
Setelah kejadian itu, Yuna kelihatan gugup setiap bertemu Vin (dan ada sedikit rasa takut). Dengan begitu Vin menjalani kehidupannya seperti biasa.
Beberapa hari kemudian ada pengumuman yang diumumkan oleh guru kelas masing - masing. Turnamen Hunter Jr, turnamen yang mengumpulkan Hunter - Hunter dengan usia muda untuk bertarung satu sama lain. Baru kali ini turnamen ini diadakan. Ini karena para pemimpin negara di dunia ingin melihat sejauh mana Hunter yang mereka percayakan berkembang. Sebenarnya turnamen ini tidak terlalu penting, hanya saja kepala sekolah yang keras kepala setelah turnamen ini disetujui beberapa Presiden di dunia.
1 informasi, Kepala sekolah ini bernama Jerome. Dia salah satu sahabat Vin di masa lalu. Saat ini mereka belum terlalu kenal dan Vin tidak ingin terlalu dekat dengan Jerome 'sekarang'. Sekarang bukan waktu yang tepat.
Turnamen ini diadakan dalam bentuk Grup dan Perorangan. Dibagi menjadi 8 babak, 4 dalam bentuk Grup dan 4 lagi dalam bentuk Perorangan atau solo. Tapi sebelum itu, untuk mengurangi jumlah kontestan, akan di adakan ujian masuk turnamen. Turnamen ini akan di adakan 2 minggu dari sekarang.
Seminggu kemudian...
"Ahhhhh, aku bosan banget.."
Kata Vin dengan nada penuh kebosanan
Suasana kantin agak ramai dari 1 minggu yang lalu. Mungkin itu karena banyak yang mencari anggota untuk turnamen. Tapi Vin disini masih malas - malasan dan makan. Dia tidak terlalu peduli dengan turnamen ini, ga ada niatan untuk menang sama sekali.
"Hey Vin, sudah punya anggota party belum?"
Tanya Moris
"Belumm, aku ga ada niatan buat menang. Kalah di awal lalu istirahat dan nonton sisa turnamen dengan tenang, itu rencana ku dari awal."
Kata Vin sambil makan
"Somplak, yang lain pengen menang dia malah ga mau. Hadiahnya lumayan loh, RuneStone Monster kelas S dan Roh kelas S juga, ditambah uang sebesar 500 juta, siapa coba yang ga tertarik."
Kata Dianna, teman Vin yang lain
Perkataan Dianna ditanggapi dengan semangat teman Vin yang lain. Mereka sangat menginginkan hadiah itu.
Bel masuk kelas berbunyi, kantin yang tadinya ramain menjadi sepi. Vin yang baru keluar dari toilet di kagetkan dengan suara seseorang dari Mic, itu suara Jerome.
"Siswa Vindell Melova, tolong datang ke kantor kepala sekolah sekarang"
Teman - teman Vin merasa senang, Vin yang mereka kenal tenang dan kalem akhirnya membuat masalah.
*Kenapa dia memanggil ya?*
***
"Healer tolong sembuhkan Tank, Para Mage terus menyerang dan jangan berhenti, dan yang lainnya ikuti aku. Kita serang bersamaan"
__ADS_1
Kata Rea dengan penuh semangat
5 menit kemudian..
"Wahh, terima kasih Hunter Rea telah membantu Raid kami. Komando mu tadi sangat menolong kami, terima kasih.."
Kata salah satu Hunter dan dijawab dengan persetujuan oleh Hunter yang lain
Rea hanya bisa tersenyum malu, ini hanya Gerbang Rank A. Rea sendirian pun bisa menyelesaikannya, tapi tugasnya adalah memberi pengalaman pada Hunter baru. Rata - rata dari mereka yang ikut Raid tadi memiliki Rank B.
Setelah selesai dengan urusannya di situ, Rea langsung pulang. Sudah setahun berlalu tapi, entah kenapa dia masih belum terbiasa dengan suasananya sekarang. Di hari Elan diserang, di hari itu juga sebenarnya Rea pulang. Setelah lama tidak bertemu, mereka malah di pisahkan lagi oleh masalah ini(penyerangan Elan). Sampai saat ini mereka mencoba mencari pelakunya, tapi tidak berhasil. Guild Dunia Bawah umumnya tidak memiliki markas khusus seperti Guild pada umumnya. Karena itu, mereka sulit ditemukan, meskipun dengan bantuan Departemen Keamanan.
