KIRANA (PERJALANAN SUPERNATURAL)

KIRANA (PERJALANAN SUPERNATURAL)
ANCAMAN


__ADS_3

Lengkingan suara tawa dari mulut Kirana semakin membuat suasana menegangkan. Tatkala Nyi Laksmi marah besar pada arwah yang berani masuk ke dalam raga cucu buyut nya itu.


" Lepaskan gadis itu, kalian sudah menjadi tawanan kami. Berani nya mengusik pewaris Trisaka Mayang. Ingin ku musnahkan kau ? " ancam Nyi Laksmi dengan suara khas nenek-nenek mengerikan.


" Hii..hii...hii..silahkan saja kalau bisa. Sekarang kalian lemah, ilmu mu tak ada yang meneruskan..bahkan yang kau puja selama ini pun akan berbalik mengintai nyawa keluargamu. Karena tak ada tumbal lagi yang kau persembahkan untuk nya..hii..hiii..hii." ucap salah satu arwah tumbal yang saat ini merasuki Kirana.


" Selama ini kami di jadikan tawanan di alam Kencana Mayang..di pekerjakan layaknya budak, bukan hanya jasad kami yang kau aniyaya tapi juga arwah kami kau perbudak..harusnya kami tenang bersama arwah lain nya yang mati secara wajar. Bahkan mungkin harusnya kami masih hidup di dunia bersama keluarga kami.." Seru arwah lain bergiliran menuturkan kemarahan nya.


" Kami tidak akan membuat keturunan mu hidup dengan tenang.." ancam arwah lainnya.


" Lancang.." Nyi Laksmi mengeratkan rahang nya.


Perbincangan makhluk astral itu di saksikan oleh Pak Bahari, Bu Ratna, Mang Nur serta Bi Sari. Mereka tak bisa berkutik apalagi ikut serta berbicara.


" Rasakan ini.." Nyi Laksmi mengibaskan selendang merah nya ke arah Kirana yang berada tepat di hadapan nya.


Selendang itu biasanya berubah menjadi cambuk bagi para arwah penasaran. Namun kini kekuatan Nyi Laksmi hilang, membuat para arwah tumbal itu menyeringai menertawakan kebodohan seseorang yang dulu sangat mereka takuti.


Nyi Laksmi geram, kali ini Dewi Larasati pun ikut bertindak. Dia mencengkram leher Kirana.


" Cekik saja..ini hanya akan menyakiti cucu mu Larasati..." suara arwah di dalam tubuh Kirana.

__ADS_1


" Hentikan.." Bu Ratna berteriak histeris tatkala melihat Kirana tak bisa bernafas saat lehernya tercekik.


Semua makhluk itu menatap Bu Ratna, membuat wanita itu ketakutan.


" Terus cekik cucu mu..kali ini kau sedang membunuh nya pelan-pelan.." Arwah itu semakin membuat Nyi Laksmi dan Dewi Larasati geram.


Ki Demang segera menepis tangan Dewi Larasati yang mencengkram kuat leher Kirana.


Tiba-tiba munculah sosok tinggi besar bercula, bola matanya besar dengan manik merah, kulitnya berbulu tajam, tubuh nya hitam pekat, dua taring besar di mulut nya menyembul keluar. Sosok itu menggeram penuh amarah.


Dia lah sosok yang selama ini di puja oleh Nyi Laksmi. Sang penguasa Trisaka Mayang.


" Aku mohon tunggu lah sampai aku bisa mewariskan ilmu ini pada cucu ku, setelah itu segera akan aku berikan persembahan untuk mu " Pinta Nyi Laksmi.


" Bukankah dalam perjanjian kami juga masih punya sisa waktu . Sampai tak ada keturunan perempuan di keluarga kami, baru kau bisa mengambil semua nya kembali. " Dewi Larasati ikut bicara.


" Dan jika tak ada yang mau di warisi ilmu Trisaka Mayang. Ingat itu. " sela sosok dedemit bertubuh tinggi besar itu.


" Kami sedang berusaha. Cucu ku Kirana pasti akan jadi pewaris ilmu itu. Aku janji. " ucap Nyi Laksmi yakin.


" Baiklah..aku akan memberikan mu waktu. Tapi ingat jika kau tak bisa penuhi janji mu..semua yang sudah aku berikan akan aku ambil..termasuk keturunan mu..mereka sudah memakan apa yang aku beri..Ha..ha..ha.." Seketika makhluk mengerikan itu lenyap begitu saja.

__ADS_1


Nyi Laksmi, Dewi Larasati dan Ki Demang tertunduk hormat pada dedemit itu. Arwah penasaran yang merasuki tubuh Kirana sudah lebih dulu pergi karena tak mau lagi di belenggu dan diperbudak oleh mereka.


Kirana kini tergeletak di lantai gudang. Nyi Laksmi menatap tajam ke arah Pak Bahari.


" Bahari..jangan sekali-kali kau menghalangi niat kami untuk menjadikan Kirana sebagai pewaris ilmu Trisaka Mayang. Akibat nya akan sangat fatal bukankah kau dengar sendiri tadi? Maka dari itu tunduk dan patuhlah pada leluhurmu. " Nyi Laksmi memberi peringatan.


" Tapi..." Belum selesai Pak Bahari berkata, Nyi Laksmi sudah menyela nya.


" Bukankah kau juga ikut menikmati hasil nya sekarang. Lantas kenapa kau masih tidak bisa mengabdi pada kami? Lihat Nur..dia lebih bisa di andalkan dari pada kamu. Dunia ini kejam, jika kau juga tak ikut kejam..maka kau sendiri lah yang akan di jadikan bahan lelucon." Nyi Laksmi benar-benar memegang kendali keluarga ini.


" Suka atau tidak suka. Kami akan tetap membuat Kirana mengabdi pada leluhurnya. " Timpal Dewi Larasati.


Seketika ketiga sosok itu pun lenyap setelah ancaman demi ancaman terlontar.


Pak Bahari hanya bisa terdiam. Di mata Nyi Laksmi serta Dewi Larasati bukan keturunan ataupun keluarga lagi yang mereka hadapi jika sudah berani menentang . Persekutuan mereka dengan iblis sepertinya lebih berarti dari pada sekedar hubungan darah.


Apalagi saat ini mereka sama-sama hidup di alam yang berbeda. Ny Laksmi ingin tetap hidup layaknya hidup nyaman di dunia sebelumnya. Bahkan kehidupan itu lebih kekal daripada duniawi. Walau pun nanti nya mereka sendiri tau neraka lah tempat keabadian yang sesungguhnya.


Nafsu membuat mereka lupa akan takdir serta ketentuan Tuhan. Nafsu menggiring mereka kedalam lingkaran dan jerat setan.Setan adalah bangsa yang sangat puas karena di neraka nanti akan banyak manusia-manusia bodoh yang rela menggadaikan iman mereka hanya demi kenikmatan duniawi. Merekalah yang akan menjadi teman bangsa setan di neraka nanti. Sesuai janji yang mereka ucapkan pada Tuhan untuk membawa hamba-hamba yang mempersekutukan-Nya.


Pak Bahari dan yang lainnya segera membopong Kirana ke kamar. Tak sepatah katapun keluar dari mulut mereka. Bu Ratna shock dengan kejadian barusan. Logika nya terus berjalan, hati nya terus bertanya-tanya, perasaan campur aduk menyesakan dada nya.

__ADS_1


__ADS_2