KIRANA (PERJALANAN SUPERNATURAL)

KIRANA (PERJALANAN SUPERNATURAL)
PENGAJIAN


__ADS_3

Semenjak mengenal Ustadz Sahir, kehidupan Kirana sedikit lebih normal. Dia tidak lagi di ganggu oleh arwah-arwah korban tumbal keluarga nya.


Ustadz Sahir sudah menyempurnakan arwah tersebut, mengembalikan mereka ke alam yang semestinya.


Kirana pun sudah mulai bersekolah kembali dan berkumpul dengan teman-teman nya lagi. Masalah nya tinggal satu, yaitu memutus rantai perjanjian nenek moyang Kirana dengan pemilik ilmu Trisaka Mayang.


Sekarang keluarga Kirana lebih religius. Mereka mulai taat beribadah, bahkan setiap hari jum'at selalu di adakan pengajian di kediaman Pak Bahari sambil berbagi makanan untuk masyarakat kurang mampu di desa itu.


Semua itu atas usulan Ustadz Sahir. Kata beliau daripada melakukan ritual sesajen, lebih baik mengadakan pengajian dan membagikan makanan pada orang yang kurang mampu. Dengan harapan sedikitnya bisa melunturkan dosa-dosa yang selama ini mereka perbuat.


" Nanti sore akan di adakan pengajian di rumah. Kalian juga ikut ya. " kata Kirana sepulang sekolah.


" Tentu saja. " ucap Fathir dan Novi kompak.


Kirana tersenyum sembari merangkul pundak kedua sahabat nya itu.

__ADS_1


" Makasih..kalian selalu ada buat aku dalam keadaan apapun. Kalian selalu menguatkan aku, tanpa adanya kalian mungkin aku takan bisa melewati semua ini. " ucap Kirana.


" Jangan bicara begitu. Kita ini sahabatan bahkan aku sudah mengaggapmu seperti saudara. Jadi apapun yang terjadi aku akan selalu siap buat kamu. " tutur Novi mengelus punggung Kirana.


" Kamu bisa melewati semua nya itu bukan karena kami, tapi karena kamu sendiri yang memang kuat. Tuhan tidak akan menguji hambanya di luar batas kemampuan. Kami hanya membantu sebisa yang kami bisa. " timpal Fathir di ikuti anggukan Novi.


" Thank's.." air mata mulai lolos jatuh di sudut mata Kirana.


" Sama-sama. Jangan sedih dong ! " Novi segera memeluk Kirana.


" Ya udah..aku duluan ya..Ayah ku udah jemput tuh. " Kirana menunjuk mobil milik Pak Bahari di depan gerbang sekolah.


****


Jam 15:30

__ADS_1


Di kediaman Pak Bahari di adakan pengajian. Bu Ratna dan Bi Sari menyiapkan macam-macam kudapan di ruang tamu.


Di ruangan tersebut sudah di gelar permadani untuk tempat duduk orang-orang yang ikut pengajian.


Beberapa penduduk Desa Jatiasih sudah datang, mereka sangat senang mengikuti pengajian yang di adakan oleh keluarga Pak Bahari. Itikad baik keluarga Pak Bahari di tanggapi oleh pribumi desa tersebut.


Fathir serta Novi pun datang ke rumah Kirana, begitupun Bu Nuri beliau pun tak mau ketinggalan.


Setelah semua nya datang, mereka pun mulai membaca Al-Qur'an dengan di pimpin oleh salah satu pengurus mesjid atau ketua DKM di Desa Jatiasih.


Setelah selesai membaca kitab suci. Mereka berdo'a bersama. Untuk keselamatan serta kemudahan keluarga Pak Bahari.


Setelah selesai pengajian dan berdo'a bersama, keluarga Pak Bahari membagikan makanan pada semua jama'ah dan memberi amplop berisi uang untuk anak yatim dan orang kurang mampu yang ikut menghadiri pengajian tersebut.


Kirana dan keluarga nya sangat bahagia bisa berbagi dengan sesama. Begitupun yang menerima bantuan dari mereka, sangat senang dan ikhlas mendo'akan keluarga Pak Bahari.

__ADS_1


Di alam lain, Nyi Laksmi merasa terusik semenjak rumah peninggalan nya di gunakan untuk pengajian, terlebih lagi sekarang penghuni rumah pun begitu sering membaca ayat suci seusai shalat fardhu.


Istana nya yang berada dalam dimensi lain di rumah itu lambat laun bisa hancur. Nyi Laksmi tak bisa tinggal diam, dia akan bertindak dan memberi peringatan pada cucu nya Bahari.


__ADS_2