
Keesokan Harinya di Istana Elf
Suasannya jadi canggung saat makan bersama. Melihat situasi ini, sang Ratu berusaha mencairkan suasana dengan beberapa candaan, tapi tidak berhasil.
"Ada apa dengan kalian? Sudah seperti anak kecil lagi kasmaran"
Kata Ratu dengan maksud bercanda
Wajah Elan dan Emy jadi memerah karena ucapan Ratu. Ratu yang sedang minum, sedikit tersedak karena terkejut.
"J-jadi benar?"
Tanya Ratu
Keduanya tidak menjawab..
Karena melihat keduanya bertingkah seperti ini, Sang Ratu jadi tertawa.. dengan sangat keras.
"Aduh, ibu jangan ketawa"
Kata Emy dengan nada kesal
Sedangkan Elan dari tadi diam menatap makanan di meja dengan wajah sok tenang. Tapi dilihat dari manapun dia sedang malu. Untungnya di ruangan ini hanya ada mereka bertiga.
Setelah acara makan bersama selesai, Emy mengajak Elan ke tempat yang sama seperti sebelumnya ( di taman ). Ratu hanya terseyum berusaha menahan tawa setelah melihat kelakuan putrinya.
"Semoga berhasil~"
__ADS_1
Itu kata yang di ucapkan Ratu saat keduanya meninggalkan ruangan.
Di perjalanan menuju taman, tidak ada yang bicara. Mereka diam seribu bahasa.
Saat ini mereka sampai di tengah taman, sama seperti sebelumnya. Emy masih menunduk malu di hadapan Elan. Sedangkan Elan, berdiri tegak berusaha menahan ekspresinya. Dia juga sedang menahan tawa saat melihat tingkah Emy dari tadi, mungkin dia mulai suka pada Emy..
Emy berusaha menatap wajah Elan yang lebih tinggi darinya. Dengan wajah memerah ia berusaha berbicara dengan lancar..
"T-tuan..!"
Kata Emy pada Elan
"Ya?"
Kata Elan dengan senyum kecil tergambar di wajahnya
"Ak- aku..."
Kata Elan membuat Emy terkejut
"Hehh? apa maksudnya?"
Emy terkejut
"Aku baru menyadarinya kemarin, tapi kupikir waktu yang ku lalui bersamamu sangat spesial.. Jadi, aku sedikit memiliki rasa suka padamu..."
Kata Elan sambil menahan malu
__ADS_1
Wajah Emy terlihat sangat imut sekarang.. Melihatnya malu dan tak sabar dengan apa yang akan di ucapkan Elan selanjutnya..
"Aku menyukaimu Emy, maukah kau menjadi Pacar- ku.."
Ucapan Elan terpotong di tengah tengah saat ia melihat sesuatu yang membuat hatinya tergoncang di depannya.
Tepat saat Elan menyatakan Cinta, kepala Emy terputus dari badannya. Dengan meninggalkan ekspresi bahagia, wajahnya terjatuh menghantam tanah meninggalkan tubuhnya yang terbaring di arah yang berbeda..
Elan terdiam, ia tidak bisa berkata apa-apa. Kenapa? Kenapa dia selalu tidak beruntung? Kebahagiaan selalu direnggut darinya. Apa benar dia tidak boleh bahagia di dunia ini?
Dengan ekspresi dingin dan mengeluarkan air mata, dia menatap jasad Emy dengan penuh kekosongan.
Sret..
Elan menghindari panah yang di arahkan padanya..
Saat ia sadar, disekelilingnya sudah banyak monster-monster yang memegang berbagai senjata. Dan mereka berhasil membunuh Emy.
Elan hanya memandang mereka (para monster), dan beberapa dari mereka tewas karena tak bisa bernafas (karena dia monster lemah). Menyisakan monster yang berukuran besar yang membawa palu, pedang, Dan tombak. Mereka ragu-ragu untuk menyerang setelah melihat tatapan mengerikan dari Elan.
Alhasil Elan membunuh semua yang ada di taman, tanpa ada perlawanan. Setelah selesai membasmi mereka, Elan bergegas pergi ke dalam Istana. Mereka semua tewas, darah berceceran di mana-mana, banyak anggota tubuh yang terpisah-pisah. Bahkan ada anak kecil ras Elf yang terbunuh dengan kondisi dada berlubang.
Singkat cerita Elan berhasil membasmi semuanya.
Dia ingin menangis, tapi ia tidak bisa. Air matanya tidak bisa keluar. Dia pun tak bisa berkata apa-apa. Suasana di lantai ini menjadi sangat hening, bahkan suara darah yang mengalir dapat terdengar oleh Elan.
"Kenapa aku tidak bisa bahagia..?"
__ADS_1
____________________________________