KIRANA (PERJALANAN SUPERNATURAL)

KIRANA (PERJALANAN SUPERNATURAL)
PERJALANAN PULANG


__ADS_3

Hujan lebat mengguyur sepanjang perjalanan pulang. Kilat yang di sertai guntur berdentum menggetarkan permukaan bumi.


Mobil yang mereka tumpangi menembus melewati hutan di samping kiri dan kanannya. Pohon-pohon yang tinggi dan besar serta semak-semak yang menambah angker jalanan itu saat di lewati.


Hanya satu atau dua mobil saja yang melintas kesana. Pak Bahari agak memelankan laju kendaraannya karena jalanan yang licin.


Fathir yang berada di samping Pak Bahari sesekali melirik ke kaca spion untuk melihat Kirana. Rupanya Kirana tertidur pulas di mobil.


Lalu Fathir pun melihat ke arah Novi yang berada di sebelah Kirana. Novi terlihat seperti sedang kalut.


Novi memang sedang melawan energi yang terus menyerangnya sepanjang perjalanan. Apalagi saat melintasi hutan ini, di pinggiran jalan mata batinnya melihat makhluk astral dengan berbagai jenis.


Mereka seperti mencium keberadaan Kirana dan dirinya. Orang yang sedang berada dalam gangguan makhluk gaib biasanya akan menjadi pusat perhatian bagi mereka untuk ikut mengganggu nya.

__ADS_1


Walaupun tak ada maksud tertentu, mereka hanya ingin menunjukan eksistensi nya. Sedang pada Novi mereka tau kalau Novi mampu melihat mereka. Novi memang tidak takut pada wajah mereka yang menyeramkan tapi dia takut kerasukan.


Tubuh nya semakin berat seakan tertindih oleh makhluk itu. Dia terus berusaha memfokuskan fikiran agar tidak ada makhluk yang berani masuk ke dalam raga nya. Kepala pun sudah makin pusing, perutnya mual ,mulut pun seakan mulai ingin berteriak tanpa komando dari jiwa nya.


" Fa-fathir..tolong aakuuuuu..Aaaaakkkk" dan makhluk itu pun berhasil masuk ke dalam raga Novi.


Bagaimanapun dia melawan, tetap saja kalah karena begitu banyak nya makhluk yang ingin masuk ke raga nya.


" Novi. " Ucap Fathir.


Pak Bahari pun mengerem secara mendadak saat mendengar jeritan Novi. Sontak tubuh Kirana, Fathir dan Bu Ratna condong ke depan sesaat rem di injak oleh Pak Bahari.


Namun gaya gravitasi sama sekali tak berpengaruh pada Novi. Kirana ketakutan saat tangan Novi akan menyentuhnya. Jari-jari Novi seperti di tekuk kaku, belum lagi badan Novi yang juga tampak kaku dan kepala Novi sedikit miring.

__ADS_1


" Hey..hentikan. Novi, sadar..." Ucap Fathir yang segera turun dari mobil dan membuka pintu belakang.


Novi memutarkan kepalanya menoleh ke arah Fathir dengan wajah penuh amarah. Mulutnya terbuka dan gigi nya nampak di rekatkan kuat.


Fathir segera membaca surat-surat pendek untuk melawan makhluk itu. Tak lama kemudian makhluk itu menjerit seperti kesakitan. Suara nya melengking seakan mengalahkan suara petir, menimbulkan gaung di area hutan tersebut.


Novi langsung tak sadarkan diri, sementara Kirana yang sangat ketakutan masih memeluk Bu Ratna. Pak Bahari dan Bu Ratna saling beradu pandang melihat kejadian itu.


" Sebaiknya Fathir duduk di sini biar Kirana pindah ke depan. " Saran Bu Ratna yang masih shock melihat Novi.


" Jangan Tante, biar saya duduk di belakang bersama Kirana dan Novi. Saya akan menjaga mereka. Kalau Kirana ke depan takutnya ada yang mengganggu nya. Om Bahari sedang menyetir, saya khawatir nanti akan terganggu konsentrasinya." Jelas Fathir.


" Baiklah." Lalu Bu Ratna pun pindah ke depan.

__ADS_1


Sementara Fathir duduk di tengah antara Kirana dan Novi. Fathir sengaja duduk di antara mereka berdua agar tidak terjadi hal seperti tadi. Lalu Pak Bahari pun kembali melaju kan kendaraannya.


Fathir menjaga mereka berdua. Sepanjang perjalanan pulang ,mulut dan hati nya tak henti berdzikir.


__ADS_2