KIRANA (PERJALANAN SUPERNATURAL)

KIRANA (PERJALANAN SUPERNATURAL)
PERCAYA DAN TAK PERCAYA


__ADS_3

Mang Nur tergopoh-gopoh berlari membuka pintu gerbang saat Pak Bahari membunyikan klakson.


Novi sudah di antar ke rumahnya terlebih dahulu, sebelum akhirnya mereka pulang. Sementara Fathir masih bersama Pak Bahari,Bu Ratna dan Kirana.


Motor Fathir masih berada di rumah mereka. Hujan sedikit reda saat mereka sampai.


Mang Nur menyodorkan beberapa payung saat mereka turun dari mobil.


" Om, Tante , saya langsung pulang. " Ucap Fathir.


" Masih hujan, gak masuk dulu? Nanti sakit lho. " Kata Bu Ratna saat mereka sampai di teras.


" Nggak apa-apa tante, hujan nya juga sudah agak reda. Kasihan Ibu saya pasti menunggu di rumah. " Ucap Fathir.


" Ya udah kalau gitu, maaf ya bikin kamu repot. " Kata Bu Ratna.


" Makasih juga udah nganterin Kirana. " lanjut nya.


" Iya sama-sama Tante, gak ngerepotin kok. Kirana kan teman saya Tante. " Tutur Fathir.


" Kalau begitu saya permisi.. "


Fathir pun segera menaiki motor dan melajukan kendaaraanya menembus kegelapan malam yang di sertai hujan.


Pak Bahari, Bu Ratna , Kirana dan Mang Nur pun masuk ke dalam.

__ADS_1


Bi Sari segera membawakan teh manis hangat dan pisang goreng ke ruang tengah, dimana mereka beristirahat sejenak setelah menempuh perjalanan yang sangat melelahkan.


****


Bu Ratna masih kepikiran dengan kejadian yang ia lihat malam tadi. Saat Novi kesurupan di mobil. Hal yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya bahkan baru kali ini dia menyaksikan orang kesurupan secara langsung.


Biasanya hanya melihat di reality show,film horor atau acara lain di televisi. Tapi kali ini dia masih tidak percaya akan apa yang sudah ia lihat.


Mata nya lurus ke depan melihat pekarangan rumah yang luas, namun lamunan nya terus mengingat kejadian itu.


" Bu..kok ngelamun ? " Tiba-tiba Pak Bahari membuyarkan lamunan.


" Aduh..bikin kaget. " Bu Ratna mengelus-elus dada nya karena terkejut.


" Tuh bener kan Ibu ngelamun. Mikirin apa ? " Tanya Pak Bahari pada isteri nya.


Pak Bahari segera duduk di kursi rotan yang berada di teras rumah. Pagi itu terasa sejuk setelah semalaman di guyur hujan.


" Seumur-umur Ibu baru lihat secara langsung, orang yang kesurupan. " Lanjut Bu Ratna serius.


" Ya sama. Ayah juga baru kali ini lihat kejadian begitu. " Kata Pak Bahari.


" Pantas saja Kirana ketakutan seperti itu. Ibu saja takut melihat Novi, apalagi anak kita melihat makhluk itu...." Bu Ratna tak melanjutkan kalimat nya.


Bu Ratna malah bergidik tak bisa membayangkan seseram apa makhluk astral itu. Hantu di film horor saja sudah terlihat seram apalagi yang asli. Begitulah yang ada dalam fikiran Bu Ratna.

__ADS_1


" Kamu yakin Kirana benar-benar melihat makhluk halus ? " Tanya Pak Bahari.


" Aku fikir itu bisa saja terjadi, bukan halusinasi yang seperti kita kira. Buktinya Novi saja bisa kerasukan. " Jawab Bu Ratna.


Bu Ratna menceritakan apa yang Kirana katakan saat ditangani oleh Dokter Firlly kemarin. Kejadian demi kejadian yang tak pernah ia percayai sebelumnya, kini membuat Bu Ratna bimbang. Antara percaya dan tidak percaya.


Mang Nur yang sedang merapikan bunga di pekarangan tak sengaja mendengarkan pembicaraan suami istri tersebut.


Mang Nur menghampiri mereka berdua.


" Maaf Den, bagaimana sekarang keadaan Non Kirana ? " Tanya Mang Nur.


" Dia baru minum obat yang di berikan dokter Firlly. Sepertinya itu obat penenang, makanya Kirana tertidur pulas setelah sarapan tadi. " Kata Pak Bahari.


" Apa tidak coba minta tolong pada Ki Jaka ? Itu loh..orang pinter yang pernah saya ceritakan. " Kata Mang Nur.


Pak Bahari dan Bu Ratna saling melirik satu sama lain. Mang Nur merasa tidak enak dengan ucapan nya barusan.


" Maaf kalau saya lancang. Ini hanya saran saja, Den. " Kata Mang Nur sedikit membungkukan badan.


" Nanti kami fikir-fikir. Kita lihat kondisi Kirana dulu dalam beberapa hari. " Ucap Pak Bahari.


Lalu Mang Nur kembali dengan pekerjaan nya. Sementara Bu Ratna dan Pak Bahari dengan fikirannya masing-masing.


Pak Bahari mempertimbangkan dua usulan yang beliau dapat dari dua orang yang berbeda. Dari dokter Firlly dan Mang Nur.

__ADS_1


Sementara Bu Ratna masih dihantui rasa takut karena kejadian semalam. Dan juga sangat berharap Kirana segera sembuh ,agar tidak berfikir hal aneh-aneh lagi seperti saat ini.


__ADS_2