King Of Hunter

King Of Hunter
39. Tamat?


__ADS_3

Ya, Rea sekarang diakui oleh dunia karena kekuatannya yang setara dengan Hunter Rank Hero. Dia juga pernah bertemu dengan ketiga orang itu, dan ya. Mereka merasakan kekuatan yang seimbang dengan mereka dalam diri Rea, itu sudah membuktikan bahwa Rea adalah Hunter Rank Hero yang baru.


•••


Beberapa bulan berlalu setelah Elan kembali. Rea masih sibuk dengan urusannya dan dia belum menemui Elan.


Selagi Rea pergi, Elan membasmi Gerbang - Gerbang yang disarankan oleh sistem. Tapi semua itu hanya Gerbang Rank yang lebih rendah dari yang ia masuki dulu. Gerbang paling tinggi yang disarankan adalah Gerbang Rank A. Itu membuat Elan sangat bosan. Ia mengalahkan monster - monster yang ada seperti menepuk nyamuk ditangannya. Level Elan naik sedikit.


Karena Gerbang yang disarankan sudah habis, Elan pergi ke kantor Organisasi Hunter. Dia langsung mencari Garan di kantornya.


"Siapa? Ughh"


*Perasaan apa ini! Aku seperti sedang melihat Malaikat Kematian*


Entah kenapa setelah Elan memasuki ruangan, wajah Garan menjadi pucat dan berkeringat.


"Kau yang meminta Rea jadi Hunter kan?"


Tanya Elan dengan tatapan dingin


"Aku minta maaf soal itu, tapi itu harus dilakukan. Kalau tidak potensi dalam diri Rea akan terbuang sia - sia"


Balas Garan gugup


"Ck"


Elan mendecakkan lidahnya


"Aku tau aku salah karena tidak meminta izinmu, tapi Rea itu sangat kuat. Bahkan dia setara dengan Hunter Rank Hero. Kupikir tidak ada yang perlu dikhawatirkan"


Jelas Garan (masih gugup)


"Aku tidak peduli dia sekuat apa, dia tetap adikku. Kalau dia kenapa napa, kau harus menerima konsekuensinya. Paham?"


Kata Elan mengancam Garan dengan tatapan dingin


"Pa-paham"


Setelah percakapan itu, Elan mulai melangkah keluar ruangan..


"Tunggu.."

__ADS_1


Kata Garan menghentikan Elan


"Apa lagi?"


Kata Elan


"Bisakah kau mampir kerumahku nanti malam? Ada sesuatu yang harus kubicarakan padamu."


Pinta Garan


"Oke, aku akan datang"


Elan tau kenapa dia tidak ingin membicarakannya disini, itu adalah pembicaraan yang tidak boleh diketahui siapa pun


•••


Dikabarkan bahwa Julian mengincar saudara dari Hunter Rea. Julian menuduh jika saudara dari Hunter Rea yang menyebabkan kematian kelaurga serta salah satu karyawan pentingnya. Dan dia pernah bilang "DIA PASTI AKAN MENERIMA BALASANNYA, DALAM WAKTU DEKAT". Ucap Julian saat Konferensi Pers beberapa waktu lalu. Dia juga menjelaskan alasannya menuduh Saudara Hunter Rea sebagai pelaku. Hal ini menggiring opini publik bahwa pelakunya adalah saudara Hunter Rea. Apa yang akan dilakukan Hunter Rea setelah mendengar ini?


Berita itu meluas dengan cepat. Dan banyak orang yang mengejek dan membuli Elan setelah mendengar itu


'Benar kan? Dia itu sampah!'


'Aku tidak menyangka dia seperti itu. Dia tidak punya hati'


'Pembunuh!'


Semua itu diarahkan pada Elan. Namun dia tetap mengabaikan itu, entah kenapa dia bersikap biasa saja saat melihat itu semua. Dia seperti melihat Anjing yang menggonggong setelah tuannya bergerak.


Hari sudah malam, Elan siap - siap untuk pergi ke rumah Garan. Entah kenapa jalanan saat ini sepi. Padahal biasanya ramai oleh penduduk, dan tidak ada Gerbang juga didekat sini. Situasi semakin mencurigakan setelah beberapa orang tiba - tiba muncul dan berjalan dibelakang Elan.


