King Of Hunter

King Of Hunter
29. Side Quest


__ADS_3

Hari ini Elan latihan dengan Garan, dan Michael datang setelah selesai dengan kesibukannya. Garan mencoba untuk latih tanding dengan Michael mengingat dia adalah Hunter rank S baru di Indonesia. Garan cukup terkejut dengan perkembangannya, ia hampir bisa mengalahkan Garan. Dan Garan memuji Michael karena dia bisa berkembang jadi sekuat ini.


Setelah Garan selesai latih tanding dengan Michael kini Elan yang meminta latih tanding dengan Garan. Garan menolak dengan alasan dia kecapaian. Lalu Elan memulihkan tenaga dan menyembuhkan luka - luka Garan dengan skill nya.


" Sudah kuduga. hehe " Garan berbisik dengan dirinya sendiri


" Ada apa? " tanya Elan


" Ga papa, kau mau latih tanding kan? Kalau begitu ayo mulai.. siapkan daggermu. " kata Garan menjauh sedikit dari Elan


" Ok, kalau beg- " kata Elan terpotong


Belum selesai Elan berbicara, Garan sudah menyerang Elan dengan cepat. Michael berpikir Garan yang sekarang terlihat lebih kuat dari Garan yang ia lawan tadi. Saat sedang fokus Garan bisa menjadi sangat kuat, dan itu memengaruhi gaya bertarungnya. Dia akan maju dan terus menyerang tanpa peduli serangan yang mengarah padanya. Melihatnya yang sekarang, sebutan 'Gladiator' terlihat sangat cocok sekarang.


Garan berusaha melancarkan serangan bertubi tubi ke arah Elan, namun Elan bisa dengan mudah menghindarinya karena saat ini Elan adalah orang terkuat di Indonesia setelah ia menaklukan Gerbang Merah sebelumnya. Elan membuat lawannya seperti semut kecil yang berusaha menyerang manusia. Begitu juga dengan Garan sekarang, dia mengeluarkan keringat yang sangat banyak dan Elan adalah kebalikannya, ia sama sekali tidak berkeringat atau merasa lelah.


Pertarungan mereka berdua cukup sengit karena Elan yang menahan diri. Pot tanaman disekitar mereka terbelah, pohon hias yang sudah dipotong rapi oleh tukang kebun jadi rusak berantakan. Pertempuran mereka bahkan sempat menyebabkan benturan besar karena keduanya beradu kekuatan. Membuat seisi rumah terkejut dan keluar melihat apa yang sebenarnya sedang terjadi.


Betapa kagetnya orang - orang rumah melihat suasana disekitarnya sudah hancur berantakan. Yena yang berada disana juga terkejut dan berusaha mencari tau apa yang sedang terjadi. Ia mendapati kedua orang yang sedang gelud tadi di halaman belakang.


Yena tidak bisa melihat pertarungan itu karena gerakan mereka sangat cepat dan tidak bisa diikuti oleh matanya, dia ingin menghentikan pertarungan ini sebelum semuanya jadi tambah parah.


" Tolong berhen.... ti "


Pertarungan selesai saat Yena bicara. Keadaan akhir menunjukkan Elan yang sedang mengarahkan Daggernya ke Garan yang sedang terduduk tak berdaya.


" Haha.. baiklah aku kalah, aku menyerah.. " kata Garan sambil tertawa bahagia

__ADS_1


" Kakek! apa yang kau lakukan?! Kau seharusnya tidak melakukan hal ini dengan tubuhmu yang sekarang! " kata Yena memarahi Garan


* Apa maksudnya dengan tubuh yang sekarang? * tiba - tiba muncul pertanyaan dalam kepala Elan


" Hahaha.. aku minta maaf. Habisnya ini terlalu menyenangkan, sudah lama aku ga bergerak kaya tadi.. " kata Garan sambil menggerakkan bahunya


" Aku tau ini menyenangkan bagimu, tapi bisakah kau lihat sekitarmu? " tanya Yena mengeluh


" Ugh. Aku ga mengira bakal kaya gini.. Kakek minta maaf, nanti bakal kakek ganti. Jadi jangan khawatir. " kata Garan dengan senyum bangga


Tak lama setelah itu Michael meminta izin pulang duluan karena ditelpon mamanya. Dan setelah Michael pergi, Elan memberanikan diri bertanya...


