
" Apa yang terjadi dsini dimana anakku?! " Jo panik
" Tenanglah tuan, dia masuk ke gerbang merah tadi " Zen coba menenangkan
" Mana bisa tenang ajg! Anakku masuk gerbang merah malah disuruh tenang! " Emosi Jo sudah meluap luap
" Dia tadi masuk bersama Elan.. " tambah Zen
" Owh, kalau begitu aku bisa sedikit tenang. " kata Jo sambil merapikan dasinya
" Kita tunggu sampai 1 jam kedepan, kalau mereka masih tidak bisa keluar itu artinya sudah tidak ada harapan. " jelas Deimos sambil menutup mata
Mata Jo mulai berkaca kaca.
Meskipun Elan itu kuat tidak mungkin dia berhasil menyelesaikan Gerbamg rank SS sendirian.
Hal seperti ini jarang terjadi. Biasanya Gerbang Merah hanya muncul pada Gerbang rank D atau E. Waktu di dalam Gerbang berbeda dengan dunia nyata. 5 hari dalam Gerbang Merah sama dengan 1 jam di dunia nyata. Cukup masuk akal bila menganggap orang yang memasuki gerbang ini akan mati bila tidak keluar dalam 1 jam.
Di sisi lain para Hunter sisanya, bersyukur karena mereka bisa selamat.
~~
Sudah 2 hari mereka di dalam Gerbang. Karena Elan tidak menggunakan armor bajunya sempat robek - robek saat melawan Golem pasir. Dia tidak terluka karena skill penyembuhannya, tapi bajunya tidak bisa dipulihkan. Untungnya setelah mengalahian Golem Pasir ia mendapat Blind Equipment drngan tipe Armor Badan. Tidak terlihat namun bisa melindungi badannya.
Elan dan Michael mengalahkan banyak monster selama 2 hari itu, walaupun sebenarnya hanya Elan yang bertarung. Nerkat monster yang ia kalahkan, Elan mendapat beberapa skill baru.
'Element Control'
>Mengontrol kelima elemen : Api, tanah, udara, air, petir. Kuatnya serangan tergantung jumlah mna yang dipakai<
'Osynlig Hand'
__ADS_1
>dapat mengontrol benda benda di sekitarmu dengan jarak tertentu. Jarak ditentukan dengan banyaknya mana yang dikonsumsi.<
'Blink'
>Dapat berpindah tempat ke tempat yang bisa di jangkau oleh mata pengguna.
Mana yang diperlukan 200 <
Skill terakhir lah yang membuat Elan bahagia. Karena untuk mendapatkannya ia harus kehilangan lengan kirinya. Untungnya dia bisa menyembuhkannya karena skill dari roh yang ia dapat. Tapi ia tetap merasakan sakitnya.
~
Malam tiba ditengah padang pasir yang tandus mereka berkemah. Mengambil daging monster yang bisa dimakan untuk dipanggang. Walaupun rasanya tidak enak karena tidak menggunakan bumbu apapun, mereka harus memakannya untuk bertahan hidup. Mereka bisa bertahan hidup berkat skill yang Elan dapat.
Beberapa hari kemudian level mereka sudah meningkat pesat. Elan membubarkan partynya dengan Michael saat Michael ber level 75. Itu sudah setara dengan rank S menengah. Dia tidak bisa lebih kuat dari ini.
Beberapa kali Elan menyuruh Michael membunuh beberapa monster yang agak lemah. Itu untuk memberinya pengalaman dan agar tubuhnya terbiasa dengan darah. Mereka juga mempelajari ulang apa yang telah mereka dapat dari Garan. Sempat melakukan latih tanding, udh tau lah siapa yang menang.
Semakin hari Michael terlihat percaya diri dengan kemampuannya sekarang. Dia sendiri tidak menyangka kenapa ia bisa bertambah kuat dengan cepat. Michael pikir itu karena ia meminum potion yang diberikan Elan waktu itu.
" Apa yang kau bicarakan? Nikmati pestanya selagi bisa " kata Elan tersenyum ke arah Michael
Itu artinya cari pengalaman sebanyak yang kau bisa. Ini mungkin satu - satunya kesempatan untuk bertambah kuat dan terbiasa dengan pertarungan.
Dengan begitu mereka berdua mengalahkan sisa monster yang ada di gerbang itu, sebagian besar di kalahkan Elan.
~~
12 jam kemudian
Mereka yang menunggu di depan Gerbang sudah pasrah, berpikir kalau kedua orang itu sudah mati di dalam Gerbang. Hanya Deimos dan Zen yang masih menunggu, bahkan Jo sudah menyiapkan acara untuk mengenang Michael.
__ADS_1
" Kenapa kau masih disini? " Zen bertanya
" Kau sendiri? " Deimos bertanya balik
" Alasanku sama denganmu sekarang " jawab Zen sambil tersenyum
" Hmphh " Deimos tersenyum
Tak lama setelah itu Gerbang mulai berubah warna menjadi normal. Dan kedua orang itu berhasil keluar dengan selamat tanpa luka sedikitpun. Deimos dan Zen jadi senang karenanya. Michael menangis saat keluar Gerbang, akhirnya dia melihat benda selain pasir di matanya.
" Aoa yang terjadi disana? Kalian tidak apa apa kan? " Deimos sedikit panik
" Sans Paman Deimos, kami keluar dengan sangat sehat sekarang " kata Michael sambil mengangkat jempolnya.
Mendengar kata 'Paman' Zen sedikit tertawa.
Berbeda dengan Zen yang kembali dengan Normal, Elan kembali dengan kondisi baju rusak dan kantung mata yang menghitam. Itu karena dia yang berjaga saat malam hari.
Elan meminta Izin pulang duluan karena mengantuk, dan Deimos mengizinkannya. Dengan sekejap Elan langsung menghilang. Deimos terkejut ia tidak bisa mengikuti pergerakan Elan dengan matanya.
" Kalau dilihat lihat kau sedikit berubah " kata Zen pada Michael
" Ahh masa, aku orang yang sama seperti 2 bulan lalu kok "
Deimos dan Zen baru ingat tentang waktu dalam Gerbang Merah. Dan mereka sedikit terkejut setelah mengingatnya.
" Bagaimana kalian bisa bertahan dari Gerbang dengan kesulitan SS? " tanya Deimos penasaran
Dia yakin bahwa di dalam Gerbang terdapat monster - monster yang tidak bisa dibayangkan kekutannya.
" Kalau itu tanyakan pada tuan Elan. Hehe " jawab Michael tersenyum
__ADS_1
ramein komen dong :'v