KIRANA (PERJALANAN SUPERNATURAL)

KIRANA (PERJALANAN SUPERNATURAL)
KOMA


__ADS_3

Pak Bahari tampak putus asa setelah mendengar kabar dari Dokter tentang kondisi Yanuar.


Semalam kondisi Yanuar memburuk, Dokter dan beberapa perawat terus menanganinya sampai akhirnya ia dinyatakan koma.


Bagas memberitahu Arumi juga Aryo tentang kabar Yanuar. Rupanya Arumi dan Aryo sudah mulai pulih dan berobat jalan. Begitupun Bagas yang sudah di perbolehkan pulang oleh dokter.


" Kalau kita pulang,bagaimana dengan Yanuar ? " tanya Bagas pada Ayah nya.


" Biarkan pihak rumah sakit menangani dan merawat Yanuar. Sesekali Ayah akan mengecek keadaan nya. Nanti jika ada kabar apapun tentang Yanuar, pihak rumah sakit akan menghubungi." kata Pak Bahari.


" Baiklah. " Ucap Bagas.


Lalu mereka pun pulang ke rumah. Meninggalkan Yanuar yang masih dalam keadaan koma.


Pak Bahari yang usia nya sudah tak muda lagi. Tentu akan cepat lelah jika terus berada di Rumah Sakit, beliau banyak bergadang dan jarang istirahat semenjak Bagas di rawat di sana.


Pak Bahari akan menyuruh Mang Nur ataupun Bi Sari untuk memantau keadaan Yanuar, jika diri nya tidak bisa datang ke Rumah Sakit.


Setelah beberapa menit menempuh perjalanan pulang. Akhirnya Pak Bahari dan Bagas pun sampai di rumah.


Orang-orang rumah menyambut kedatangan mereka. Tak terkecuali Kirana.


Bagas segera di bawa ke kamar untuk istirahat. Begitupun Pak Bahari, beliau nampak kelelahan .


****

__ADS_1


Hari sudah mulai petang, matahari bersembunyi di balik awan. Langit makin berangsur gelap gulita.


Kirana membuka pakaian sampai tak sehelai benangpun menutupi tubuh nya. Dia masuk ke dalam bathtub yang sudah terisi air panas dengan aroma therapy.


Mata nya terpejam dan kepalanya bersandar, dia menikmati relaksasi dari air panas yang membuat aliran darah terasa lancar, mengendurkan otot yang kaku dan merasa rileks.


Tiba-tiba saja ada sekelebatan bayangan saat dia memejamkan mata . Dan ada suara langkah kaki mulai mendekati. Kirana langsung membuka mata. Dia melihat keseluruh sisi kamar mandi.


Tak ada siapapun di sana. Kirana menarik nafas dalam kemudian menghembuskan nya dengan kasar.


Namun saat dia melihat ke lantai kamar mandi. Dia melihat ada jejak kaki di sana. Jejak kaki itu sangat kotor seperti tanah bercampur air.


Tak ada seorang pun di kamar mandi tapi jejak langkah itu semakin bertambah dan maju ke arah Kirana berada.


Nafas Kirana mulai tak beraturan, apalagi saat melihat air bathub bergerak seolah ada seseorang yang ikut masuk berendam dengan nya.


Kirana segera berdiri dan meraih handuk. Namun baru saja akan melangkah, seperti ada yang menahan sebelah kaki nya.


" Tolllloooongng " jerit Kirana agar seseorang mendengar diri nya.


" Ibuuuu, Ayaaaah,,,,tolooongg...." Kirana menjerit dan menangis histeris saat dia melihat seseorang muncul dari dalam air bathtub.


Mata Kirana membelalak melihat siapa yang ada di sana. Sosok berpakaian putih yang penuh dengan darah, berambut panjang , lidah nya menjulur dan mata nya putih. Kuku tangan nya panjang mencengkram pergelangan kaki Kirana. Sampai kaki nya tergores oleh kuku makhluk itu.


Kirana sudah tak sanggup lagi , tubuhnya mulai lunglai dan kesadaraan perlahan mulai hilang. Namun dalam keadaan setengah sadar dia menangkap satu sosok laki-laki yang melepaskan cengkraman makhluk itu dari kaki nya.

__ADS_1


Sosok laki-laki itu sangat familiar. Dia memeluk dan menyelamatkan Kirana dari kukungan setan berbaju putih tadi.


" Kirana " Bu Ratna memanggil nama nya saat Kirana mulai sadar.


" Ibu..apa yang terjadi ? " Kirana berusaha mengingat.


" Tadi ibu dengar kamu berteriak minta tolong. Tapi ketika Ibu masuk kamu sudah berada di tempat tidur dengan masih mengenakan handuk . "


Kirana mengingat kejadian yang baru saja terjadi. Dalam keadaan setengah sadar seorang laki-laki menolong nya dari makhluk halus menyeramkan.


Kirana tak bisa melihat laki-laki itu dengan jelas. Saat itu pandanganya sudah mulai samar. Tapi Kirana yakin dia mengenal nya.


" Kirana melihat makhluk mengerikan di kamar mandi. Saat Kirana ingin berlari, makhluk itu menahan kaki Kirana. Lalu Kirana berteriak memanggil Ibu dan Ayah. Sampai akhirnya Kirana mulai kehilangan kesadaran. Dalam keadaan setengah sadar, ada seorang pria menolong Kirana. " Ucap Kirana.


" Siapa ? Apa dia yang membawa mu ke ranjang ? " Tanya Bu Ratna.


" Kirana tidak tau Bu, karena setelah itu Kirana benar-benar tidak ingat apapun." Jawab Kirana.


" Sudah lah lupakan . Yang penting kamu baik-baik saja. " Ucap Bu Ratna.


" Lebih baik kamu segera berpakaian, Ibu temani di sini. Nanti kita makan malam, Ayah dan Kakak mu sudah menunggu. " Lanjut nya.


Lalu Kirana segera mengenakan baju tidur di lengkapi sweater karena cuaca saat ini amat dingin.


Setelah selesai berpakaian , Kirana dan Bu Ratna segera ke ruang makan. Mereka makan malam bersama Pak Bahari juga Bagas yang masih duduk di kursi roda.

__ADS_1


__ADS_2