" Boleh aku nanya? Apa maksudmu dengan bilang 'tubuh yang sekarang' tadi? " tanya Elan ke Yena


Semuanya diam. Elan berpikir kalau dia sudah mengatakan hal yang salah.


" Tidak.. tidak.. itu tidak mengganggu sama sekali. " Setelah itu Garan dan Yena saling pandang


" Begini Elan.. sebenarnya aku sedang sakit.. " tambah Garan


" Hah? dengan badan sehat nan kekar gitu? " tanya Elan


" Ini sakit dari dalam, tidak berpengaruh denga. tubuh luarku. Lebih tepatnya ini disebut kutukan daripada penyakit. Karena kutukan ini aku semakin lemah dari hari ke hari. Kalau saja aku dalam kondisi fitku, mungkin aku bisa mengimbangimu tadi. " jelas Garan agak kecewa.


Mendengar hal itu Elan jadi semangat membayangkan dia sedang bertarung melawan Garan(dengan kondisi terbaiknya).


" Apa iti tidak bisa disembuhkan? " tanya Elan lagi

__ADS_1


" Sudah kucoba berbagai metode, semua dokter berbakat sudah kupanggil. Bahkan Healer rank S dari Singapura pun sudah mencoba menyembuhkan ini, namun tidak berhasil dan dia bilang tidak ada yang bisa menyembuhkan penyakit ini. Pada akhirnya aku hanya bisa pasrah dan menunggu kematianku yang datang lebih cepat. " ucap Garan dengan terlihat sedih


" Bisa kau jelaskan padaku semuanya? " pinta Elan


Garan sebenarnya dikutuk oleh Mage rank A dari Guild dunia bawah. Garan tidak tahu kenaoa Guild dari dunia bawah menyerangnya. Ia tidak mengingat telah membuat kesalahan dimasa lalunya. Dan Elan meminta Garan untuk pergi ke kamarnya. Dia berpikir bisa menyembuhkan Garan dengan skill healingnya, karena itu dia cukuo yakin. Wajah putus asa tergantikan dengan wajah yang penuh harapan, itulah yang terjadi dengan seisi rumah.


Kemudian Elan menyuruh semuanya keluar. Muncul sebuah layar status di depan muka Elan. Ia kagum dengan angka - angka yang ada didepannya saat ini, tapi ia lebih terfokus pada salah satu statusnya..


'Kondisi : Terkena Kutukan'


Jadi benar dengan dugaan Elan. Setelah itu ia mencoba menggunakan kedua skill healingnya pada Garan, namun tidak berhasil. Statusnya masih sama. Lalu ia teringat dengan satu skill yang masih tidak diketahui fungsinya. Dengan memberanikan diri, Elan menggunakan skill yang masih misterius tadi. Ia sudah siap menanggung apapun kalau terjadi kecelakaan.


'Boon Of Remedy' (kata Elan dengan nada kecil )


Tiba - tiba disekeliling Garan bercahaya dan menimbulkan udara sejuk di sekitarnya. Setelah cahaya itu hilang, Elan segera melihat status Garan. Dan kutukan itu hilang sepenuhnya. Elan tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Ia tersenyum lebar.


Kemudian Garan bangun dan berterima kasih pada Elan. Ia bilang bahwa ia akan membantu Elan apapun kondisinya nanti.


" Kau yakin? " tanya Elan ragu


" Tentu saja aku sangat yakin " dengan semangat Garan menjawab


" Bagaimana kalau aku berurusan dengan Departemen Keamanan Hunter ? Apa kau masih membantuku ? " tanya Elan serius.


" Hah? apa maksudmu? Kenapa harus Departemen Keamanan? " tanya Garan bingung


" Lupakan saja, kalau begitu aku akan meminta bantuanmu lain kali. Aku pergi dulu.. " kata Elan sebelum akhirnya pergi...

__ADS_1



__ADS_2