Rea mendapat telepon dari Garan, dan dia di suruh untuk datang ke ruang rapat sekarang. Garan mengatakan kalau ini penting.
~
Setelah setengah jam akhirnya rapat selesai. Mereka masih belum mendapat petunjuk, ada yang berpendapat kalau Elan terjebak di dalam Gerbang, pendalat itu di ajukan oleh Michael. Sebab dia tahu kalau Elan suka bertarung, jadi dia menebak kalau Elan terlalu asik bertarung sampai tidak sadar kalau Gerbang tertutup. Tidak pernah ada kasus dimana Hunter terjebak dalam Gerbang, jadi pendapat Michael tidak di setujui oleh yang lain.
Selagi mereka duduk santai setelah rapat selesai, Rea dapat panggilan yang membuat semua yang berada di ruangan kaget(Zen, Deimos dan yang lain). Sebab setelah Rea menerima panggilan, orang yang menelpon tadi bilang kalau dia adalah Presiden Amerika. Beliau mengundang Hunter Rea untuk datang ke Turnamen untuk Hunter muda yang di adakan untuk pertama kalinya di dunia.
Karena itu adalah permintaan Presiden, jadi Rea setuju - setuju saja. Rea juga meminta izin untuk membawa beberapa temannya untuk menonton, dan Presiden menyetujuinya. Rea merasa agak kesal sekaligus senang, di situasi seperti ini dia harus menghadiri acara membosankan.
6 hari kemudian...
Vin dengan santainya makan di kantin sendirian karena kondisi kantin sekarang jadi sepi. Para siswa mulai merancang strategi yang di gunakan untuk Turnamen nanti. Vin berpikir kalau itu semua tidak ada gunanya, lagipula di Turnamen ini kelas Atas lah yang diuntungkan. Mereka kuat dan memiliki beberapa ahli strategi. Tapi kelompok yang paling sempurna adalah kelompok kelas Atas1. Sebab di kelas itu hanya menyisakan 5 orang. Yang lainnya sudah meluluskan diri dan bekerja di negaranya masing - masing.
Mereka terdiri dari 2 Tank, 1 Healer, 1 Swordman, dan 1 Mage. Susunan paling sempurna. Walaupun ada beberapa kelompok yang menggunakan role yang sama, tapi perbedaan mereka dengan kelas Atas1 sangatlah besar. Mereka Rank S!
Disaat Vin lagi makan dengan tenang..
"Hey, apa kau punya kelompok?"
Kata Yuna setengah malu
"Ga"
Jawab Vin datar
"Apa kau berniat solo di ujian masuk Turnamen? Lagipula babak pertama turnamen itu adalah pertandingan antar Grup. Jadi setidaknya kau harus menemukan rekan untuk bisa bertanding."
"Sayangnya aku ga tertarik"
__ADS_1
"Bagaimana kalau satu tim dengan ku, kebetulan aku juga ga ada rekan"
Kata Yuna dengan wajah memerah
Hal yang sebenarnya adalah Yuna di tawari oleh beberapa kelompok dari kelas Atas 2 dan 3. Tapi dia menolaknya.
"Hmm, karena kau tau aku itu kuat.. makanya kau ingin jadi rekanku dan nantinya kau bisa memenangkan Turnamen dengan mudah? Sayangnya aku ga mau"
Kata Vin sambil melanjutkan makan
"Bu-bukan begitu, tapi.. tapi....."
Yuna kehabisan kata - kata, walaupun dia sebenarnya tidak memiliki niat seperti itu. Dia hanya ingin dekat dengan Vin
"Baiklahh, kita bakal jadi Rekan untuk Turnamen. Tapi jangan membawa yang lain, maksudku... hanya kita berdua, tidak ada yang lain"
Kata Vin
*Akan lebih merepotkan kalau membawa lebih banyak orang, lagipula apa yang dibilang Yuna benar. Aku ga bisa ikut turnamen kalau sendirian*
Pikir Elan
"Ba- baik"
Jawab Yuna dengan wajahnya yang semakin memerah
Dan akhirnya mereka berjalan bersama untuk ke kelas masing - masing..
"Ngomong - ngomong, apa yang Kepala Sekolah katakan waktu kau dipanggil? Apa kau dihukum? Masalah apa yang kau buat?"
Tanya Yuna bertubi - tubi
"Yahh, ga ada. Ga ada yang penting tentang obrolan itu..."
____________________________
Yuna :
[RATE NYA TOLONG DIKONDISIKANš]
__ADS_1