuat pengguna memiliki pemahaman instan. Dapat mempelajari apapun dengan singkat."


'Anda menguasai Ilmu Dagger 'Garan'. Dagger Exp di level tertinggi. Anda sudah menjadi Pengguna Dagger yang handal'


*Hmm.. agak telat, tapi lumayann. Itu artinya aku bisa mempelajari skill dengan mudah. Mungkin bisa bekerja saat pertarungann..* pikir Elan


Sekarang Elan perlu memikirkan rencana pembantaiannya pada Feros. Ia memerlukan senjata selain Dagger, kalau tidak mau cepat ketahuan. Dan ia perlu jubah dan topeng untuk menutupi identitasnya. Dia yakin bahwa keluarga Feros cukup kaya, dan dari informasi yang di beri oleh Yuri, keluarganya Feros ini memiliki peran penting di perusahaan Denial. Itu adalah perusahaan milik ayah Fred, yang waktu itu mengacau di pesta. Kalau dia benar - benar ingin membantai Feros maka Elan harus siap berurusan dengan Denial.


*Masih ada waktu sekitar 6 hari, mari pikirkan rencananya lain hari* pikir Elan


Sampai rumah Elan melihat Rea sedang memasak dan langsung membantunya. Setelah makan keduanya pergi tidur.


Keesokan harinya di pagi hari, bel rumah mereka berbunyi. Tak ada yang tau siapa yang datang. Tidak mungkin dia teman Rea, karena ia sekarang tidak punya teman.


Setelah membukakan pintu, muncul tiga orang yang sudah mereka kenal. Zen, Garan, dan Michael. Tidak biasanya mereka bersama, ada apa?


Kemudian Rea mempersilahkan semuanya masuk dulu sembari menyiapkan teh dan kopi. Mereka berterima kasih atas jamuannya dan Rea membalasnya dengan senyuman.


" Aku tau apa masalahmu sekarang " tiba - tiba Zen berbicara

__ADS_1


" Apa maksudmu? " tanya Elan


" Kau dan adikmu sekarang dalam masalah bukan? Kami disini berniat untuk membantumu. " jawab Garan


" Iya kak Elan. Aku juga sudah melaporkan polisi terkait video yang sudah tersebar itu. Aku yakin sebentar lagi semuanya akan hilang " kata Michael semangat


" Hahaha. kalian ini.. Terima kasih sudah membantu kami, biarkan kami yang menyelesaikan selanjutnya. " Elan senang


"Terima kasih banyak semuanya, aku sangat berterima kasihh.. " kata Rea sambil menangis


Suasana diruangan ini jadi haru bahagia. Rea tak berhenti berterima kasih pada ketiganya.


" Jadi kau ingin balas dendam, dan kau memintaku untuk membantumu saat berurusan dengan Departemen Keamanan? " tanya Garan


" Kuharap kau tidak melakukan hal yang gila, aku akan membantumu selagi aku mampu mengatasinya. " kata Zen dengan senyum pasrah


" Bisa kau berhenti memikirkan balas dendam? " kata Garan yang membuat yang lain diam


" Sayangnya aku tidak bisa, ini wajib. Meskipun mereka meminta maaf, aku akan tetap melakukannya " jelas Elan


" Melakukan apa? " Rea dan Michael bingung


Kemudian Elan menyuruh Michael untuk membawa Rea jalan - jalan disekitar komplek. Agar mereka tidak mendenhar obrolan yang berat ini.


" Kalau aku jadi kau, aku tidak akan melakukannya " lanjut Garan

__ADS_1


" Sayangnya aku adalah aku, jadi aku yang memutuskan apa yang akan aku lakukan nanti " jawab Elan


" Elan, aku tau kau marah. Tapi kalau kau melukai Feros, maka kemungkinan besar orang - orang di perusahaan Denial akan turun tangan untuk memburumu. " jelas Zen


" Kalau mereka memburuku, maka aku yang akan memburu mereka lebih dulu. " jawab Elan sambil menyeruput kopi didepannya


" Huhh, baiklah kami tidak bisa menghentikanmu sekarang, lakukan apa yang kau mau. Jangan terlalu berharap banyak dengan bantuan kami. " kata Garan


" Santai sajaa, aku tidak akan melukai Feros. Tapi Feros lah yang akan berusaha menyerangku lebih dulu. " kata Elan


Garan dan Zen sedikit bingung dengan apa yang dikatakan Elan


~~


Saat ini Garan sedang beristirahat di ruang kerja di kantornya. Saat ia sedang meminum kopi, tidak sengaja ia mendengar berita di TV.


"Berita hari ini, dilaporkan tadi malam terjadi pembunuhan besar - besaran pada keluarga Ally. Setengah dari seluruh keluarganya tewas dibunuh oleh orang yang masih dalam pencarian. Semua korban ditemukan dalam kondisi sama, mereka semua terduduk di pojok ruangan dengan luka membentuk huruf X di dada mereka, dan terdapat lubang di bagian dada sebelah kiri semua korban. Dalam setiap pembunuhan yang terjadi tadi malam, pembunuh menyisipkan surat pada mulut korban. Surat itu bertuliskan 'JANGAN GANGGU KELUARGAKU'. Dalam CCTV, pelaku menggunakan jubah hitam yang sudah usang dan menggunakan topeng tengkorak dengan dagu panjang berwarna merah. Senjata yang digunakan untuk menghabisi korban adalah senjata SCYTE, senjata yang digunakan oleh tokoh GRIM REAPER"


Mendengar itu Garan memuntahkan sedikit kopi yang masuk dalam mulutnya.


~~


* Sayang sekali aku hanya bisa membunuh setengahnya. Saat kuperiksa, sisanya lagi keluar kota. Memerlukan waktu yang cukup lama untuk membunuh semuanya dalam satu malam. Jadi aku memutuskan untuk menghabisi semua yang disini kecuali Feros, dia akan menjadi yang terakhir*


__ADS_1


__ADS_2