King Of Hunter

King Of Hunter
68. Bencana > Harapan?


__ADS_3

*Apa yang harus ku lakukan sekarang?!*


Elan panik se panik paniknya sekarang


"Menyerahlah sialan. Kau sudah tidak bisa bertarung dengan keadaan seperti itu, hahaha"


Kata si Tengkorak dengan wajah puas


"Masih... Belum...."


Ucap Elan dengan nada yang hampir tak terdengar sama sekali


Brukk


Si Tengkorak menendang Elan tepat di dadanya, yang membuat Elan terlempar kebelakang dan menghantam sebuah batu besar.


"Aghhh!"


Elan mulai terdiam, tak bergerak sama sekali. Apa dia mati?


"Tuan!"


Kata Harry dan Merlin hampir bersamaan


Kemudian mereka berdua membentuk formasi seolah olah sedang melindungi Elan. Mereka tau ini semua sia sia, tapi kalau Elan mati... Maka kita semua akan mati!!


Begitulah pikir Harry sekarang


Mereka berdua dengan sekuat tenaga dan kemampuan, berusaha menahan semua serangan Tengkorak yang mengarah pada Elan. Beberapa waktu kemudian mereka sudah mencapai batas dan tergeletak tepat di depan Elan.


*Apa yang terjadi pada sialan itu?! Kenapa dia diam saja dari tadi. Kehilangan tangan bukan berarti kehilangan nyawa bang*at!"


Dalam pikiran Harry yang sedari tadi memaki Elan yang sedang sekarat.


Sedangkan Elan sendiri, ia merasa bahwa ia sudah mati sekarang. Tidak ada harapan hidup, yang menunggunya di depan sana hanyalah kematian.


*Ahh, sudah berapa lama aku tidak bertemu Rea ya? Garan bilang Rea sudah cukup kuat untuk melindungi dirinya sendiri bukan? Jadi Rea... Bisakah suatu saat nanti kau mengalahkan monster yang sudah membunuh Kakak mu ini?*

__ADS_1


Kata Elan di dalam hatinya sudah pasrah dengan kematiannya


Tiba - tiba..


"Hei bocah sialan. Baru ditinggal sebentar kondisimu sudah begitu."


Kata Diablo yang tiba - tiba datang dari arah bukit


"Siapa lagi yang datang. Sungguh menyedihkan melihat salah satu Raja memerlukan 'teman' di medan perang"


Kata Si Tengkorak mengejek Elan


Namun Elan tetap tidak bergerak, dia seperti orang yang sudah tidak bernyawa.


*Apa yang terjadi padanya? Beberapa saat lalu dia masih sehat - sehat saja. Apa monster itu yang membuatnya begitu?*


Pikir Diablo


"Maaf terlambat, kali ini giliran Pak Tua ini yang bersinar. Hahaha"


"Sepertinya kita bisa selamat untuk 'sementara' berkat Pak Tua itu"


Kata Harry dengan menahan sakit ditubuhnya yang sedang sekarat juga


"Setidaknya ia bisa mengulur waktu agar kita bisa memulihkan diri, ughh. Kau bisa menggunakan sihirmu kan?"


Kata Merlin terbata bata


"Aku sudah menggunakan hampir semuanya. Kalau aku menggunakan sihir lagi, kemungkinan aku akan tak sadarkan diri karena kehabisan mana"


Kata Harry


"Sial..."


Gumam Merlin


"Disaat seperti ini, orang yang diperlukan malah bertingkah seperti orang mati. Bangun sialan, kau belum mati. Aku tau itu, jangan pura - pura mati!"

__ADS_1


Ucapan Harry tidak ditanggapi oleh Elan, seakan akan kata - katanya tadi tidak sampai ke telinga Elan, padahal jarak mereka cukup dekat.


"Pftt. Hahahah, dia sudah mati. Tidak ada gunanya kau teriak begitu. Aku akan mengurus Pak Tua itu setelah membereskan kalian bertiga, jadi... Tunggu sebentar ya.."


Kata Si Tengkorak mengarah ke Diablo di atas bukit.


"Sialan, aku belum mau mati! Bangun sialan, kami masih memerlukan mu!"


Kata Harry teriak dengan sekuat tenaga


"Lebih baik kau simpan suara mu untuk berdoa, ini akhirnya. Tidak ada lagi yang bisa kita lakukan."


Ucap Merlin pasrah


"Sial..."


Harry masih tidak terima, kematiannya akan se-menyedihkan ini


"Selamat tinggal, terima kasih sudah menjadi mainanku beberapa saat lalu. Hahahah"


Kata Si Tengkorak sambil berniat menebas ketiga orang di depannya sekaligus


Boommm


Sebuah ledakan besar mengenai Si Tengkorak tepat sebelum ia mengayunkan pedangnya.


"Jangan begitu lah... Aku baru bertemu anak itu, ga asik kalau dia mati sekarang"


Kata Diablo sambil memegang sebuah benda yang mirip basoka yang muncul entah dari mana


"Kau cukup menyebalkan untuk orang seusia mu"


Kata Si Tengkorak dengan nada agak marah


"Kuanggap itu sebagai pujian. Terima kasih, hahaha"


___________________________________

__ADS_1


__ADS_2