KIRANA (PERJALANAN SUPERNATURAL)

KIRANA (PERJALANAN SUPERNATURAL)
TITIK TERANG


__ADS_3

Bagas menghela nafas panjang, perasaannya di liputi rasa taku serta khawatir setelah mendengar cerita Ibu nya barusan di telepon.


Aryo dan Yanuar saling menatap satu sama lain, keheranan dengan sikap Bagas yang tiba-tiba murung.


" Ada yang terjadi pada keluarga mu lagi ? " tanya Yanuar.


" Keadaan semakin memburuk, lebih buruk dari sebelum nya. " Jawab Bagas dengan tatapan kosong.


" Bagaimana jika kita minta bantuan Arumi. Dia kenal dengan seseorang yang mungkin bisa menolong keluarga mu. " yakin Aryo.


" Benarkah? " Bagas seolah mendapatkan titik cerah.


Aryo menganggukan kepalanya.


" Baiklah, kalau begitu sekarang juga kita harus bertemu dengan Arumi. Kita ke rumah nya sekarang.." Bagas segera beranjak .


" Oke, gue chat dia dulu. Semoga dia ada di rumah. " Aryo segera menghubungi Arumi.


Setelah mendapat balasan dari Arumi, mereka pun segera berangkat malam itu juga.


Rumah Arumi tak begitu jauh dari kostan mereka, hanya memakan waktu sekitar lima belas menit saja mereka sampai di kediaman Arumi.


Setiba di sana mereka segera memarkirkan motor di pekarangan. Nampak rumah bernuansa minimalis modern, dengan lampu taman temaram di depan rumah tersebut.


Setelah beberapa kali memijit bel, akhirnya Arumi pun muncul dari dalam membuka kan pintu untuk mereka dan mempersilahkan masuk.


" Maksud kedatangan kami ke sini.."


" Ya gue tau kok. " sela Arumi memotong ucapan Bagas.

__ADS_1


Aryo hanya tersenyum kagum melihat sosok Arumi si indigo handal.


" Gue udah nemuin orang yang tepat untuk membantu keluarga lo. Ini kontak nya..maaf gue belum bisa ngantar lo ke tempat nya. Rumah nya lumayan jauh, gue udah sempat menjelaskan perihal apa yang menimpa keluarga lo pada nya." Arumi menyodorkan handphone nya.


Tertera satu kontak bertuliskan nama Usatdz Sahir. Arumi segera mengirim kontak tersebut pada ponsel Bagas.


" Makasih banyak Arumi. " Bagas mulai menyadari kecantikan yang terpancar dari diri Arumi.


" Sama-sama. Semoga semua nya cepat tuntas. " Arumi tersenyum.


Kecantikan hati yang membuat nya terlihat istimewa. Bagas menatap gadis itu tak berkedip.


Aryo sedikit risih melihat sahabat nya menatap Arumi.


Arumi menceritakan semua hal tentang Ustadz Sahir. Bahkan Arumi sendiri pun baru tau jika Ustadz tersebut pernah tinggal di desa Jatiasih, Arumi mangatakan itu pada Bagas dan kedua teman nya yang lain. Arumi mengetahui nya setelah menemukan kontak tersebut dari sanak saudara nya dan mulai menghubungi Ustadz hebat itu. Saat Arumi menceritakan perihal Kirana yang berasal dari desa Jatiasih kepada beliau, beliau mengatakan jika diri nya juga pernah tinggal di desa itu.


Setelah mendapatkan informasi, Bagas dan kedua sahabat nya pun segera pamit. Mereka kembali ke kostan.


Di kediaman Pak Bahari. Nampak wajah Bu Ratna mulai tenang setelah mendapat informasi dari Bagas.


Menurut chat yang Bagas kirim, alamat Ustadz tersebut berada di suatu kota yang sering di juluki kota santri. Jarak nya cukup jauh dari Desa Jatiasih.


Tak perlu menunggu lama Bu Ratna segera menghubungi kontak sang Ustadz.


" Assalamualaikum.." salam seseorang di sebrang telepon.


" Wa'alaikum salam. " Bu Ratna menjawab salam.


" Maaf apa benar ini Ustadz Sahir ?" lanjut Bu Ratna.

__ADS_1


" Iya..saya sendiri..maaf dengan siapa saya bicara ? " tanya Ustadz Sahir.


" Saya Bu Ratna, saya dapat kontak ini dari nak Arumi. " jawab Bu Ratna.


" Bu Ratna yang tinggal di desa Jatiasih? Orang tua dari Kirana ? " tanya Ustadz Sahir kembali setelah sebelum nya beliau di beri tau oleh Arumi telah memberikan kontak nya pada keluarga Kirana. Orang yang pernah ia ceritakan beberapa waktu lalu.


" Benar sekali. Arumi sudah menceritakan masalah kami pada Ustadz? " kata Bu Ratna.


" Ya..Arumi sudah banyak bercerita tentang anak Ibu. Bagaimana sekarang kondisi nya ? " Ujar Ustadz Sahir.


Lalu Bu Ratna pun menceritakan semua yang di alami oleh keluarga nya terutama oleh Kirana. Bu Ratna pun menceritakan perihal Nyi Laksmi dan ilmu turun temurun keluarga suami nya.


Pak Bahari sudah memberi izin pada isteri nya untuk menceritakan rahasia keluarga nya kepada Ustadz Sahir demi kesembuhan Kirana dan mereka bisa terlepas dari jeratan arwah-arwah itu.


Setelah itu Ustadz Sahir mengatakan bahwa diri nya bersedia datang ke rumah Pak Bahari. Biasanya orang-orang yang membutuhkan pertolongan langsunh datang ke pesantren miliknya, tapi kali ini Ustadz Sahir harus turun langsung ke lokasi. Sekalian beliau juga ingin berkunjung ke Desa Jatiasih, dimana dulu ia pernah tinggal di sana.


Waktu itu beberapa pasien nya menginginkan beliau tinggal di desa Jatiasih, untuk memberi ajaran ilmu agama bagi penduduk Desa tersebut. Yang memang saat itu mayoritas penduduk di sana sangat minim ilmu agama dan lebih banyak percaya pada paranormal.


" Insya Allah dua hari ke depan saya akan datang ke sana. Mudah-mudahan tak ada halangan apapun. " Ujar Ustadz Sahir.


" Aamiin. Terimakasih banyak Ustadz. " Bu Ratna sangat senang , Ustadz Sahir sangat cepat tanggap terhadap masalah nya.


Mereka pun akhirnya menutup sambungan telepon setelah mengucapkan salam.


Pak Bahari lega melihat raut wajah istri nya yang kembali memancarkan kegembiraan. Sebelumnya Bu Ratna sangat murung dan bersikap dingin pada nya.


Sementara kondisi Kirana saat ini sangat lemah, setelah kejadian malam itu Kirana jatuh sakit. Tubuh nya tak bisa menerima energi negatif yang begitu kuat. Bu Ratna dengan telaten mengurus putri nya. Setiap malam Bu Ratna menemani Kirana tidur agar tak terjadi sesuatu yang buruk lagi pada nya.


Keluarga Pak Bahari akhirnya menemukan titik terang dari permasalahan mereka. Kabar tentang Ustadz Sahir yang akan datang ke rumah Pak Bahari sampai ke telingan Bu Nuri juga Fathir. Mang Nur yang menyampaikan pada mereka.

__ADS_1


Semua nampak lega mendengar kabar tersebut. Mereka berdo'a agar semua nya di mudahkan dan masalah keluarga Pak Bahari bisa terselesaikan.


__ADS_2