
"Kenapa? Apa kau takut?"
Ejek Deimos kepada Tez saat Rea sudah menjauh
"Hah?! Siapa yang takut, aku tidak..."
Jawab Tez dengan ragu
Dari ekspresi dan cara bicaranya saja sudah ketahuan bahwa dia sedang ketakutan.
"Ingatlah, meskipun kami yang berada disini lebih lemah darimu... masih ada orang lain lagi yang kekuatannya melebihi perkiraanmu. Karena itu perbaiki sikap mu.."
Kata Jeibi memberi nasehat ke Tez
Tez hanya terdiam dan mengangguk sedikit. Dia masih merasa ketakutan dengan yang tadi.
*Apa dia monster? Tapi dia kelihatan seperti manusia.. Dia sedang menyamar? Apa jangan-jangan dia adalah Sang Raja yang dibicarakan?!"
Pikir Tez
"Hei Paman Singa.."
Tanya Tez pada Deimos
"Siapa yang kamu bilang Paman Singa jingan...!"
Jawab Deimos sedikit kesal
"Apa kau kenal dengan Cewek yang tadi?"
Tanya Tez dengan tenang
"Hmm? Maksudmu Rea?"
"Ya, si Rea.. Bagaimana dia bisa sekuat itu?"
Tanya Tez penasaran
"Kau tanya aku mengapa dia jadi kuat? Aku juga ga tau bdoh.."
Jawab Deimos sedikit kesal
"Hmm begitu ya... Apa dia sedang punya masalah pribadi atau apa? Dari tadi dia kelihatan murung..
__ADS_1
Tanya Tez lagi
"Dari tadi kau nanya terus, sialan. Sebaiknya jangan bicara dulu padanya.. mungkin satu-satunya orang yang bisa membuatnya ceria lagi adalah Kakaknya.."
Jelas Deimos
"Kakak..?"
Tez kebingungan
______________________________________
Pertarungan yang sengit sedang berlangsung antara Raja dan Elan di Amerika. Elan masih menyerang bersamaan dengan kedua senjata yang ia kendalikan kesana kemari.
Tapi itu semua belum cukup untuk menghabisi Sang Raja. Sang Raja dengan ekspresi serius berusaha menangkis semua serangan dari Elan, dia kelihatan seperti sedang memikirkan sesuatu.
Setelah itu Raja balik menyerang dengan mengayunkan pedangnya, dan itu membuat Elan terpental kebelakang. Tapi Elan tidak kehilangan keseimbangan, dia mendarat dengan sempurna.
"Aku mencium bau 'Orang Itu' dari mu.. Siapa kau?"
Tanya Sang Raja dengan Serius
"Siapa 'Orang itu'? Aku cuma anak yang gila main game"
*Siapa yang dimaksud Si Raja ini?*
Pikir Elan
"Kemampuan ini (merujuk ke pengendalian Elan dengan 2 senjatanya) hanya dimiliki oleh Orang terpilih seperti kami... Kenapa orang seperti kau bisa memilikinya?"
Tanya Sang Raja lagi
Elan tidak menjawabnya,
*Apa skill ini hanya dimiliki oleh Raja? Lagipula ada berapa total Raja yang ada? Sejauh ini yang ku tahu hanya 2, apa mereka lebih banyak lagi?"
Pikir Elan
"Jawab sialan!"
Kemudian Sang Raja menghempaskan pedangnya ke tanah dan membuat tanah itu terbelah dan menuju ke arah Elan
Elan bisa menghindarinya dengan mudah.
__ADS_1
"Hey, kalian sebenarnya ada berapa? Apa alasan kalian datang kesini..."
Elan mencoba bertanya
"Kami ingin lebih kuat, hanya itu.."
Jawabnya singkat
Kemudian Elan mencoba menyerang Raja dengan menggunakan semua skill nya yang ada. Tapi Sang Raja bisa menangkis semuanya, walaupun ada beberapa anggota tubuhnya yang terkikis akibat serangan Elan tadi.
"Lumayan, sepertinya aku bisa serius melawanmu..."
Elan mulai bersiap menerima serangannya..
"Menghilang?!.."
Elan terkejut karena Sang Raja tiba-tiba menghilang dari hadapannya
Dan Sang Raja muncul dari belakang Elan. Tidak sempat menghindar ataupun menengok, tangan kanan Elan putus akibat tebasan pedang Sang Raja.
"Aghhhh! Sialan.."
Keluh Elan sembari menjauh sejenak
Elan sekarang sedang kebingungan, kenapa efek regenerasinya berjalan sangat lambat. Tangannya tak kunjung kembali seperti biasanya. Saat ia melihat ke arah Sang Raja dan memperhatikan pedangnya, ia melihat ada aura hitam kemerahan disekitar pedang yang dipegangnya.
*Jadi karena pedangnya ya.. ughh*
pikir Elan
Saat Elan berusaha berpikir untuk mencari jalan keluar, Sang Raja menghilang lagi.
"Sial! Seberapa cepat dia, dsr ajg"
Elan kemudian mengira Sang Raja akan berada di belakangnya lagi, karena itu dia buru-buru menghadap ke belakangnya. Tapi dia tidak ada..
srkk
"Aghhh!"
Kali ini giliran tangan kiri Elan yang terputus
Elan sudah tidak bisa berpikir lagi, menandinginya dengan kecepatan sekarang mustahil. Dia tidak memiliki kekuatan untuk menyerang karena kedua tangannya sudah tiada.
__ADS_1
"Sial, bagaimana ini..."