[**Ting]


[Quest Perintah]


[Jangan pernah muncul di publik sebagai saudara Hunter Rea. Kau harus merubah dirimu hingga tak ada yang mengenalmu, termasuk adikmu sendiri. Lalu, jangan campuri kehidupan hunter untuk waktu yang tidak ditentukan**]


[Waktu : Tidak diketahui]


[Hadiah : Bertemu dengan Admin]


Mata Elan terbuka lebar saat melihat hadiah yang dijanjikan. Dia sangat penasaran dengan wajah yang membuatnya menderita selama ini. Tapi Quest ini agak sulit. Itu artinya Elan harus mengasingkan dirinya dari semua yang dikenalnya selama ini untuk waktu yang tidak ditentukan. Dan juga Elan tidak bisa menemui Rea selama itu.

__ADS_1


Namun pikirannya tentang Quest tiba - tiba buyar, setelah orang - orang dibelakangnya mulai menyerangnya. Mereka semua adalah Hunter.


*Karena mereka menyerangku duluan, artinya tidak papa kan kalau aku menyerang balik*


Elan sudah bersiap menyerang


[Ting]


[Tidak diperbolehkan untuk menyerang dalam 10 menit, jika dilanggar kau akan mati]


*Sialan, ini lagi!*


Setelah notifikasi muncul, Elan langsung berlari dengan cepat.


Namun tak peduli seberapa cepat Elan, mereka tetap bermunculan. Mereka ada dimana - mana. Mereka punya beberapa kesempatan untuk menyerang Elan, tapi entah kenapa hati mereka seolah berkata jangan. Mereka ketakutan.


Elan terus berlari dan orang - orang ini terus bermunculan. Mereka (kecuali yang jalan dibelakang Elan tadi) mengenakan jubah hitam dengan tanda tengkorak disisi jubah. Mereka dari Guild dunia Bawah. Itu artinya mereka dibayar untuk menyerang Elan. Tapi siapa?


Setelah 9 menit berlari tak tau arah, mereka semua sampai di tempat penyimpanan minyak. Dan disitu hanya ada 1 jalan keluar dan masuk, Elan melewatinya untuk masuk dan sekarang sudah dihalangi oleh orang - irang yang mengejarnya. Elan ingin menggunakan skillnya untuk kabur, tapi entah kenapa dia tidak bisa mengaktifkannya. Apa mereka memiliki alat yang membuat musuh tidak bisa mengaktifkan skillnya?


Dia sudah terpojok. Elan perlahan melangkah mundur ke arah tong yang berisi minyak didalamnya, dan jumlah tong itu sangat banyak. Elan sedikit paham kenapa tempat ini jauh dari pemukiman penduduk.


Melihat Elan yang melangkah mundur, orang - orang tadi maju perlahan dan berdebat. Mereka ragu - ragu untuk menyerang Elan karena rasa takut mereka yang sangat besar saat melihat Elan, tapi ini tugas. Salah satu dari sekian banyak orang mengeluarkan salah satu skillnya ke arah Elan. Itu adalah bola api yang kecil namun memiliki daya ledak yang cukup besar.


Tapi karena rasa takutnya, serangannya meleset jauh. Elan malah tambah panik karenanya. Ia tidak bisa menjangkau bola api itu dengan kecepatannya sekarang. Ia sekarang pasrah saat bola api mengarah ke kumpulan tong berisi minyak. Tidak ada tempat menghindar, dia adalah yang paling dekat dengan kumpulan tong ini.


Dan boom!


Suara ledakan yang besar terdengar ke pusat kota. Membuat orang - orang menghentikan aktivitasnya sementara karena mendengar ledakan yang cukup mengerikan..


"Uhuk uhuk... Apa kita berhasil?"


Kata salah satu dari mereka


"Sepertinya begitu.."


Jawab yang lain


Ledakan tadi menewaskan beberapa orang yang mengejar Elan, mereka yang selamat itu karena letak mereka yang cukup jauh dan berkat sihir perlindungan dari beberapa temannya. Bahkan yang melepas sihir bola api tadi juga ikut tewas.


Setelah itu mereka mendekat ke api yang masih berkobar sedikit. Mereka melihat potongan - potongan baju Elan dan tubuhnya yang audah menghitam. Mereka berasumsi bahwa misi sudah selesai karena mereka pikir Elan sudah mati. Lagi pula siapa yang bisa bertahan dari ledakan tadi dengan jarak yang dekat?

__ADS_1


Setelah itu mereka pergi dan membawa jasad rekan - rekan mereka. Meninggalkan Elan yang masih terkapar di tempat tadi.


Tamat?


__ADS_2